Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Fariz RM Cs Rayakan 60 Tahun SMA 3 Teladan Jakarta  

Written By Unknown on Rabu, 10 Juli 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - SMA 3 Teladan, Setiabudi, Jakarta Selatan mencetak banyak alumni musisi, aktris, penyanyi, dan selebritas. Di usia 60 tahun, sekolah ini akan menggelar perayaan reuni di Jakarta Convention Center, pada 24 Agustus 2013.

Para penyanyi, musisi, dan selebritas alumni SMA 3 Teladan, Setiabudi, Jakarta Selatan bakal menggelar konser musik "Teladan All Stars 2013".

Menurut Fariz RM, dia dan teman-teman seangkatan siap tampil dalam pesta musik. "Saya menjadi produk tradisi festival band antar kelas sewaktu di SMA 3," kata musisi yang dikenal dengan lagu Sakura Dalam Pelukan dan Barcelona ini. Ia mengenang, sejak tahun 1970-an selalu diadakan kompetisi band, yang memperlihatkan kemampuan bermain musik dan menyanyi para siswa kelas satu sampai kelas tiga.

Ia menilai, acara ini bukan hanya sekadar ajang reuni semata, tapi juga membangun semangat dan kreativitas yang dimiliki pelajar SMA. Fariz dan Deddy Dhukun percaya, pentas musik menjadi acara positif bagi siswa untuk berkreativitas.

Sekolah ini dikenal banyak melahirkan bintang, bintang pelajar dan bintang seni. Beberapa diantaranya, musikus Addie MS, Deddy Dhukun, penyanyi Memes, Krisdayanti, musikus Adjie Soetama, penyanyi Denada, aktris/model Sophia Latjuba, dan penyanyi Ikang Fawzi pernah sekolah di sana. Sementara di kalangan pejabat yakni mantan Menpora Adhyaksa Dault dan anggota DPR Effendi Simbolon.

Menurut ketua pelaksana Zubir Usman, reuni ini sekaligus menampilkan pertunjukan musik dari para musisi alumni. Konser rencananya berlangsung selama 4 jam itu di Plennary Hall, JCC. Musisi Daniel Sahuleka berdarah Ambon yang dikenal dengan lagu You Make My World So Colourful ini juga akan tampil.

EVIETA FADJAR

Topik Terhangat:
Karya Penemu Muda |Bursa Capres 2014| Ribut Kabut Asap |Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh


10.20 | 0 komentar | Read More

Film George Clooney akan Buka Festival Venesia

TEMPO.CO, London - Film Gravity yang dibintangi oleh Geroge Clooney dan Sandra Bullock akan menjadi film pembuka pada Venice Film Festival Agustus mendatang. Film tiga dimensi yang disutradarai oleh Alfonso Cuaron ini bercerita mengenai kehidupan dua astronot dalam menjalankan suatu misi.

Film karya sutradara keturunan Meksiko, Cuaron, ini pernah meraih dua penghargaan pada festival 2001, yakni sebagai skenario terbaik dan pemain muda berbakat untuk aktor Gael Garcia Bernal dan Diego Luna. Film yang dibintangi Clooney dan Bullock bercerita mengenai usaha para astronot tersebut kembali ke bumi setelah terjadi tabrakan pada pos luar angkasa mereka dan membuat mereka berada di orbit sendirian.

Sementara acara Venice Film Festival tahun ini akan berlangsung pada 28 Agustus hingga 7 September 2013. Yang akan menjadi ketua juri dalam memilih film terbaik pada festival ini adalah Bernardo Bertolucci, sutradara film Last Tango in Paris dan The Last Emperor.

Dalam acara ini, sutradara Amerika, William Friedkin, yang dikenal dengan film-film seperti The French Connection dan The Exorcist, akan menerima penghargaan lifetime achievement. Ia mengungkapkan festival sebagai "rumah spiritual" dan mengaku akan menerima penghargaan hadiah itu "dengan penuh rasa terima kasih dan cinta".

Hal-hal lain dari kegiatan Venice Film Festival ini, ungkap situs BBC edisi 9 Juli 2013 ini belum diketahui secara pasti. Namun di antara film-film yang akan ditayangkan adalah Under the Skin yang dibintangi Scarlett Johansson, dan Twelve Years a Slave yang disutradarai oleh Steve McQueen dan dibintangi oleh Brad Pitt, Chiwetel Ejifor dan Michael Fassbender.

BBC | ARBA'IYAH SATRIANI


10.20 | 0 komentar | Read More

Karakter Baru dalam Despicable Me 2

Written By Unknown on Selasa, 09 Juli 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta--Film Despicable Me 2 menghadirkan beberapa tokoh baru yang turut mewarnai keseruan aksi Gru--penjahat yang bertobat--dan tiga orang anak angkatnya serta serdadu Minion. Lucy Wilde, Edoardo/ El-Macho , Silas Ramsbottom, dan Antonio adalah empat dari sekian tokoh yang hadir dalam Despicable Me 2 ini.

Lucy Wilde, adalah seorang agen dari Liga Anti-Penjahat (AVL). Ia dikirim liga untuk merekrut Gru untuk ikut serta menjadi agen pasca tidak lagi menjadi penjahat. Pertemuan pertamanya dengan Gru merupakan aksi yang mengasyikan karena keduanya sama-sama memiliki kemampuan untuk bertahan dan melawan musuh dengan cara-cara yang khas.

Lucy mengagumi Gru sejak ia melakukan aksi pencurian bulan mengagumkan (dalam Despicable Me 1). Lucy pun sempat mengajukan pertanyaan pada Gru saat itu, " apakah kamu tidak tertarik untuk kembali dan melakukan sesuatu aksi yang mengagumkan?"

Keterlibatan Gru membantu AVL adalah untuk menguak kasus pencurian senyawa kimia bermutasi yang dapat mengubah apapun menjadi mesin pembunuh yang sulit untuk dihancurkan. Bersama Gru, Lucy beraksi untuk menguak satu persatu pemilik toko yang terdapat dalam sebuah pusat perbelanjaan.

Aksi mereka menguak kasus tersebut sebenarnya tidak berjalan lancar. Namun semua itu mengarahkan mereka pada sebuah aksi kejahatan tersembunyi yang sebenarnya. Pada titik inilah nuansa percintaan antara Lucy dan Gru mulai hadir. Kepergian Lucy yang dikirim ke Australia, kecurigaan Gru terhadap keberadaan El-Macho—seorang penjahat kelas berat yang dikabarkan mati namun jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Lucy hadir sebagai warna lain dalam kehidupan Gru. Kehadiran Lucy pun ternyata cukup membuka beberapa alasan masa lalu Gru yang sempat menutup diri terhadap kehadiran wanita dalam kehidupan pribadinya. Dan seperti kisah cinta cerita animasi pada umumnya, mereka pada akhirnya memulai rencana kehidupan yang bahagia.

Eduardo/ El-Macho
Tokoh yang satu ini dapat dikatakan menjadi pengganti tokoh Vector, saingan pelaku kejahatan Gru dalam sekuel sebelumya. Secara fisik ia adalah seorang lelaki besar dan gemuk. Berupaya memenuhi kehidupan dan memperluas keinginannya dengan segala cara. Lain hal dengan yang dilakukan Gru dan Vector dalam Despicable Me yang pertama, kehadiran El-Macho adalah sebagai seorang yang sesungguhnya tidak berlaku total sebagai seorang penjahat. Ia hanya punya aksi gila: menculik para Minion dan memutasi mereka menjadi serdadu berwarna ungu yang memiki karakter serupa monster yang sulit dilumpuhkan. Suaranya diisi oleh Benjamin Bratt yang menggantikan Al-Pacino.

Antonio
Lelaki muda berdarah Latin ini berhasil menarik perhatian Margo Gru, gadis yang sedang beranjak remaja. Margo jatuh cinta pada Antonio pada pandangan pertama. Tingkah lakunya seperti seorang flamboyan. Secara fisik ia adalah seorang keturunan latin, anak laki-laki berambut hitam, selalu menggunakan jaket hitam dan sepatu. Kaus yang dikenakannnya tertera huruf Z dan ia senantiasa meggunakan celana blue jeans. Antonio juga kerap menggunakan syal dan menggenakannya layaknya memakai dasi. Ia adalah putra dari Eduardo. Pada akhir cerita akhirnya Margo bisa memahami mengapa selama ini ayah angkatnya, Gru berupayan menjauhkan ia dari Antonio.

AISHA

Topik Terhangat
Karya Penemu Muda | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Bencana Aceh

Baca juga:
Sambut Ramadan, Peziarah Makam Gus Dur Meningkat
Haidar: Mari Jadikan Puasa Kita Puasa Spiritual
Menteri Agama: Ada Kemungkinan Awal Puasa Berbeda
Awal Ramadan, Gontor Tak Tunggu Pemerintah


10.20 | 0 komentar | Read More

Minion, Serdadu Kecil Penarik Hati Despicable Me

TEMPO.CO , Jakarta:Apa yang sesungguhnya menarik dari film Despicable Me 1 dan 2? tidak dipungkiri para Minionnya lah yang telah sukses mengambil hati banyak penggemarnya. Makhluk berbentuk serupa kapsul (berbentuk silinder) berwarna kuning, bermata satu atau dua dan senantiasa melontarkan bahasa dengan aksen yang aneh telah menjadi daya tarik film ini tersendiri.

"Pa Poy, Pa Poy!" kata-kata ini mungkin menjadi salah satu hal yang diingat para penonton Despicable Me yang mampu mengingatkan mereka pada kelucuan dan kekonyolan yang dilakukan oleh para minion. Selain itu dengan hentakkan atau goyangan tubuh mereka dapat menyala seperti tongkat lampu (lightstick) sehingga dapat beraktivitas di dalam lorong yang gelap sekalipun. Bagi para pecinta Minion berikut adalah ulasan tentang fakta dibalik minion.

Secara fisik para minion ini terlihat sama, namun beberapa hal yang dapat membedakan mereka dapat dilihat dari tinggi badan, jumlah mata, kebulatan tubuh, atau dari unsur sekundernya berupa helai rambut, ukuran pupil, dan pakaian yang mereka kenakan.

Para Minion ini memiliki nama standar seperti nama orang Inggris pada umumnya seperti, Larry, Dave, Kevin, Jerry, Stuart, Mark, Tim, Jorge, dan Phil.
Mereka pun gemar mengekspresikan diri melalui tindakan mereka dibandingkan dengan kata-kata--dan bahasa mereka cenderung tidak dapat dimengerti manusia pada umumnya. Mereka adalah makhluk yang bisa melakukan hal berlawanan dalam satu waktu: bersedia membantu dan berperan dalam sebuah rencana jahat, tetapi pada saat yang sama mereka ramah dan penuh cinta.

Para Minion ini termasuk dalam kelompok yang gemar bekerja, solid, dan loyal pada Gru serta dr. Nefario. Jika diperhatikan mereka kerap mendapatkan kesialan apabila melakukan interaksi aneh dengan manusia, hewan, dan juga benda-benda asing. Para Minion merupakan makhluk yang memiliki semangat tinggi dalam bekerja, pemikiran mereka relatif sederhana namun mereka memiliki kemampuan untuk membuat dan mengoperasikan senjata, menggunakan komputer dan mengemudi kendaraan walau kerapkali nyaris mengalami kecelakaan. Selain itu para Minion ini adalah makhluk yang memiliki kepolosan yang aneh tapi hal itulah yang mampu menimbulkan perasaan cinta pada mereka.

Dilansir dari satu media, Coffin melontarkan sedikit komentarnya tentang film debutan pertamanya ini. "Kami melihat mereka di mana-mana," kata Coffin seraya tertawa dan menurutnya ini sedikit mengganggu. Coffin pun menerangkan bahwa sebagian besar omong kosong dan dialog yang dilontarkan para minion dibentuk berdasarkan campur aduk bahasa secara acak, tidak ada penjelasan khusus untuk hal ini. Begitupun dengan karakter pemberian kacamata bagi yang bermata satu atau dua, menggunakan overall biru.

Tidak ada yang mengira bahwa pesona Minion akan seperti saat ini. hal itu pun diakui oleh para sutradara, Pierre Coffin dan Chris Renaud. Pada akhirnya kedua orang ini memberikan sedikit pilihan untuk memberi ruang pada makhluk kecil yang mulai populer ini dengan memberikan plot utama pada mereka.

Tokoh kunci para Minion ini mulai mengembangkan kepribadian yang khas, yang akan sepenuhnya keluar dalam film mereka sendiri, 'Minion' pada 2014. Dalam film tersebut, para makhluk kuning ini akan melayani Scarlett Overkill (disuarakan oleh Sandra Bullock) perempuan yang bercita-cita menjadi penjahat-super wanita pertama di dunia. tapi kali ini, hal yang paling penting adalah makhluk-makhluk kuning ini akan memiliki nama mereka sendiri di dalam poster.

"Langit adalah batas untuk para Minion," kata Steve Carell, pengisi suara Gru. "Selain dari yang hal lain, mereka memberi orang banyak bersuka cita. Dan itu hal yang benar-benar hebat. " terangnya lagi.

BERBAGAI SUMBER | AISHA
Topik Terhangat
Karya Penemu Muda | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Bencana Aceh

Berita Lain:
Eggi Sudjana Lolos Calon Gubernur Jawa Timur
Tiru Jokowi, Calon Gubernur PDIP Blusukan ke Pasar
Inilah 21 Negara Tempat Snowden Meminta Suaka


10.20 | 0 komentar | Read More

The Lone Ranger, Kisah Kesatria dan Indian Gila

Written By Unknown on Senin, 08 Juli 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Kisah heroik kesatria bertopeng yang menenteng senjata bedil hadir dalam film The Lone Ranger arahan sutradara Gore Verbinski (sutradara The Ring, sekuel Pirates of the Caribbean, dan Rango). Film ini berkisah tentang pertentangan kulit putih dan Indian yang menampilkan sosok kesatria lengkap dengan atribut topi kobi sambil menunggang kuda, seperti gaya Amerika pada umumnya.

Menarik, film ini menghadirkan Johnny Depp (Tonto) yang juga ambil peran dalam film garapan Verbinski sebelumnya, yakni Pirates of Caribbean, sebagai Jack Sparrow dan penyulih suara untuk karakter Isla Fisher dalam film animasi Rango. Kali ini, dalam The Lone Ranger, Verbinski menghadirkan tokoh Tonto yang diperankan oleh Depp sebagai orang setengah gila, sembrono, dan lucu. Karakter Tonto ini tentu akan mengingatkan Anda pada sosok Jack Sparrow yang juga slengekan.

Suatu hari, dalam pasar raya di San Francisco, seorang bocah bernama Will menemui sosok pria Indian tua yang terperangkap dalam ruang kaca museum sejarah Indian. Rupanya, pria tua itu adalah Tonto yang berpura-pura sebagai patung manusia Indian. Dalam pertemuannya dengan sang bocah, Tonto menceritakan kisah legendaris tentang kesatria Amerika yang disebut Ranger. Ranger tersebut adalah John Reid (Armie Hammer), seorang pengacara yang sering kali berbuat onar di wilayah kota kecil Colby. Rupanya, Ranger yang dikenal sebagai kesatria ulung yang mulia sudah terbenam di hati sang bocah. Ia pun tak percaya cerita Tonto tua tentang Ranger yang berulah dan berbuat onar.

"When good man must wear mask," begitulah pesannya. Ia lantas menceritakan asal mula pertumpahan darah antara suku Indian kuno dan penduduk kulit putih pendatang baru di benua Columbus itu. Adalah Dan Reid (James Badge Dale), kakak kandung dari John Reid, yang memegang tampuk kepemimpinan di antara Ranger untuk menjaga perdamaian dengan suku Indian, membagi wilayah tanah kediaman sama rata, serta tak saling mengusik.

John, sang pengacara yang pulang kampung ke Colby Texas, menumpang kereta yang berisi seorang pembunuh keji tawanan para Ranger, yakni Butch Cavendish. Kala kereta tengah melaju kencang, para rekan Cavendish mencoba untuk membajak kendali kereta demi melepaskan Cavendish sebagai tawanan. John yang berada di dalam kereta berusaha menyelamatkan diri serta para penumpang dari kepungan perompak. Sial, ia justru terperangkap di sel tahanan dengan borgol terikat di tangan bersama Tonto. Rupanya, pertemuan itu menjadi awal petualangan mereka berdua untuk memburu Cavendish yang kabur.

John dan Dan adalah dua bersaudara dari keluarga Reid yang terkenal sebagai Ranger. John memilih kehidupan sebagai penegak hukum negara, sementara Dan menjadi Ranger untuk menegakkan hukum dan tradisi wilayah Colby. Hubungan kakak beradik tersebut rupanya tak akur, meski keduanya saling menyayangi. John menganggap Dan melukai hatinya kala menikahi Rebecca, mantan kekasih John.

Bagaimana selanjutnya kisah petualangan Tonto dan The Lone Ranger membalas dendam keluarga mereka?

Kisah pun berlanjut dengan kejutan-kejutan apik ala Verbinski yang dibumbui dengan aksi laga ala koboi Amerika. Film yang diangkat dari kisah di radio berjudul sama ini sarat dengan sejarah pergulatan antara orang kulit putih dan Indian. Hanya, kolaborasi Verbinski dan Depp dalam film ini tak seapik dalam film Pirates of Caribbean.

Meski nostalgia tokoh Jack Sparrow bisa dinikmati dalam tokoh Tonto, akting Depp terasa menjemukan. Seperti tak ada hal baru dalam akting Depp yang biasanya memukau. Verbinski seolah terjebak di dalam karakter Sparrow yang sepenuhnya hadir dalam karekter Tonto kali ini.

Di sisi lain, akting Armie Hammer justru patut dilirik. Dengan karismanya, Hammer berhasil membawakan sosok Ranger yang bersahaja dan bijak. Hal yang sedikit mengganggu sebenarnya ketika film ini dimaksudkan sebagai film heroik. Adegan kocak yang mewarnai justru terasa hambar, bukannya menghibur dan segar. Pasalnya, kelucuan yang ditampilkan oleh Depp lewat Tonto justru meruntuhkan bangunan cerita heroik dalam tokoh The Lone Ranger.

Dapat dikatakan, meski Tonto bertindak sebagai tokoh pendukung aksi sang Ranger, ia juga mengarahkan setiap tindakan sang Ranger. Pada akhirnya, penonton memang akan banyak tertawa melihat adegan-adegan kocak antara Tonto dan The Lone Ranger. Jangan terlalu berharap kisah heroiknya akan cukup inspiratif dan menyentuh seperti pada kisah superhero lain, misalnya Superman atau Spiderman.

Sutradara: Gore Verbinski
Produser: Jerry Bruckheimer, Gore Verbinski
Pemeran: Johnny Depp, Armie Hammer, Tom Wilkinson, William Fichtner
Studio Produksi: Walt Disney Pictures
Premier: 3 Juli 2013 (Amerika Serikat)
Tayang Bioskop Indonesia: 4 Juli 2013
Durasi: 149 menit

NURUL MAHMUDAH

Berita Lain:
Jika Lagu PKS Laku, Sefti Siapkan PKS 2
Meluncurkan Lagu PKS, Sefti Kendarai Mercedes Lagi
Sefti Sanustika Direstui Fathanah Nyanyikan PKS


10.20 | 0 komentar | Read More

Pengiriman Barang Seni untuk Pameran Dipermudah

Pekerja seni merampungkan pemasangan instalasi berjudul Finding Lunang karya Iwan Effendi saat persiapan pembukaan bursa seni Jogja Art Fair (ART|JOG 2013), Taman Budaya Yogyakarta, Jateng (5/7). TEMPO/Suryo Wibowo.

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah menyatakan akan mempermudah proses masuknya benda-benda seni dari luar negeri ke Indonesia untuk tujuan pameran. Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai membuka bursa seni rupa Art Jog 2013 di Yogyakarta, Sabtu 6 Juli 2013 malam.

Hatta berjanji segera mengoordinasikan hal ini dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengiriman benda seni masuk ke Indonesia untuk pameran agar tak dibatasi jumlahnya. "Pulang nanti akan saya bicarakan dengan Bea Cukai," kata dia.

Menurut dia, even bursa seni seperti Art Jog ini haruslah didukung pemerintah. Sehingga even tahunan yang sudah keenam kalinya digelar di Yogyakarta itu bisa berkembang menjadi luas dan berskala internasional. "Even seni internasional," kata dia, "Itu bisa kalau difasilitasi dan hambatannya dihilangkan."

Dari sisi pendanaan, ia mengatakan telah meminta Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menganggarkan dana untuk mendukung pelaksanaan Art Jog tahun depan. Pada malam pembukaan itu sendiri, Wakil Menteri Wiendu Nuryanti juga terlihat hadir. "Wamen sudah setuju," kata dia.

Menurut dia, even seni ini tak sekadar mendongkrak pariwisata saja. Namun, seni budaya sekaligus merupakan jendela peradaban untuk membangun bangsa. "Tak hanya butuh pembangunan politik dan ekonomi saja," kata dia.

Art Jog 2013 diikuti oleh 115 seniman dan memilih tema "Budaya Maritim". Sebanyak 158 macam karya seni dipajang dalam bursa seni rupa yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta, 6-20 Juli 2013.

ANANG ZAKARIA
Terhangat:
Karya Penemu Muda| Bursa Capres 2014| Ribut Kabut Asap |Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh

Baca Juga:
Sopir Bus Kembali Blokir Tol Jagorawi
Rilis Lagu PKS, Sefti Sanustika: Saya Cari Nafkah
Tasikmalaya Resmi Buka Sekolah Penerbangan
Istri Ultah, SBY Kasih Selamat Via Twitter
Demokrat: Facebook SBY Bukan Strategi Politik


10.20 | 0 komentar | Read More

'Dewi Kadita', Legenda Rakyat Sarat Guyonan  

Written By Unknown on Minggu, 07 Juli 2013 | 10.20

TEMPO.CO , Bandung: Perempuan buruk rupa berselendang hijau menghentikan perjalanannya di sebuah Samudra. Ia tertegun mendengar bisikan gaib yang memerintahkannya menceburkan diri ke dasar Samudra. Tubuh perempuan itu meluncur deras ke dasar Samudra, seketika wajahnya kembali cantik. Ia lebih molek dari sebelumnya.

Penggalan adegan itu merupakan bagian dari teater musikal dengan lakon 'Dewi Kandita yang digelar Balai Pengelolaan Jawa Barat, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Teater yang digarap grup seni Anka Adika Production ini merupakan bagian dari aktivasi Taman Budaya Jawa Barat dan apresiasi seni pelajar. Sebanyak 67 pelajar dan mahasiswa se-Bandung Raya ikut andil di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House), Bandung, Jumat, 5 Juli 2013, malam.

Para pelajar dan mahasiswa Bandung memainkan 'Dewi Kadita' secara komunikatif dan atraktif di atas panggung terbuka. Mitos dan cerita Dewi Kandita masih melekat di ingatan masyarakat Jawa Barat. Sebagian bahkan mempercayai cerita itu benar. Legenda rakyat Ratu Pantai Selatan umumnya lebih terkenal karena mistisnya. Namun, gelak tawa para penonton dan celetukan khas Sunda dan lawakan modern mengubah pandangan itu. Para pemeran mengemas ceritanya secara segar lakon berdurasi sekitar lebih dari 90 menit ini.

"Cerita rakyat ini dari awal hingga akhir dikemas secara segar dan humoris untuk mencairkan suasana supaya penonton terhibur dan lebih mudah mencerna ceritanya," kata sutradara Anka Adika Production, Anton Yustian JR pada Tempo di Bandung, Jumat, 5 Juli 2013.

Beberapa adegan mengkolaborasi lipsing dialog wayang, kutipan iklan, karakter tokoh kartun. Dialognya memang kental dengan sentilan humor ala pertunjukkan longser gaul yang mengundang gelak tawa. Improvisasi adegan terkadang membuat penonton tertegun. Mereka kaget dan kembali terbahak-bahak. Sepanjang lakon, kesan serius dari cerita rakyat ini sirna.

Adegannya dinamis dan modern yang diperkaya instrumen musik. Penonton segala usia menjadi bisa mencerna alur ceritanya.  Menurut penulis naskah 'Dewi Kadita' Yusef Muldiyana, warga Jawa Barat perlu hiburan atau pertunjukkan seni yang menampilkan cerita rakyatnya. "Legenda rakyat Jawa Barat itu banyak dan banyak cara mengemasnya menjadi sebuah pertunjukkan seni," kata dia. "Bisa digarap menjadi serius atau humoris, itu bagus supaya masyarakat tahu tentang cerita rakyat."

Tata panggung berlatar kerajaan Padjajaran. Megah di sorot cahaya lampu warna-warni. Cuaca sangat dingin Kota Bandung tak mempengaruhi gerak dan nyanyian merdu para pemain.
Sorotan lampu ke latar panggung di awal adegan mengejutkan penonton. Gerombolan warga muncul ke arena panggung. Mereka yang mengenakan pakaian tradisional itu kompak menghentakan kaki ke lantai dan meliuk-liukkan tangannya mengikuti alunan musik.

Sambil menyanyi diiringi live musik, para pemain menampilkan gesture lucu pada setiap gerakannya. Tiba-tiba lelaki berikat kepala batik datang terburu-buru. "Kasihan, Ratu meninggal dan Putri lahir ditinggal Ibunya," ujar lelaki itu terangah-engah.

'Dewi Kandita' mengisahkan kelahiran putri dari Raja Darma Wijaya Kusuma, seorang Raja Pajajaran ke-IV yang kemudian diberi nama Dewi Kadita. Ibunya meninggal kala melahirkannya. Sang Raja kemudian menikahi Dewi Mutiasari. Lahirlah anak laki-laki bernama Jaya Santang.

Dewi Mutiasari berambisi menjadikan Jaya Santang sebagai raja. Untuk itu, dia menguna-guna Dewi Kandita menjadi buruk rupa dan bau. Anak tirinya itupun diusir dari kerajaan dan mengambara ke alam liar. Dalam perjalanannya Dewi Kandita menemukan sebuah Samudra. Di situlah dia menerima bisikan. Dia pun menjadi Ratu Pantai Selatan.

RISANTI


10.20 | 0 komentar | Read More

3 Cerita Rakyat Festival Nasional Teater Remaja

TEMPO.CO , Bandung:BANDUNG-Cerita rakyat banyak dipilih sebagai lakon teater di ajang Festival Nasional Teater Remaja di Gedung Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, 3-6 Juli 2013. Kisah lokal itu dinilai cocok menjadi tontonan generasi muda dengan berbagai pesan moral, semangat hidup, kejujuran, dan keagamaan.

Teater Pusat Olah Seni Jayapura dari Papua, mengangkat lakon berjudul Yaume. Karya Viany Sublyat itu menceritakan Yaume, gadis yang hidupnya sesat. Untuk memperdalam ilmu hitam, Yaume berani menghisap darah dan memakan daging orang. Kemunculannya yang selalu tak terduga membuat masyarakat resah. Atas perintah kepala desa, Satemtou, warga memburu Yaume untuk dibunuh. "Kisah nyata sekitar 30 tahun lalu ini masih hidup sampai sekarang," kata Viany kepada Tempo, Sabtu, 6 Juli 2013.

Cerita rakyat Laposin dari Nusa Tenggara Timur menjadi pilihan Teater Akar. Laposin merupakan seorang bocah dari keluarga kaya yang sangat dimanja orang tuanya. Ketika ayahnya meninggal, ia baru belajar hidup. Meski lugu, ia tetap jujur. Saat dinyatakan Raja tidak bersalah karena telah mendorong putri Raja, Laposin bersikeras minta dihukum. "Cerita itu berasal dari leluhur, tentang orang tua yang salah mendidik anaknya," kata pembina Teater Akar, Andri Pellendou.

Teater Grisbon dari Gowa, Sulawesi Selatan, memainkan lakon Passompe, yaitu masyarakat pelaut Bugis-Makassar yang hebat. Mereka berani berlayar sampai Cina, Australia, hingga Afrika. Pembina sekaligus penulis naskah Bahar Merdu mengolahnya menjadi cerita yang ringan, khas anak-anak, dan penuh humor. Para pemainnya semua masih pelajar SMP. "Kami datang untuk menghibur penonton dan dewan juri," kata Bahar.

Seorang juri, Koes Yuliadi mengatakan, teater daerah punya kekuatan mengolah cerita lokal. Dialek, logat, dan budaya daerah juga menjadi daya tarik teaternya. "Tak harus jadi teater seperti di Jakarta atau ingin jadi teater Indonesia, budaya lokal sudah sangat kaya untuk diolah," katanya.

ANWAR SISWADI


10.20 | 0 komentar | Read More

Sherina Rilis Album Tuna

Written By Unknown on Sabtu, 06 Juli 2013 | 10.20

TEMPO.CO , Jakarta: Sherina merilis album terbarunya, Tuna yang merupakan kependekan dari tunes from Sherina. Album terdiri dari delapan lagu baru, yang semuanya dibawakan secara akustik.  "Memang pingin banget akustik, seleranya mengarah ke sana," kata Sherina di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2013.

Lewat lagu-lagu barunya Sherina mempresentasikan keinginannya keluar dari hingar bingar dan hiruk pikuk. "Pingin tenang," kata penyanyi berusia 23 tahun itu.  Delapan lagu dalam albumnya itu merupakan lagu pilihan berdasar pengalaman pribadi Sherina. "Aransemennya sakral."

Sherina membutuhkan waktu selama tiga tahun menggarap album Tuna. Lamanya menyelesaikan album baru ini merupakan pengalaman baru baginya. Sherina bekerja dengan berbagai musisi dan dua di antarannya berkolaborasi dengan Vidi Aldiano dan Afgan Syahreza. "Seru, semua sangat personal, dari aransemen, lirik, itu sesuatu yang aku dambakan," ujarnya.

Kedelapan lagu dalam album Tuna antara lain, Demi Kamu dan Aku, Ada, Akan Ku Tunggu, Tak Usah Cemburu, Apakah Ku Jatuh Cinta, Impian "Kecil", Sing your Mind, dan yang terpilih menjadi single adalah lagu berjudul Sebelum Selamanya.

NANDA HADIYANTI

Topik terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak?

Berita Terpopuler
Cara Terbaik Mengisi Baterai Smartphone 
Pukat: Ungkap Hambalang, KPK Terganjal Kekuasaan
Thohir Ingin Remajakan Skuad Inter
Bentuk Gigi Tunjukkan Kepribadian


10.20 | 0 komentar | Read More

Sherina Ingin Lagu Barunya Menenangkan

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Sherina mengatakan lagu-lagu di album terbarunya kali ini sangat berbeda dengan lagu pada album-albumnya terdahulu. Kalau dulu, Sherina mengaku banyak menciptakan lagu-lagu bertempo cepat dan emosional, tapi kali ini, penyuka kartun Naruto ini membuat lagu-lagu lambat. "Sekarang konsepnya yang menenangkan saja," katanya dalam peluncuran album terbarunya, Tuna, pada 5 Juli 2013 di Energy Building, Jakarta.

Pada album teranyarnya ini, Sherina melantunkan lagu-lagu yang lebih klasik dan tidak bernada cepat. Dia berharap lagu-lagu ini  bisa menjadi penenang ketika orang-orang mendengarnya di tengah kemacetan lalu lintas.
 
Hampir semua lagu-lagu Sherina di album baru ini memakai latar belakang akustik. "Kalau kemarin lebih nge-band, sekarang kepikirannya akustik aja," katanya. Perubahan ini juga mencerminkan perkembangan suasana emosi Sherina sendiri. Banyak amarah, kata dia, sudah tersalurkan pada lagu-lagunya di album Gemini. "Makanya yang sekarang ini giliran cooling down,"lanjutnya.

Dengan lagu-lagunya yang bertempo lambat ini, Sherina mengaku bisa lebih santai di atas panggung. "Bisa nyanyi sambil duduk aja," katanya. Dia juga berharap lagu-lagunya bisa dipakai untuk mengiringi acara pernikahan.

MITRA TARIGAN

Berita Terpopuler:
Sutradara Film Despicable Me Keturunan Indonesia
Pukat: Ungkap Hambalang, KPK Terganjal Kekuasaan
Ini Perbedaan Kasus Hambalang dengan Kasus Lain 
Petugas Wings Air Dipukul Pejabat Papua Barat 
Komandan Kopassus Ganti Ponsel Sipir Cebongan 
Militer Mesir Buru Anggota Ikhwanul Muslimin  


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger