Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Love In Paris:Gaya Kelas Atas,Masalah Kelas Bawah

Written By Unknown on Sabtu, 10 November 2012 | 10.20

Sabtu, 10 November 2012 | 08:03 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Penulis skenario Love In Paris, Tisa, mengatakan sinetron Love In Paris bermula ketika sang produser sendiri memintanya untuk dibuatkan sebuah cerita sinetron yang berbeda dari sinetron kabanyakan. Menurut Tisa, rata-rata sinetron saat ini lebih banyak menceritakan kisah kehidupan masyarakat yang kebanyakan dari kalangan kelas menengah ke bawah.

Untuk memberikan kesan yang berbeda, akhirnya dia membuat cerita tentang orang-orang berduit. Tapi konflik-konflik yang digunakan itu konflik yang juga pernah dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. "Jadi gayanya masyarakat kelas atas, tapi masalahnya juga dirasakan oleh masyarakat kelas bawah," kata Tisa ketika dihubungi, Jumat 9 November 2012.

Film ini berkisah tentang masyarakat kaya yang bisa menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke luar negeri. Namun konflik seperti percintaan, atau hubungan orang tua dan anak seperti dalam sinetron yang tayang setiap hari itu, juga dirasakan oleh kalangan menengah ke bawah.

Menurut Tisa, konflik semacam itu dapat memainkan emosi para penonton. Masalah-masalah yang terjadi di film berdurasi 1,5 jam perhari itu juga cukup ringan sehingga tidak terlalu banyak memeras pikiran penonton.

Tisa tidak merasa sulit dalam mencari inspirasi filmnya yang berlatar Paris,Perancis itu. Ia banyak mengambil kisahnya sendiri, curhatan teman-temannya, atau pengalaman teman-temannya. "Sebenarnya untuk mencari inspirasi itu gampang kok. Tinggal lihat sekitar kita saja. Cuma lebih didramatisin," katanya.

Love In Paris ini menampilkan artis dan aktor seperti Rio Dewanto, Dimas Anggara, Michelle Zudith, dan Yunita Siregar, Mathias Muchus, Surya Saputra, dan Ira Wibowo. Tisa mengaku siap untuk menyiapkan sebanyak skenario untuk film ini hingga episode ke 70.

MITRA TARIGAN

Berita terpopuler lainnya:
Love in Paris Bakal Syuting di Bali dan Belanda 
Penulis Toys Story Dikabarkan Garap Star Wars VII
Sepultura Janjikan 23 Lagu di Kutai 
Jokowi Kesampingkan Nonton Sepultura Demi Warga
Swedish House Mafia di Indonesia Mirip di Inggris


10.20 | 0 komentar | Read More

Sepultura Siap Guncang Jakarta Malam Ini

Dari kiri, personil Kelompok musik Trash Metal asal Brasil, Sepultura, Andreas Kisser, Derrick Green, Eloy Casagrande dan Paulo Jr melakukan jumpa pers jelang konser "Djarum Super Rockfest 2012" di Jakarta, Rabu, (7/11). ANTARA/Teresia May

Sabtu, 10 November 2012 | 10:11 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Band thrash metal legendaris asal Brasil siap mengguncang Lapangan D, Senayan, Jakarta, Sabtu malam ini, 10 November 2012. Penampilan Sepultura ini merupakan salah satu sajian di acara festival musik rock bertajuk Rock Fest 2012.

Gerombolan Sepultura; Andreas Kisser, Paulo Jr, Derrick Green, dan Eloy Casgrande menjanjikan aksi yang berbeda dari kedatangan sebelumnya ke Indonesia. Sebelumnya, Sepultura pernah sukses menggelar konser di Jakarta dan Surabaya pada 1992 lalu.

"Selama 20 tahun kami banyak meng-eksplore. Kami juga sudah banyak bertemu banyak orang untuk lebih belajar. Konser ini akan menjadi momen terbaik kami," ujar Kisser dalam jumpa persnya, di Jakarta, Rabu, 7 November 2012.

Sebelum di Jakarta, Kisser dkk lebih dulu dijadwalkan menghibur para metalhead (pecinta musik metal) di Kutai Kartanegara, Jumat, 9 November 2012. Terakhir, mereka akan singgah di Makassar, 11 November 2012.

Formasi Sepultura sekarang tak seperti ketika pertama kali dibentuk pada 1984. Dulu ada Max Cavalera yang bertugas sebagai pemain gitar sekaligus vokal dan Igor Cavalera sebagai penggebuk drumnya. Total, mereka sudah menggelontorkan 12 album sampai saat ini.

YAZIR FAROUK|MITRA TARIGAN

Berita Lain:
Nadya Hutagalung Tidak Kenal Pahlawan Indonesia
Love In Paris:Gaya Kelas Atas,Masalah Kelas Bawah
Jokowi Kesampingkan Nonton Sepultura Demi Warga
Robert Pattinson Sering Lupa Ritsleting Celana


10.20 | 0 komentar | Read More

Djakarta Artmosphere, Dua Generasi Satu Panggung

Written By Unknown on Jumat, 09 November 2012 | 10.20

Jum''at, 09 November 2012 | 07:02 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Apa jadinya jika lagu legendaris Widuri dibawakan penyanyi asli Bob Tutupoly, tapi dengan irama reggae dan bossas? Bagaimana pula bila lagu Kasih dan Walau dalam Mimpi—yang beirama bossa nova dinyanyikan Ermy Kulit dengan iringan musik Zeke Khaseli? Zeke dulu pernah membentuk grup Zeke and The Popo, yang beraliran folk dan psikedelik.

Jika penasaran, datang saja ke Balai Sarbini besok malam. Sebuah pertunjukan musik bertajuk "Djakarta Artmosphere" bakal digelar di sana. Tak cuma menyatukan para penyanyi dari generasi berbeda di panggung yang sama, pergelaran musik tahunan ini juga memadukan dua genre musik yang berbeda. Para penyanyi lintas generasi dan genre ini disatukan dalam irama musik yang penyatuannya sendiri dianggap punya keunikan dan nilai historis.

Penyanyi Bob Tutupoly misalnya. Penyanyi yang kini berusia 73 tahun dan sudah memasuki dapur rekaman sejak 1959 itu bakal tampil satu panggung dengan Shaggydog. Shaggydog adalah band asal Yogyakarta yang dibentuk Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik, dan Yoyo pada 1997. Band yang memadukan beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing, dan rock n' roll,itu sudah merilis lima album.

Dua generasi berbeda itu akan disatukan lewat ekspresi dan musik. "Kami didekatkan dengan musik dan akan 'klik' dengan gaya musik swing," kata Heru, personel Shaggydog. Rencananya, selain membawakan lagu mereka sendiri, Shaggydog akan menampilkan dua lagu yang pernah dipopulerkan Bob, yakni Dimana dan Mengapa Tiada Maaf.

Djakarta Artmosphere juga bakal menyandingkan dua musisi rock dari dua generasi berbeda—Benny Soebardja dan The S.I.G.I.T.—yang sama-sama berasal dari Bandung. Benny dikenal sebagai rocker senior dari band Sharkmove dan Giant Step, yang di era 1970-an lebih senang menyanyikan lagu karya sendiri ketimbang lagu-lagu tribute to bands.

Ada juga kelompok The Upstairs, yang dikenal sebagai new wave and synthpop band. Kelompok musik yang dibentuk pada 2001 itu akan bersanding dengan Andy Ayunir—yang dikenal banyak memakai synthesizer dalam olahan musiknya. Kedekatan mereka sebelumnya terjadi ketika Andy pernah terlibat sebagai produser album The Upstairs, Energy, pada 2006.

Djakarta Artmosphere digelar mulai 2009 dengan konsep merekatkan dua generasi. Menurut Denny Sakrie, konser ini tidak bertujuan memamerkan sensasi, melainkan digelar sebagai sebuah dokumentasi musik Indonesia.

Mengutip kata-kata Bob Tutupoly, "Kami pernah mengisi sejarah musik Indonesia dan anak-anak muda ini sedang berkembang bakat musiknya. Setiap era memiliki keistimewaan sendiri. Yang penting jangan jadi pengekor."

Karena itu, Djakarta Artmosphere yang keempat ini siap kembali mencatat sejarah baru.

EVIETA FADJAR

Terpopuler:
Di Film Terbaru, James Bond Biseksual? 
Rihanna dan Chris Brown Duet di Album Unapologetic
Edane Akan Buka Konser Sepultura di Kutai
Musik Lintas Generasi Djaksphere Hadir Lagi 
Sepultura Janjikan Konser Beda dari 20 Tahun Lalu


10.20 | 0 komentar | Read More

Disney Live!, Ketika Mickey Mouse Mencari Bakat

Jum''at, 09 November 2012 | 10:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Mickey sedang kebingungan. Ia berniat mengadakan pertunjukan bakat, tapi belum menemukan orang-orang yang tepat. Bersama tokoh Disney: Donald Bebek, Minnie Mouse, Goofy dan Immanuel sang pembawa acara, Mickey berkelana ke seluruh negeri mencari bakat-bakat yang bisa menghibur anak-anak.

Jadilah mereka berlima berpetualang dengan mobil warna-warni di atas panggung. Perjalanan Mickey mencari bakat adalah bagian dari Disney Live! Mickey Rockin'' Road yang digelar di Gandaria City mulai 8-11 November 2012.

Dalam pencarian, Minnie, Mickey dan Immanuel menemukan bakat pertama dari Cinderella. Upik abu ini muncul secara tak sengaja ketika Minnie membeli sepatu di toko yang dikelola dua saudara tiri Cinderella. Lalu Mickey bertemu Woody dan Buzz Lightyear dari kisah Toy Story. Terakhir, mereka berhasil mengajak Tigger dari Winnie The Pooh untuk ikut manggung.

Ketika peserta bakat sudah lengkap, mereka pun tampil dengan khas sendiri. Tigger dengan aksi hiphop, Woody dan Buzz dengan permainan cowboy dan boybands luar angkasa, serta Cinderella dengan tarian putrinya. Aksi panggung para tokoh Disney ini cukup atraktif dan mengajak penonton untuk ikut bermain.

Sayang respon penonton kurang. Entah karena ajakan yang berbahasa Inggris atau karena para bocah itu tak biasa dengan konsep interaksi. Yang kentara adalah ketika sesi melempar guyon. Usaha Immanuel, Goofy dan Donald membuat para penonton cilik itu tertawa gagal total. Sebab guyon bahasa Inggris yang mereka lempar tak bersambut. Tak ada respon tawa apalagi tepuk tangan.

Para penonton terlihat gembira dan tertawa jika ada adegan slapstik dan adegan menari bersama. Anak-anak berlari-lari mendekati panggung untuk ikut menari bersama Minnie, Tiger dan Donald. Apalagi permainan pergantian set latar belakang panggung dan tata cahaya sangat menarik dengan warna-warni yang cerah. Membuat dua jam pertunjukkan tak membosankan. Penonton ikut merasakan petualangan Mickey dan teman-temannya dalam pencarian bakat.

Untuk menikmati Disney Live!, tersedia tiket Rp 175 ribu hingga Rp 800 ribu. Setiap harinya ada dua pertunjukan yan dimulai pukul 2 sore dan pukul 5 sore. Pertunjukkan ini pun akan dimainkan di Surabaya pada 16-18 November mendatang.

DIANING SARI

Berita Terpopuler
Bagasi Agnes Monica Tanggung Jawab Maskapai
Film Sang Kiai Segera Syuting di Kediri 
Pameran Gembrot Kilap Simbol Kemakmuran Orang Jawa
65 Judul Film Akan Diuji di Lawangsewu Festival
Munir dan Angklung Manggung di Brasil 
Hari Pahlawan, Murid SMP Jadi Soekarno  


10.20 | 0 komentar | Read More

Sepultura Janjikan Konser Beda dari 20 Tahun Lalu

Written By Unknown on Kamis, 08 November 2012 | 10.20

Dari kiri, personil Kelompok musik Trash Metal asal Brasil, Sepultura, Andreas Kisser, Derrick Green, Eloy Casagrande dan Paulo Jr melakukan jumpa pers jelang konser "Djarum Super Rockfest 2012" di Jakarta, Rabu, (7/11). ANTARA/Teresia May

Kamis, 08 November 2012 | 05:27 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Gitaris Sepultura, Andreas Kisser, menjanjikan Sepultura akan menampilkan perbedaan dari penampilan konser terakhir mereka di Jakarta 20 tahun lalu.

Ia mengungkapkan hal itu ketika banyak yang menanyakan bagaimana penampilan band metal asal Brasilini setelah memiliki personel baru. Apakah Sepultura dapat menampilkan konser besar seperti konser yang mereka lakukan pada 20 tahun lalu di Jakarta atau justru sebaliknya?

Menurut Kisser, selama 20 tahun terakhir ini mereka sudah mempelajari banyak hal untuk menjadi lebih baik.

"Selama 20 tahun kami banyak meng-explore. Kami juga sudah bertemu banyak orang untuk lebih belajar. Konser ini akan menjadi salah satu momen terbaik kami," katanya pada konferensi pers menjelang konser Sepultura di Cafe Rolling Stone, Jakarta pada Rabu, 7 November 2012.

Derrick Green, vokalis baru grup band ini, mengatakan orang tidak perlu melihat perbedaan personel di band itu. "Nggak usah lihat perbedaan itu. Nikmati saja penampilan kami nanti," kata pria ini.

Grup band yang dibentuk sejak 1984 ini sudah beberapa kali ganti personel. Para mantan personel mereka adalah Igor Cavalera, Max Cavalera, Jairo Guedez, Wagner Lamounier, Jean Dolabella. Salah satu pergantian yang menonjol adalah bergantinya vokalis grup band itu, Max menjadi Derrick.

Band yang sekarang diperkuat Andreas Kisser (gitar), Paulo Jr (bass), Derrick Green (vokal), dan Eloy Casgrande (drum) ini akan tampil di tiga kota besar di Indonesia. Mereka akan memulai aksinya di ajang Kutai Kartanegara RockinFest 2012 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong pada 9 November 2012.

Penampilan mereka dilanjutkan di ajang Rockfest 2012 di Lapangan D Senayan, Jakarta pada 10 November 2012. Terakhir, mereka akan tampil di Lapangan Parkir Utara Trans Studio Mall, Makassar pada 11 November 2012

Tiket konser band besar yang musiknya menghentak ini terbilang murah. Penonton hanya perlu membayar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu untuk semua kelas. Penampilan Sepultura di Jakarta dan Tenggarong, Kalimantan Timur dipatok dengan harga Rp 100 ribu. Sementara di Makasar dengan harga Rp 150 ribu.

MITRA TARIGAN

Terpopuler:
Di Film Terbaru, James Bond Biseksual? 
Musik Lintas Generasi Djaksphere Hadir Lagi 
Hari Ini Creed Gebrak Makassar
Peragaan Busana Surabaya Rasa Halloween


10.20 | 0 komentar | Read More

Rihanna dan Chris Brown Duet di Album Unapologetic

Kamis, 08 November 2012 | 06:05 WIB

TEMPO.CO , Los Angeles: Rihanna sepertinya sudah bersiap-siap kembali ke panggung musik dengan album terbarunya. Setelah memperkenalkan lagu pertama, Diamonds, pada September lalu, Rihanna mengeluarkan daftar lagu yang akan ada di album ketujuhnya ini, Unapologetic.

Album ini rencananya baru akan dikenalkan kepada publik pada Jumat, 16 November 2012. Theinsider, Selasa, 6 November 2012 menyebutkan, dalam daftar lagu yang dikeluarkan Rihanna ini terdapat lagu yang akan dinyanyikannya bersama Eminem dengan judul Numb.

Kejutan lain datang dengan adanya duet Rihanna bersama mantan kekasihnya Chris Brown dalam lagu yang berjudul Nobodies Business.

Untuk kolaborasi dengan Eminem, ini bukanlah pertama kalinya bagi Rihanna. Sebelumnya, ia juga tampil dalam lagu I Love The Way You Lie bersama dengan Eminem.

Sedangkan dengan Chris Brown, Rihanna pernah menjadi kekasih Brown sebelum akhirnya berpisah karena kekerasan yang dilakukan oleh Brown terhadapnya. Belum diketahui bagaimana tanggapan para penggemar Rihanna mengenai duet ini.

DEWI RETNO

Terpopuler:
Di Film Terbaru, James Bond Biseksual? 
Musik Lintas Generasi Djaksphere Hadir Lagi 
Hari Ini Creed Gebrak Makassar
Peragaan Busana Surabaya Rasa Halloween


10.20 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Creed Gebrak Makassar

Written By Unknown on Rabu, 07 November 2012 | 10.20

Selasa, 06 November 2012 | 05:47 WIB

TEMPO.CO , Makassar: Grup band beraliran rock alternative asal Amerika Serikat, Creed, akan mengentak fans musik cadas di Kota Makassar. Creed bakal manggung di lapangan parkir Trans Studio Makassar, hari ini, dalam rangkaian perayaan Guinness Arthur''s Day.

Makassar merupakan kota ketiga yang disambangi Creed, setelah tampil di dua kota, yakni Surabaya pada Rabu, 31 Oktober dan Jakarta pada Sabtu, 3 November. Puncak Guinness Arthur''s Day akan dilakukan di Medan pada Kamis lusa, 8 November 2012.

Grup band yang digawangi Scoot Stapp (vocal), Mark Tremonti (gitar, backing vocal), Brian Marshall (bass), dan Scott Philips (drum, perkusi, keyboard) ini bakal menghibur para penggemar selama tiga jam penuh dengan membawakan lagu-lagu yang ada di album mereka, seperti With Arms Wide Open yang menyabet penghargaan Grammy Award 2012 untuk kategori Best Rock Song.

Deputi Marketing Director of Guinness Indonesia, Herman Sulina, mengatakan setelah berkeliling ke Surabaya dan Jakarta, akhirnya perayaan Guinness Arthur''s Day 2012 sampai juga di Makassar. "Kami berharap teman-teman semua dan warga Makassar untuk bergabung dalam perayaan bersama besok (hari ini)," Katanya.

Herman menambahkan, di dua kota sebelumnya ribuan orang bergabung dalam perayaan Guinness Arthur''s Day. Menurut dia, konsep konser tahun ini sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Pada 2011, penampilan grup band luar dibagi, yaitu The Script dan Mr. Big. Tahun ini, Creed sebagai grup band luar tampil full di empat kota.

Selain Creed, ada grup band lokal, seperti Andra and the Backbone, The Finalist, Wijazz, serta The Joys dan Buya Band. Pentolan Andra and the Backbone, Andra, mengaku senang mendapat kesempatan manggung bersama grup band favoritnya, Creed. "Ini merupakan kehormatan tersendiri tampil dengan grup band yang mendunia," ujarnya.

Vokalis Creed, Scott Stapp, cukup antusias saat grup band-nya datang ke Makassar. Menurut dia, hal ini bakal menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Creed karena menjadi bagian dari perayaan Guinness Arthur''s Day tahun ini di Indonesia. "Kami tidak sabar untuk mengentak Makassar," kata Scott.

IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

Terpopuler:
No Doubt Tarik Video Klip Terbarunya
Konser The Fray di Jakarta Mendadak Dibatalkan
Tiga Kriteria Cewek Idaman Lee Seung Gi 
Menyulap Genteng Menjadi Alat Musik
Seni dan Sains dalam Seteguk Wine Berbahan Duwet


10.20 | 0 komentar | Read More

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah FFI 2012

Selasa, 06 November 2012 | 06:15 WIB

TEMPO.CO , Yogyakarta: Kota Yogyakarta terpilih menjadi tuan rumah dalam puncak kegiatan Festival Film Indonesia (FFI) 2012 yang dipusatkan di Benteng Vredeburg Yogyakarta pada 8 Desember 2012.

"Yogyakarta kami pilih karena yang paling memadai infrastrukturnya," kata Ketua Panitia FFI 2012 Duto Sulistiadi setelah bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Senin, 5 November 2012.

Infrastruktur yang dimaksud adalah ruang penampung rangkaian kegiatan yang diadakan pada 6-8 Desember, kesiapan pemerintah daerah, dan keamanan. Dalam festival ini, terdapat 45 film komersial yang dinilai sesuai dengan tema "Film Kita, Wajah Kita". Hampir semua film peserta sudah diputar di bioskop, misalnya Perahu Kertas dan Negeri Lima Menara. Hanya ada dua film yang sudah dinyatakan lulus sensor, tapi belum diputar di bioskop.

Sejumlah kategori penghargaan akan dinilai, yakni film terbaik, sutradara terbaik, penulis cerita asli terbaik, penulis skenario terbaik, pengarah sinematografi terbaik, pengarah artistik terbaik, penyunting gambar terbaik, penata suara terbaik, penata musik terbaik, pemeran utama pria dan wanita terbaik, film pendek terbaik, dan film dokumenter terbaik.

Menurut Duto, penjurian tahun ini lebih sulit karena lebih berbobot dibanding tahun sebelumnya. Durasi proses penjuriannya pun sedikit lebih panjang. "Poin utama penilaian berada di unsur kedalaman cerita. Tapi, karena semua cukup mendalam dan matang ceritanya, dipilih yang paling," kata dia. Untuk kategori film dokumenter dan film pendek, terdapat sekitar 120 judul yang masuk.

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara, menuturkan acara FFI ini ingin mengusung lagi kultur menggemakan film sebagai wahana yang mendorong perilaku kreatif masyarakat.

PRIBADI WICAKSONO

Berita Terkait:
Skyfall, James Bond Bisa Jenaka
Star Wars Episode Baru Rilis 2015
Koran Vatikan Bahas Film James Bond Skyfall
Beli Lucasfilm, Disney Bikin Star Wars Versi Baru
Sineas Muda Purbalingga Berjaya


10.20 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Creed Gebrak Makassar

Written By Unknown on Selasa, 06 November 2012 | 10.20

Selasa, 06 November 2012 | 05:47 WIB

TEMPO.CO , Makassar: Grup band beraliran rock alternative asal Amerika Serikat, Creed, akan mengentak fans musik cadas di Kota Makassar. Creed bakal manggung di lapangan parkir Trans Studio Makassar, hari ini, dalam rangkaian perayaan Guinness Arthur''s Day.

Makassar merupakan kota ketiga yang disambangi Creed, setelah tampil di dua kota, yakni Surabaya pada Rabu, 31 Oktober dan Jakarta pada Sabtu, 3 November. Puncak Guinness Arthur''s Day akan dilakukan di Medan pada Kamis lusa, 8 November 2012.

Grup band yang digawangi Scoot Stapp (vocal), Mark Tremonti (gitar, backing vocal), Brian Marshall (bass), dan Scott Philips (drum, perkusi, keyboard) ini bakal menghibur para penggemar selama tiga jam penuh dengan membawakan lagu-lagu yang ada di album mereka, seperti With Arms Wide Open yang menyabet penghargaan Grammy Award 2012 untuk kategori Best Rock Song.

Deputi Marketing Director of Guinness Indonesia, Herman Sulina, mengatakan setelah berkeliling ke Surabaya dan Jakarta, akhirnya perayaan Guinness Arthur''s Day 2012 sampai juga di Makassar. "Kami berharap teman-teman semua dan warga Makassar untuk bergabung dalam perayaan bersama besok (hari ini)," Katanya.

Herman menambahkan, di dua kota sebelumnya ribuan orang bergabung dalam perayaan Guinness Arthur''s Day. Menurut dia, konsep konser tahun ini sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Pada 2011, penampilan grup band luar dibagi, yaitu The Script dan Mr. Big. Tahun ini, Creed sebagai grup band luar tampil full di empat kota.

Selain Creed, ada grup band lokal, seperti Andra and the Backbone, The Finalist, Wijazz, serta The Joys dan Buya Band. Pentolan Andra and the Backbone, Andra, mengaku senang mendapat kesempatan manggung bersama grup band favoritnya, Creed. "Ini merupakan kehormatan tersendiri tampil dengan grup band yang mendunia," ujarnya.

Vokalis Creed, Scott Stapp, cukup antusias saat grup band-nya datang ke Makassar. Menurut dia, hal ini bakal menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Creed karena menjadi bagian dari perayaan Guinness Arthur''s Day tahun ini di Indonesia. "Kami tidak sabar untuk mengentak Makassar," kata Scott.

IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

Terpopuler:
No Doubt Tarik Video Klip Terbarunya
Konser The Fray di Jakarta Mendadak Dibatalkan
Tiga Kriteria Cewek Idaman Lee Seung Gi 
Menyulap Genteng Menjadi Alat Musik
Seni dan Sains dalam Seteguk Wine Berbahan Duwet


10.20 | 0 komentar | Read More

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah FFI 2012

Selasa, 06 November 2012 | 06:15 WIB

TEMPO.CO , Yogyakarta: Kota Yogyakarta terpilih menjadi tuan rumah dalam puncak kegiatan Festival Film Indonesia (FFI) 2012 yang dipusatkan di Benteng Vredeburg Yogyakarta pada 8 Desember 2012.

"Yogyakarta kami pilih karena yang paling memadai infrastrukturnya," kata Ketua Panitia FFI 2012 Duto Sulistiadi setelah bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Senin, 5 November 2012.

Infrastruktur yang dimaksud adalah ruang penampung rangkaian kegiatan yang diadakan pada 6-8 Desember, kesiapan pemerintah daerah, dan keamanan. Dalam festival ini, terdapat 45 film komersial yang dinilai sesuai dengan tema "Film Kita, Wajah Kita". Hampir semua film peserta sudah diputar di bioskop, misalnya Perahu Kertas dan Negeri Lima Menara. Hanya ada dua film yang sudah dinyatakan lulus sensor, tapi belum diputar di bioskop.

Sejumlah kategori penghargaan akan dinilai, yakni film terbaik, sutradara terbaik, penulis cerita asli terbaik, penulis skenario terbaik, pengarah sinematografi terbaik, pengarah artistik terbaik, penyunting gambar terbaik, penata suara terbaik, penata musik terbaik, pemeran utama pria dan wanita terbaik, film pendek terbaik, dan film dokumenter terbaik.

Menurut Duto, penjurian tahun ini lebih sulit karena lebih berbobot dibanding tahun sebelumnya. Durasi proses penjuriannya pun sedikit lebih panjang. "Poin utama penilaian berada di unsur kedalaman cerita. Tapi, karena semua cukup mendalam dan matang ceritanya, dipilih yang paling," kata dia. Untuk kategori film dokumenter dan film pendek, terdapat sekitar 120 judul yang masuk.

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara, menuturkan acara FFI ini ingin mengusung lagi kultur menggemakan film sebagai wahana yang mendorong perilaku kreatif masyarakat.

PRIBADI WICAKSONO

Berita Terkait:
Skyfall, James Bond Bisa Jenaka
Star Wars Episode Baru Rilis 2015
Koran Vatikan Bahas Film James Bond Skyfall
Beli Lucasfilm, Disney Bikin Star Wars Versi Baru
Sineas Muda Purbalingga Berjaya


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger