Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Cerita Keluarnya Anisa Ada di Film Terbaru Chibi

Written By Unknown on Selasa, 07 Januari 2014 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Rizal Mantovani membocorkan sedikit isi film terbaru idol group Cherrybelle, yang berjudul Diam Diam Suka. Sebagai sutradara, Rizal mengungkapkan bahwa di dalam film tersebut akan ada bagian yang menceritakan detik-detik keluarnya Anisa dari Cherrybelle.

Saat pertama dikerjakan, film ini masih dengan format lengkap Cherrybelle bersama dengan Anisa. Namun di tengah jalan Anisa memutuskan untuk mengundurkan diri. "Sebenarnya film ini belum dengan formasi baru, tapi nanti pas Anisa keluar akan diceritakan di sini," kata Rizal ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta, Minggu, 5 Januari 2013.

Karena keputusan Anisa keluar dari Cherrybelle, film ini juga sempat mengalami revisi disesuaikan dengan berkurangnya formasi Cherrybelle. Walaupun harus diubah, semua tetap berjalan dengan baik. Tidak ada yang merasa sulit dalam penyesuaian setelah Anisa hengkang.

"Improvisasi harus sih ya, memang sudah dibikin, tapi itulah ceritanya harus disesuaikan," ungkap sutradara yang dikenal lewat filmnya yang berjudul Jelangkung.

Film ini akan menceritakan tentang keinginan Cherrybelle berlatih koreografi lebih baik lagi. Dalam proses berlatih tersebut, terdapat sebuah cerita yang akan membawa mereka hijrah ke Melbourne, Australia. Film ini akan menampilkan visualisasi keindahan Melbourne dan menawarkan cerita fiktif yang meyisipkan konflik dan kisah cinta di dalamnya. Film kedua Cherrybelle ini rencananya akan ditayangkan pada Maret 2014 mendatang.

NANDA HADIYANTI

Terpopuler:
Mulai Besok, Deddy Corbuzier Digantikan Farhat Abbas  
Jadi Host, Farhat Abbas Yakin Tak Membosankan  
KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat  
Megawati Diminta Restui Jokowi Jadi Capres 2014  
Peluang Menang Duet Megawati-Jokowi Kecil


10.20 | 0 komentar | Read More

Princess, Bajak Laut & Alien: Fim Omnibus Anak

TEMPO.CO, Jakarta - Empat sutradara Indonesia, Rizal Mantovani, Upi, Eko Kristanto dan Alfani Wiryawan menggarap sebuah film omnibus anak-anak pertama berjudul Princess, Bajak Laut & Alien. Film ini merupakan omnibus dengan empat cerita yang berbeda-beda.

Rizal Mantovani menyutradari film Kamu Bully Aku B-Boy. Film ini bercerita tentang seorang anak yang kerap menjadi bahan bully oleh sekelompok anak SMA. Ingin menghilangkan kesedihannya menjadi korban bully, ia kemudian mencari cara merasa senang dan akhirnya menemukan sebuah tarian yang disebut breakdance atau yang saat ini disebut B-Boy.

Selain Rizal, ada Eko Kristanto yang menggarap sebuah cerita tentang petualangan yang berjudul Misteri Rumah Nenek. "Sebenarnya ide awalnya mau bikin kayak Scooby Doo, polanya akan ada yang nyamar jadi hantu," kata Eko ketika ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Minggu 5 Januari 2013.

Setelah disuguhkan cerita petualangan oleh Eko, ada lagi sebuah drama keluarga dari Alfani Wiryawan. Film ini berjudul Babeh Oh Babeh. Menceritakan seorang ayah yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Sayangnya sang anak malu untuk mengakui sang ayah yang menjadi penyanyi dangdut. Konflik keluarga ini dibalut kelucuan-kelucuan di dalamnya yang diciptakan sang ayah, diperankan oleh Tora Sudiro.

Terakhir, film dari Upi ini menjadi penutup dari cerita lainnya. Film berjudul Princess, Bajak Laut & Alien ini bercerita tentang seorang anak bernama Troy yang dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya lantaran tidak suka bermain dan lebih suka menyendiri untuk menambah pengetahuannya dengan membaca.

Film ini merupakan sebuah ide bersama sekaligus tantangan untuk Upi dan Rizal yang belum pernah membuat film anak. Lewat film ini juga menjadi ajang reuni bersama keempat sutradara yang telah saling mengenal satu sama lain sejak lama. Dengan adanya film ini diharap bisa meramaikan perfilman Indonesia, khususnya film untuk anak-anak.

NANDA HADIYANTI

Berita Terpopuler
Mulai Besok, Deddy Corbuzier Digantikan Farhat Abbas 
Jadi Host, Farhat Abbas Yakin Tak Membosankan 
Kate Winslet Khawatirkan Miley Cyrus
Farhat Abbas Ungkap Kekasih Cut Tari  


10.20 | 0 komentar | Read More

Slamet Gundono Berpijak Pada Akar Rumput  

Written By Unknown on Senin, 06 Januari 2014 | 10.20

Kerabat dan kolega seniman melakukan salat di depan jenazah dalang Ki Slamet Gundono (48) saat upacara penghormatan terakhir di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jateng (5/1). ANTARA /Andika Betha

TEMPO.CO, Surakarta - Kepergian seniman wayang suket atau wayang rumput Slamet Gundono meninggalkan kesan tersendiri bagi seniman gerak, Suprapto Suryodarmo. Bagi Suprapto,  Slamet Gundono tidak sekadar berkesenian tapi memahami kesenian sebagai media menyampaikan kritik sosial.

"Misalnya tentang wayang suket yang muncul di awal  2000, itu menandakan kesenian selalu berpijak pada akar rumput di masyarakat," kata Suprapto ketika ditemui di rumah sakit Yarsis Surakarta, Minggu, 5 Januari 2014.

Wayang suket mengekspresikan apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat bawah atau kalangan akar rumput. "Dia pernah mengatakan bahwa negara juga harus memperhatikan masyarakat bawah," ucapnya.

Menurut Suprapto, karya-karya Slamet Gundono berpijak pada kegelisahan di kalangan akar rumput, sehingga lahirlah beragam wayang yang keluar dari pakem. "Ada wayang suket, wayang api, wayang air, wayang hujan, dan wayang tanah," katanya.

Wayang hujan, misalnya, diciptakan  dari kegelisahan Slamet tentang banjir yang kerap terjadi di Surakarta. "Dia mengingatkan tentang bahaya banjir dan bagaimana cara mengatasinya, dengan media wayang," kata Suprapto.

Ketika prihatin terhadap kondisi tanah di Kalimantan yang rusak karena pertambangan liar, Slamet menciptakan wayang tanah.

Pemimpin Padepokan Lemah Putih ini memuji komitmen Slamet  untuk menampilkan wayang sebagai media kritik sosial dan pencerahan ke masyarakat.

Slamet Gundono meninggal pada Minggu, 5 Januari 2014 di rumah sakit Yarsis sekitar pukul 08.30. Dugaan awal penyebab kematiannya adalah komplikasi jantung, lever, dan paru-paru akibat penyakit hepatitis B dan darah tinggi.

UKKY PRIMARTANTYO


10.20 | 0 komentar | Read More

Slamet Gundono Dimakamkan di Tegal

Seniman Slamet Gundono berakting pada pementasan teater berjudul 'Garibaba Strange World' di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu malam (6/6). Pementasan tersebut merupakan kolaborasi antara seniman Jepang dan Indonesia. ANTARA/Regina Safri

TEMPO.CO , Surakarta:Seniman wayang suket Slamet Gundono meninggal, Ahad, 5 Januari 2014 pukul 08.30 di Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta. Seniman kelahiran Slawi, Tegal, pada 19 Juni 1966 ini meninggalkan seorang istri, Muning Sri Rejeki, 34 tahun dan dua anak, Nandung (9 tahun) dan Bening (3 tahun).

Manajer Slamet Gundono, Honggo Utomo mengatakan keluarga telah menyepakati alamarhum Slamet akan dimakamkan di Tegal. Keluarga menginginkan Slamet segera dimakamkan di tanah kelahirannya. Rencananya jenazah akan dibawa dari Surakarta, Ahad malam ini. "Kami berharap Senin 6 Januari 2013 pagi sudah bisa dimakamkan di Tegal," kata dia.

Sebelum dibawa ke Tegal, jenazah Slamet terlebih dahulu disemayamkan di Taman Budaya Surakarta pada Ahad sore. 

Pemimpin Padepokan Lemah Putih, Suprapto Suryodarmo mengatakan para seniman memang menginginkan jenazah Slamet Gundono disemayamkan di Taman Budaya Surakarta (TBS). "Karena dia mengawali berkesenian dari sana (TBS)," kata dia. (Baca:Ki Manteb Janji Beri Wayang ke Slamet Gundono)

Menurutnya masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir bagi pencipta wayang suket atau wayang rumput tersebut di TBS. "Dia sudah menjadi milik masyarakat. Banyak yang merasa memiliki," kata dia.

Seniman Slamet Gundono meninggal di Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta, Ahad, 5 Januari 2014 sekitar pukul 08.30. Dugaan awal, pencipta wayang suket ini meninggal karena komplikasi akibat penyakit hepatitis B dan darah tinggi yang dideritanya. (Baca: Dalang Yogya Siapkan Acara Mengenang Slamet Gundono)

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Terpopuler
Cut Tari Digugat Cerai Suami? 
Mulai Besok, Deddy Corbuzier Digantikan Farhat Abbas 
Tetap Bugar, Dubes Norwegia Naik Sepeda ke Kantor 
Britney Spears Kecewakan Penggemarnya
Radja: Tak Ada Masalah Personal dengan Inul


10.20 | 0 komentar | Read More

Muncul Petisi Tayangan YKS di Internet

Written By Unknown on Minggu, 05 Januari 2014 | 10.20

Polisi cilik saat melakukan goyang caesar usai melakukan aksi berbaris di Bundaran HI, Jakarta, (22/09). Aksi ini dalam rangka meriahkan HUT ke-58 polisi lalu lintas. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO , Jakarta:Tayangan 'Yuk Keep Smile' yang disiarkan stasiun televisi Trans TV menuai protes. Situs pembuatan petisi Change.org mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan pendukung petisi untuk pengentian tayangan tersebut.

Sampai Jumat, 3 Januari 2014, ada sebanyak 24.166 tanda tangan yang mendukung petisi ini. Padahal, pada 31 Desember tahun lalu, jumlahnya baru 202 tanda tangan. Ajakan mendukung petisi ini beredar pula di media sosial.

Petisi dimulai oleh akun atas nama Rifqi Alfian yang tertulis berlokasi di Gresik, Jawa Timur. "Kami memohon dukungannya untuk menghentikan acara YKS Trans TV. Ini adalah langkah awal untuk bersama-sama memperbaiki tayangan televisi Indonesia," Rifqi menulis.

Ia mengalamatkan petisinya kepada Direktur Trans TV, Atiek Nur Wahyuni dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Judhariksawan. Rifqi mengaku resah melihat tayangan televisi yang tidak mendidik. Menurutnya, YKS adalah acara komedi yang sangat tidak berkualitas dengan kata-kata kasar, menyiksa orang dengan main tebak-tebakan lalu kaki dimasukkan ke air es atau menyumpal tepung ke mulut lawan.


10.20 | 0 komentar | Read More

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono, Meninggal

TEMPO.CO, Surakarta - Dunia kesenian Surakarta berduka. Salah seorang seniman Solo, Slamet Gundono, 47 tahun, meninggal dunia pada Minggu, 5 Januari 2014 sekitar pukul 08.30 di Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta.

Salah seorang keponakan Slamet Gundono, Sri Waluyo mengatakan Slamet meninggal karena komplikasi. "Katanya komplikasi TB (tuberkolosis). Jantung dan ginjalnya kena," ujarnya kepada Tempo, Minggu, 5 Januari 2014.

Dia mengatakan, dalang wayang suket (rumput) itu masuk rumah sakit pada 31 Desember 2013. Selama dirawat, kondisi dalang interaktif ini naik turun. Sempat masuk ruang gawat darurat, lalu bangsal perawatan biasa, dan kembali ke ruang gawat darurat.

"Sejak Jumat, 3 Januari, kondisinya memburuk. Hingga akhirnya meninggal dunia," katanya. Rencananya Slamet Gundono, peraih penghargaan Prince Claus pada 2005 dari Belanda ini, akan dimakamkan di Tegal, tempat kelahirannya. Saat ini jenazah masih disemayamkan di Rumah Sakit Yarsis Surakarta. (Baca : Mereka yang Ikut Indonesia Performing Arts Market)

Slamet meraih penghargaan Prince Claus atas jasanya mengembangkan seni tradisional dengan mengadaptasi idiom dan gaya modern. Penghargaan diberikan oleh duta besar Belanda untuk Indonesia, Nikolaos van Dam di Jakarta pada Januari 2006.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Terpopuler
Terawang Hubungan Ariel-Sophia di 2014
Cut Tari Digugat Cerai Suami? 
Syahrini Harus Waspada di Tahun 2014 
Go Internasional, Agnes Monica Masih Kerja Keras  


10.20 | 0 komentar | Read More

Daftar Film Terlaris Tahun 2013  

Written By Unknown on Sabtu, 04 Januari 2014 | 10.20

TEMPO.CO, Hollywood - Iron Man 3 menjadi film terlaris sepanjang 2013. Terbukti, secara finansial, film blockbuster Marvel itu meraup lebih dari US$ 1,2 miliar. Film ini juga berada di puncak daftar box office seluruh dunia, mengungguli Despicable Me 2 dan Fast & Furious 6.

Seluruh seri Iron Man menghasilkan lebih dari US$ 3,8 miliar dan menjadi serial film superhero berpenghasilan terbesar.

Film Batman, termasuk inkarnasi Tim Burton, Joel Schumacher, dan Christopher Nolan,  memperoleh US$ 3,7 miliar. Sementara Superman hanya mampu mengumpulkan US$ 1,5 miliar dari penjualan tiket di seluruh dunia. Dan keempat film Spider-Man menghasilkan US$ 3,2 miliar.

The Hunger Games: Catching Fire menempati posisi keempat dalam daftar 2013 dengan penghasilan US$ 770 juta. Pendapatan ini naik US$ 80 juta dari The Hunger Games seri sebelumnya.

Monsters University meraup US$ 743 juta, hampir US$ 200 juta lebih tinggi dari Monster, Inc. yang pertama. Ini merupakan penghasilan studio Pixar tertinggi sejak Toy Story 3 pada 2010.

Man of Steel memberikan landasan kokoh untuk Superman dengan hasil US$ 662 juta.

Dari 20 film tersukses tahun ini, kebanyakan merupakan film sekuel atau yang dibuat berdasarkan cerita dari buku, komik, atau properti intelektual yang sudah ada. Hanya ada empat film yang merupakan naskah asli.

Salah satu yang paling sukses adalah Gravity. Film berlatar ruang angkasa ini mengumpulkan US$ 652 juta. Sepanjang karier Sandra Bullock dan George Clooney, ini merupakan film box office mereka dengan pengasilan tertinggi.

The Croods, Pacific Rim, dan Now You See Me adalah tiga film lainnya yang tidak mengangkat kisah novel atau komik terkenal.

Dilansir Digital Spy, Senin, 30 Desember 2013, berikut ini daftar 20 film tersukses 2013:

1. Iron Man 3 - US$ 1,215 miliar
2. Despicable Me 2 - US$ 918 juta
3. Fast & Furious 6 - US$ 788 juta
4. The Hunger Games: Catching Fire - US$ 771 juta
5. Monsters University - US$ 743 juta
6. Man of Steel - US$ 662 juta
7. Gravity - US$ 652 juta
8. Thor: The Dark World - US$ 627 juta
9. The Croods - US$ 587 juta
10. World War Z - US$ 540 juta
11. Oz the Great and Powerful - US$ 493 juta
12. Star Trek Into Darkness - US$ 467 juta
13. The Hobbit: The Desolation of Smaug - US4 426 juta
14. The Wolverine - US$ 414 juta
15. Pacific Rim - US$ 407 juta
16. GI Joe: Retaliation - US$ 375 juta
17. Frozen - US$ 363 juta
18. Now You See Me - US$ 351 juta
19. The Hangover Part III - US$ 351 juta
20. The Great Gatsby - US$ 348 juta 

RINA ATMASARI | DIGITALSPY


Berita Lain:
Tahun Baru, Anang dan Oddie Agam Tampil di Malang
Manggung, Dul Gantian Duduk-Berdiri
Lagu Baru Beyonce Dianggap Tidak Sensitif
Ahmad Dhani dan Anak-anaknya Tampil Bersama

 


10.20 | 0 komentar | Read More

Muncul Petisi Tayangan YKS di Internet

Polisi cilik saat melakukan goyang caesar usai melakukan aksi berbaris di Bundaran HI, Jakarta, (22/09). Aksi ini dalam rangka meriahkan HUT ke-58 polisi lalu lintas. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO , Jakarta:Tayangan 'Yuk Keep Smile' yang disiarkan stasiun televisi Trans TV menuai protes. Situs pembuatan petisi Change.org mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan pendukung petisi untuk pengentian tayangan tersebut.

Sampai Jumat, 3 Januari 2014, ada sebanyak 24.166 tanda tangan yang mendukung petisi ini. Padahal, pada 31 Desember tahun lalu, jumlahnya baru 202 tanda tangan. Ajakan mendukung petisi ini beredar pula di media sosial.

Petisi dimulai oleh akun atas nama Rifqi Alfian yang tertulis berlokasi di Gresik, Jawa Timur. "Kami memohon dukungannya untuk menghentikan acara YKS Trans TV. Ini adalah langkah awal untuk bersama-sama memperbaiki tayangan televisi Indonesia," Rifqi menulis.

Ia mengalamatkan petisinya kepada Direktur Trans TV, Atiek Nur Wahyuni dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Judhariksawan. Rifqi mengaku resah melihat tayangan televisi yang tidak mendidik. Menurutnya, YKS adalah acara komedi yang sangat tidak berkualitas dengan kata-kata kasar, menyiksa orang dengan main tebak-tebakan lalu kaki dimasukkan ke air es atau menyumpal tepung ke mulut lawan.


10.20 | 0 komentar | Read More

Hanung Terpilih Sutradara Terbaik Versi Tempo  

Written By Unknown on Jumat, 03 Januari 2014 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Orang-orang tua itu sangat kurus. Demikian kurus tubuh mereka, hingga seolah-olah tinggal tulang-belulang. Tak ada daging yang menempel. Mereka bekerja mengangkut dan memecah batu-batu. Semuanya sangat sengsara. Siang itu, mereka tampak dipaksa bekerja di suatu daerah yang terkesan sebagai perbukitan kapur yang gersang.

Hanung Bramantyo--sang sutradara--tampak punya perhatian terhadap detail lokasi. Adegan romusha itu hanya sekilas, tapi cukup dramatis. Pemilihan para orang tua untuk memerankan figuran pekerja itu juga diperhitungkan sekali. Bila diperhatikan, Hanung banyak menggunakan orang tua uzur di sana-sini untuk menjadi figuran, dari warga desa biasa sampai pengikut pesantren. Mungkin untuk keperluan ini ia meminta agensi di Yogya mencari petani-petani tua ke sudut-sudut Yogya. Hal-hal kecil ini perlu untuk menghidupkan film.

Soekarno adalah film kolosal. Banyak tantangan yang harus dihadapi Hanung. Syutingnya selama 70 hari, termasuk lama. Mula-mula Hanung harus mampu mengembalikan suasana zaman. Sekali set kelihatan tidak masuk akal, film akan jatuh. Sekali aktor-aktor utama terlihat melenceng aktingnya, film akan jeblok.

Untuk set cukup berhasil. Lorong-lorong, jembatan, dinding-dinding, dan kendaraan-kendaraan dalam adegan yang berlokasi di Surabaya, Bengkulu, sampai Jakarta--secara umum--terasa tidak janggal. Kita bahkan bisa menilai tingkat realisme set jauh lebih maju dibanding film-film Hanung sebelumnya, seperti Sang Pencerah, apalagi Ayat-ayat Cinta.

Menurut Hanung, sebelum syuting, ia melakukan napak tilas dari Blitar, Bengkulu, sampai bekas rumah H.O.S. Cokroaminoto di Surabaya. Saat ia datang ke penjara Banceuy, Bandung, penjara itu sebagian besar sudah berubah menjadi mal. Hanung memutuskan 90 persen syuting dilakukan di Jawa Tengah (Yogya, Semarang, Klaten, dan Ambarawa) dan 10 persen di Bogor. Hanung mengatakan banyak kesulitan untuk menyewa tempat syuting. Mau tak mau ia harus menyiasati bujet. "Seperti rumah Bengkulu. Untuk apa syuting di sana, sementara saya hanya membutuhkan lima scene?" katanya.

Akan halnya untuk urusan aktor, Hanung lumayan dalam casting pemain. Pemeran Sukarno, Hatta, Inggit, dan Fatmawati bermain cukup baik. Dan mereka setara. Aktor yang biasanya tampil di sinetron bisa bermain mengimbangi mereka yang banyak asam garam di dunia film. Akting pemeran Fatmawati, Tika Bravani, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain sinetron Bidadari-bidadari Surga, misalnya, ternyata cukup mencuri perhatian. Itu tentu akibat kemampuan Hanung mengarahkan.

Yang paling penting, Hanung tahu ke mana ia mengarah. Ujung film ini akhirnya adalah proklamasi. Seluruh drama percintaan Sukarno dengan Inggit dan Fatmawati serta semua konflik Sukarno dengan pemuda digeret klimaksnya ke arah sana. Film ini cukup berfokus.
 
Dramaturgi Hanung sesungguhnya konvensional. Film ini adalah biopik--film biografi yang linier. Ia merangkak dari masa kecil Sukarno ke periode magang di Cokroaminoto, kemudian masa-masa Sukarno menjadi tokoh PNI, saat ia mulai mempengaruhi massa dengan pidato-pidatonya, diasingkan ke Bengkulu, lalu mulai berhubungan dengan Jepang. Struktur film Hanung biasa. Ada awal, konflik, lalu resolusi. Namun, Hanung cukup menjaga ritme dramaturgi. Adegan demi adegan mengalir tak tersendat-sendat. Dari masa kecilnya meloncat ke Sukarno sang aktivis, kita tak terganggu. Kepekaan ini membuat Soekarno secara keseluruhan adalah film kolosal yang cukup enak ditonton.

ALIA | MAJALAH TEMPO


10.20 | 0 komentar | Read More

Daftar Film Terlaris Tahun 2013  

TEMPO.CO, Hollywood - Iron Man 3 menjadi film terlaris sepanjang 2013. Terbukti, secara finansial, film blockbuster Marvel itu meraup lebih dari US$ 1,2 miliar. Film ini juga berada di puncak daftar box office seluruh dunia, mengungguli Despicable Me 2 dan Fast & Furious 6.

Seluruh seri Iron Man menghasilkan lebih dari US$ 3,8 miliar dan menjadi serial film superhero berpenghasilan terbesar.

Film Batman, termasuk inkarnasi Tim Burton, Joel Schumacher, dan Christopher Nolan,  memperoleh US$ 3,7 miliar. Sementara Superman hanya mampu mengumpulkan US$ 1,5 miliar dari penjualan tiket di seluruh dunia. Dan keempat film Spider-Man menghasilkan US$ 3,2 miliar.

The Hunger Games: Catching Fire menempati posisi keempat dalam daftar 2013 dengan penghasilan US$ 770 juta. Pendapatan ini naik US$ 80 juta dari The Hunger Games seri sebelumnya.

Monsters University meraup US$ 743 juta, hampir US$ 200 juta lebih tinggi dari Monster, Inc. yang pertama. Ini merupakan penghasilan studio Pixar tertinggi sejak Toy Story 3 pada 2010.

Man of Steel memberikan landasan kokoh untuk Superman dengan hasil US$ 662 juta.

Dari 20 film tersukses tahun ini, kebanyakan merupakan film sekuel atau yang dibuat berdasarkan cerita dari buku, komik, atau properti intelektual yang sudah ada. Hanya ada empat film yang merupakan naskah asli.

Salah satu yang paling sukses adalah Gravity. Film berlatar ruang angkasa ini mengumpulkan US$ 652 juta. Sepanjang karier Sandra Bullock dan George Clooney, ini merupakan film box office mereka dengan pengasilan tertinggi.

The Croods, Pacific Rim, dan Now You See Me adalah tiga film lainnya yang tidak mengangkat kisah novel atau komik terkenal.

Dilansir Digital Spy, Senin, 30 Desember 2013, berikut ini daftar 20 film tersukses 2013:

1. Iron Man 3 - US$ 1,215 miliar
2. Despicable Me 2 - US$ 918 juta
3. Fast & Furious 6 - US$ 788 juta
4. The Hunger Games: Catching Fire - US$ 771 juta
5. Monsters University - US$ 743 juta
6. Man of Steel - US$ 662 juta
7. Gravity - US$ 652 juta
8. Thor: The Dark World - US$ 627 juta
9. The Croods - US$ 587 juta
10. World War Z - US$ 540 juta
11. Oz the Great and Powerful - US$ 493 juta
12. Star Trek Into Darkness - US$ 467 juta
13. The Hobbit: The Desolation of Smaug - US4 426 juta
14. The Wolverine - US$ 414 juta
15. Pacific Rim - US$ 407 juta
16. GI Joe: Retaliation - US$ 375 juta
17. Frozen - US$ 363 juta
18. Now You See Me - US$ 351 juta
19. The Hangover Part III - US$ 351 juta
20. The Great Gatsby - US$ 348 juta 

RINA ATMASARI | DIGITALSPY


Berita Lain:
Tahun Baru, Anang dan Oddie Agam Tampil di Malang
Manggung, Dul Gantian Duduk-Berdiri
Lagu Baru Beyonce Dianggap Tidak Sensitif
Ahmad Dhani dan Anak-anaknya Tampil Bersama

 


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger