Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Lindsay Lohan dan Nolan Funk Cocok di Film Erotis

Written By Unknown on Senin, 05 Agustus 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Lindsay Lohan biasa dikenal sebagai aktris yang tidak profesional di lokasi syuting. Namun, Nolan Funk, aktor Kanada teman mainnya di film The Canyons, mengungkapkan pernyataan yang berbeda.

Funk, yang juga penampil di Broadway dan penari ini, mengatakan dia bisa bekerja sama dengan Lohan. "Dia dapat menjadi teman yang sangat menyenangkan. Walaupun kami tidak banyak berada di satu layar, di adegan tertentu yang kami lakoni kami asyik-asyik saja," ujar Funk seperti dilansir Female First, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Pria yang pernah main di film X 2 dan Hollow Man 2 ini bercerita mereka maksimal melakukan adegan dalam syuting bersama. Mereka berharap membuat chemistry nyata yang membuat  penonton senang.

Menurut dia, Lohan memainkan peran seseorang yang banyak jeratan masalah, mungkin mirip dengan kisah hidupnya. Dan Lohan telah memberikan penampilan terbaiknya.

Banyak kontroversi tentang Lohan. Apalagi ditambah kabar bergabungnya James Deen, bintang film porno, di film mereka. Meski begitu, Funk merasa bangga main dalam film tersebut. Ia tak sabar menunggu tanggapan orang-orang yang menontonnya.

Di saat beradu akting dengan Lohan, Funk diketahui baru saja keluar dari panti rehabilitasi narkoba. Ia menjalani perawatan selama tiga bulan. Ia menganggap dia merasakan kehidupan yang sama seperti cerita di film tersebut.

The Canyons merupakan sebuah film thriller erotis yang disutradarai oleh Paul Schrader. Film ini dibintangi oleh Lindsay Lohan, James Deen, Nolan Gerard Funk, Gust Van Sant, dan artis pendukung lainnya. Film ini dirilis pada 2 Agustus 2013 di Amerika Serikat.

FEMALE FIRST | NANDA HADIYANTI


10.20 | 0 komentar | Read More

Empat Kota Indonesia, Kandidat Kota Kreatif Unesco

TEMPO.CO, Jakarta -Empat kota di Indonesia diusulkan menjadi kota kreatif kepada Unesco, lembaga PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya. Kota-kota ini diharapkan bisa mendapat pengakuan dunia. Prosesnya pada tahun ini dan diumumkan tahun depan.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada akhir Juli lalu di Jakarta. Menurut Mari, pihak kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sudah mengajukan berkas dan menunjuk konsultan untuk persiapan itu.

Empat kota, Bandung, Solo, Pekalongan dan Yogyakarta ini diusulkan untuk mendapat julukan sebagai creative city seperti yang diberikan kepada London dan Paris."Empat kota ini dipilih karena dinilai maju dalam seni, industri kreatif dan desain," kata Mari.

Nantinya, Unesco akan menerapkan kriteria untuk memenuhi syarat menjadi kota kreatif.  Ada dua kriteria dikeluarkan Unesco, yakni kota kreatif berbasis seni kerajinan dan kota kreatif berbasis desain.

The Creative City Network diluncurkan Unesco pada Oktober 2004 untuk kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia, melalui seleksi ketat. Unesco menilai dari sisi konsep urban planning apakah kota itu sudah mendukung kreativitas masyarakatnya,"Selain membangun sarana dan prasarana fisik dan non fisik," jelas Mari.

Contoh, Solo dinilai layak sebagai kota kreatif, karena setiap akhir pekan, jalan-jalan ditutup untuk menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat. Yakni, menggelar performing art, pameran dan memberi kesempatan UKM pameran bahkan sampai izin usaha gratis.

Bandung sebagai kota kreatif karena dinilai memiliki sisi visioner dalam bidang pariwisata dan kuliner. Sedangkan Pekalongan memiliki museum batik serta industri batik dan Yogyakarta dinilai memiliki ragam budaya dan seni, serta menjadi tujuan wisata Indonesia.

Ke depan, selain keempat kota tersebut, kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif akan mengajukan kota-kota lain di Indonesia,  masuk dalam jaringan kota kreatif Unesco.

"Pengamatan kami sementara yang bisa dikembangkan sebagai kota kreatif adalah Bali, Malang, dan Surabaya," kata Mari Elka. "Saya nilai wilayah Ubud, Bali cocok untuk kerajinan," kata dia.

EVIETA FADJAR


10.20 | 0 komentar | Read More

Lindsay Lohan dan Nolan Funk Cocok di Film Erotis

Written By Unknown on Minggu, 04 Agustus 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Lindsay Lohan biasa dikenal sebagai aktris yang tidak profesional di lokasi syuting. Namun, Nolan Funk, aktor Kanada teman mainnya di film The Canyons, mengungkapkan pernyataan yang berbeda.

Funk, yang juga penampil di Broadway dan penari ini, mengatakan dia bisa bekerja sama dengan Lohan. "Dia dapat menjadi teman yang sangat menyenangkan. Walaupun kami tidak banyak berada di satu layar, di adegan tertentu yang kami lakoni kami asyik-asyik saja," ujar Funk seperti dilansir Female First, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Pria yang pernah main di film X 2 dan Hollow Man 2 ini bercerita mereka maksimal melakukan adegan dalam syuting bersama. Mereka berharap membuat chemistry nyata yang membuat  penonton senang.

Menurut dia, Lohan memainkan peran seseorang yang banyak jeratan masalah, mungkin mirip dengan kisah hidupnya. Dan Lohan telah memberikan penampilan terbaiknya.

Banyak kontroversi tentang Lohan. Apalagi ditambah kabar bergabungnya James Deen, bintang film porno, di film mereka. Meski begitu, Funk merasa bangga main dalam film tersebut. Ia tak sabar menunggu tanggapan orang-orang yang menontonnya.

Di saat beradu akting dengan Lohan, Funk diketahui baru saja keluar dari panti rehabilitasi narkoba. Ia menjalani perawatan selama tiga bulan. Ia menganggap dia merasakan kehidupan yang sama seperti cerita di film tersebut.

The Canyons merupakan sebuah film thriller erotis yang disutradarai oleh Paul Schrader. Film ini dibintangi oleh Lindsay Lohan, James Deen, Nolan Gerard Funk, Gust Van Sant, dan artis pendukung lainnya. Film ini dirilis pada 2 Agustus 2013 di Amerika Serikat.

FEMALE FIRST | NANDA HADIYANTI


10.20 | 0 komentar | Read More

Empat Kota Indonesia, Kandidat Kota Kreatif Unesco

TEMPO.CO, Jakarta -Empat kota di Indonesia diusulkan menjadi kota kreatif kepada Unesco, lembaga PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya. Kota-kota ini diharapkan bisa mendapat pengakuan dunia. Prosesnya pada tahun ini dan diumumkan tahun depan.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada akhir Juli lalu di Jakarta. Menurut Mari, pihak kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sudah mengajukan berkas dan menunjuk konsultan untuk persiapan itu.

Empat kota, Bandung, Solo, Pekalongan dan Yogyakarta ini diusulkan untuk mendapat julukan sebagai creative city seperti yang diberikan kepada London dan Paris."Empat kota ini dipilih karena dinilai maju dalam seni, industri kreatif dan desain," kata Mari.

Nantinya, Unesco akan menerapkan kriteria untuk memenuhi syarat menjadi kota kreatif.  Ada dua kriteria dikeluarkan Unesco, yakni kota kreatif berbasis seni kerajinan dan kota kreatif berbasis desain.

The Creative City Network diluncurkan Unesco pada Oktober 2004 untuk kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia, melalui seleksi ketat. Unesco menilai dari sisi konsep urban planning apakah kota itu sudah mendukung kreativitas masyarakatnya,"Selain membangun sarana dan prasarana fisik dan non fisik," jelas Mari.

Contoh, Solo dinilai layak sebagai kota kreatif, karena setiap akhir pekan, jalan-jalan ditutup untuk menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat. Yakni, menggelar performing art, pameran dan memberi kesempatan UKM pameran bahkan sampai izin usaha gratis.

Bandung sebagai kota kreatif karena dinilai memiliki sisi visioner dalam bidang pariwisata dan kuliner. Sedangkan Pekalongan memiliki museum batik serta industri batik dan Yogyakarta dinilai memiliki ragam budaya dan seni, serta menjadi tujuan wisata Indonesia.

Ke depan, selain keempat kota tersebut, kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif akan mengajukan kota-kota lain di Indonesia,  masuk dalam jaringan kota kreatif Unesco.

"Pengamatan kami sementara yang bisa dikembangkan sebagai kota kreatif adalah Bali, Malang, dan Surabaya," kata Mari Elka. "Saya nilai wilayah Ubud, Bali cocok untuk kerajinan," kata dia.

EVIETA FADJAR


10.20 | 0 komentar | Read More

Natalie Portman Sutradari Film tentang Israel

Written By Unknown on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 10.20

TEMPO.CO , Inggris:Aktris Natalie Portman akan memulai proyek film di Israel September 2013. Portman yang berdarah Israel – Amerika ini akan menyutradarai film yang diadaptasi dari novel A Tale of Love and Darkness.

Novel karya salah satu penulis ternama di Israel, Amos Oz, itu berkisah tentang kehidupan pribadi Amos. Karena kepopulerannya, novel tadi telah diterjemahkan dalam 28 bahasa dan terjual jutaan eksemplar di dunia.

Secara garis besar, novel karya Amos Oz itu menceritakan kondisi kacau Jerusalem di masa akhir penguasaan Inggris. Kondisi itu dialami langsung oleh Amos yang masih kecil. Kisah berlanjut dengan pengalaman Amos remaja saat negara Israel mulai berdiri. Dalam film ini, Portman yang memiliki nama lahir Natalie Hershlag ini akan berperan sebagai ibu dari Amos Oz.

Seperti dilansir dari Reuters, Amos Oz yang menulis skenario film mengharap Portman datang ke Israel pada September nanti untuk memulai pra produksi film. Amos mengatakan kisah hidupnya itu diharapkan akan mulai difilmkan pada Januari 2014.

"Portman membaca novel A Tale of Love and Darkness dan memintaku untuk memperoleh hak membuat film adaptasi. Dia telah memintaku semenjak lima atau enam tahun lalu," kata Amos Oz. "Saya setuju karena penghargaanku terhadap karyanya yang tinggi. Portman itu aktris yang luar biasa."

Portman masih belum membuat pernyataan kepada publik tentang proyek film tersebut. Aktris berusia 32 tahun itu memenangkan Oscar tahun 2011 sebagai Aktris Terbaik atas perannya dalm film Black Swan. Portman memerankan seorang balerina hasil karya drama serpihak psikologi Darren Aronofsky. Film Ellen Page merupakan debut pertama Portman dalam dunia sutradara. Sementara film Miss Stevans yang dibintangi Anna Faris sebagai guru SMA, akan disutradarai Portman tahun depan.

THE GUARDIAN | NURUL MAHMUDAH


10.20 | 0 komentar | Read More

Richard Curtis Pensiun Setelah 'About The Time'  

TEMPO.CO , London: Richard Curtis sudah memikirkan waktu pensiunnya. Sutradara dari London ini pensiun setelah sukses membuat melalui beberapa film dan tulisan bergenre komedi romantis. "Saya tidak tahu,… saya sudah merasakannya. Rasanya seperti sudah menjadi keputusan saya. Kita lihat saja bagaimana nanti," kata Curtis.

Meski begitu, Curtis menyatakan tidak akan berhenti menulis meski About The Time sudah selesai dan akan segera diluncurkan. Curtis sukses menggarap komedi TV Blackadder tahun 1994, menilis Four Wedding and a Funeral tahun 1999, Nothing Hill tahun 1999, Love Actually tahun 2003. Terakhir dia membuat film About The Time.

About The Time diperankan oleh Domhnall Gleeson dan Rachel McAdams. Film ini berkisah tentang Tim Lake (Gleeson) yang memiliki kemampuan menjelajah waktu. Ia ingin mengubah sejarah hidupnya dan merayu Mary (McAdams)agar mau menjadi kekasihnya.

Sayangnya, Curtis tidak langsung berdiri di balik kamera di film terakhirnya. Berbeda dengan film Love Actually yang justru membuatnya mundur sebagai sutradara karena tidak percaya diri. Film About The Time akan serentak diputar 8 Agustus di London dan 1 November di Amerika.

THE GUARDIAN | RINDU P HESTYA


10.20 | 0 komentar | Read More

The Conjuring, Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Written By Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 | 10.20

TEMPO.CO , Jakarta:James Wan memang berdarah dingin. Kiasan berdarah dingin di sini bukan dalam artian pembunuh yang doyan menyiksa korbannya. Tapi sutradara yang gemar membuat jantung penonton berdetak kencang selama pemutaran filmnya. Bagaimana tidak, sejak pertama kali terjun ke dunia film mainstream, Wan menjejali penonton dengan deretan adegan berdarah Saw. Lanjut dengan Death Silence dan Insidious, kini ia muncul lagi The Conjuring.

Hampir sama dengan Insidious, The Conjuring bercerita tentang dunia supranatural di Amerika. Ada hantu dan usaha pengusiran setan. Bedanya, The Conjuring diambil dari kisah nyata sepasang paranormal, Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga). Sekitar tahun 1952, Ed dan Lorraine mendirikan England Society for Psychic Research. Dan sejak itu, mereka menyelidiki lebih dari 1.000 kasus hantu. Satu kasus Ed dan Lorraine yang cukup terkenal, bahkan dibuat bukunya oleh Jay Anson, adalah The Amityville Horror.

Tapi The Conjuring bukan The Amityville Horror, melainkan soal hantu yang merajalela di rumah baru keluarga Perron, pada 1971. Sebelum masuk ke rumah Perron di kawasan Harrisville, Rhode Island, Wan terlebih dulu menceritakan soal Annabelle. Secara fisik, popi ini mirip dengan boneka Susan milik Ria Enes. Bedanya, tubuh Annabelle dihuni hantu. Wajahnya mengerikan karena pun mengalami beberapa kerusakan, seperti matanya yang robek.

Belum memasuki inti cerita, keluarga Perron, Wan sudah membuat penonton ketar-ketir dengan kelakuan hantu di tubuh Annabelle yang ingin berpindah tempat, ke dalam badan si empunya. Kenapa Wan menjadikan Annabelle sebagai pembuka film? Karena dia akan berperan dalam kasus keluarga Perron.

Ketika adegan beralih ke keluarga Perron, Wan langsung memberikan tanda ke penonton: ada yang tidak beres di rumah Harrisville. Sadie, si anjing peliharaan, emoh masuk ke rumah. Kala malam, dia tak berhenti menyalak. Dan kesimpulan dari menonton The Conjuring selama 112 menit cuma satu, menyeramkan!

Tapi bila pernah menonton Insidious atau Paranormal Activity, detak jantung bisa cukup santai selama pemutaran film. Sebab seperti kebanyakan film horor, The Conjuring menebar adegan benda bergerak sendiri; hawa dingin menggigit; bisikan suara orang; atau hantu bocah lelaki yang berteman dengan anak terakhir keluarga Perron, April. Jadi ada beberapa adegan yang bisa diantisipasi kekagetannya.

Yang patut diacungi jempol dari The Conjuring adalah tim tata rias dan efek khususnya. Sosok Bathsheba si hantu tampil menakutkan. Dan ketika Carolyn Perron (Lili Taylor) dirasuki Bathsheba, perubahan wajahnya bisa bikin penonton tutup mata. Asli, ngeri!

The Conjuring
Sutradara:
James Wan Produced
Produser:
Tony DeRosa-Grund, Peter Safran, dan Rob Cowan.
Pemain:
Patrick Wilson, Vera Farmiga, Ron Livingston, dan Lili Taylor.
Distributor:
Warner Bros.
Genre:
Non-fiksi, horor.

CORNILA DESYANA

Topik Terpanas:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor


10.20 | 0 komentar | Read More

Novel ini Bacaan Favorit Tahanan Guantanamo

TEMPO.CO, Guantanamo - Novel serial erotik "Fifty Shades of Grey" ternyata merupakan bacaan favorit para penghuni kamp tahanan Guantanamo. Hal ini diketahui dari seorang anggota Kongres AS dari Partai Demokrat daerah pemilihan Virginia, setelah ia mengunjungi tahanan tersebut.

Seperti yang dilansir Dailymail, Jim Moran bersama dengan beberapa anggota Kongres telah mengunjungi Camp 7 pada hari Ahad 28 Agustus 2013. Camp 7 merupakan tempat tahanan dengan fasilitas keamanan tingkat tinggi. Karena didalamnya terdapat puluhan tahanan "paling berharga", termasuk lima orang yang didakwa merencanakan Serangan 11 September ke AS pada 2001.

Dari kunjungannya tersebut, diketahui bahwa buku terlaris karya penulis Inggris E.L. James adalah buku yang paling diminta para tahanan. "Bacaan yang paling banyak diminta para tahanan adalah novel Fifty Shades of Grey, mereka bahkan telah membaca keseluruhan serial buku ini," kata Moran.

Buku ini mendapat banyak publisitas karena adegan erotis nya. Tak hanya itu, serial ini juga menduduki daftar best seller di seluruh dunia dan terjual lebih dari 70 juta kopi di seluruh dunia.

Penjara Guantanamo juga memiliki perpustakaan yang menyediakan buku-buku, majalah dan DVD untuk 166 tawanannya. Dari buku-buku agama, novel-novel misteri karya Agatha Christie, film serta buku The Hunger Games, buku-buku pengurang rasa stres, buku mitologi Yunani "The Odyssey" serta "Star Trek" juga melengkapi koleksi perpustakaan tersebut, ungkap pustakawan yang minta disebut Zorro.

Namun, para pustakawan juga telah memilah dan menyortir buku atau majalah yang mengandung konten porno atau seks. Bahkan mereka telah menghitamkan foto wanita topless iklan-iklan di majalah tersebut.

ANINDYA LEGIA PUTRI

Berita Lain:
Demi Jokowi, Roy Marten Keliling Indonesia
Gading dan Gisele Menikah 14 September di Bali
Simon Cowell Nantikan Anak Pertama


10.20 | 0 komentar | Read More

Tahun ini, Puasa Adipati Dolken Berantakan

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 10.20

Maudy Ayunda dan Adipati Dolken saat launching film "Malaikat Tanpa Sayap" di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (7/2). TEMPO/Agung Pambudhy

TEMPO.CO, Jakarta -"Berantakan," itulah jawaban yang dilontarkan oleh Adipati Dolken saat ditanya tentang puasanya tahun ini. Kok bisa? Orang pasti menduga Adipati sering batal puasa karena sibuk. Tapi ini justru dibantah bintang film remaja ini.

"Justru berantakan karena tidak sedang banyak aktivitas syuting," katanya ketika ditemui dalam acara buka puasa bersama manajemennya,  Rabu 31 Juli 2013.

Pemeran Keenan dalam film 'Perahu Kertas' ini mengaku sedih karena ibadahnya tak genap tahun ini. "Jujur tahun ini puasa paling berantakan. Tahun lalu puasa cuma bocor sehari," ujarnya.

Adipati mengaku tahun ini puasanya sudah bocor 10 hari, padahal saat ini ia sedang break dari kegiatan syuting. "Kalau tidak ada kerjaan, godaannya di mana? Malah bisa tidur aja kan? Tetapi nggak ngerti deh... malah batal," ungkap pria kelahiran Bandung 19 Agustus 1991 ini.

AISHA

Topik Terpanas:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor

Berita Terpopuler:
Ahok-Lulung Berseteru, Ini Kata Kemendagri 
Joe Taslim Pindah Agama Demi Cinta
Bang Ucu: PKL Bongkar Sendiri atau Saya Bakar
SBY ke Lumajang, Dukun Semeru Dikerahkan 
Ahok: Jewer Saja, Kuping Saya Sudah Panjang, Kok!
Briptu Rani Syok Dipecat dari Kepolisian


10.20 | 0 komentar | Read More

Tania, Film Pertama Wulan Guritno Pasca Melahirkan

TEMPO.CO, Jakarta - Geliat perfilman Indonesia masih naik turun. Kondisi ini disampaikan oleh Wulan Guritno saat ia menghadiri syukuran film terbaru yang dibintanginya. Film yang berjudul "Tania" merupakan film yang baru saja selesai digarap pada bulan Juli 2013.

Bermain bersama tim baru menjadi tantangan tersendiri bagi ibu tiga orang anak ini. Ditemui di Prestige Lounge Kemang, pada Rabu 31 Juli 2013 , stri dari Adilla Dimitri memaparkan alasannya.

"Saya senang bekerja dengan orang baru di film. Ini penting untuk regenerasi," kata dia. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada semangat untuk terus memproduksi film dengan lahirnya sutradara baru dan pemain-pemain baru.

Film "Tania" ini bagi Wulan menjadi film pertamanya pasca ia cuti dari dunia berakting karena hamil dan melahirkan. Walau kisah dalam film ini dapat dikatakan cukup linier, justru kedekatan kisah dengan kehidupan sehari-hari inilah yang menurut Wulan menjadi dorongan bagi dirinya untuk turut berkontribusi.

"Ini film memang simple story, nggak njlimet. Tapi kita bisa belajar banyak hal, di antaranya kita belajar menghargai orang yang kekurangan, kadang orang yang kekurangan itu semangatnya lebih dari orang yang normal," kata dia bersemangat.

Film "Tania" memang mengisahkan seorang gadis buta sejak lahir. Namun kebutaannya tersebut tidak lantas membuat ia jadi pesimis memandang kehidupan. Gadis buta ini justru memiliki semangat tinggi untuk meraih mimpinya.

Film ini disutradarai oleh sutradara muda, Agung NS Nanda yang sebelumnya sempat menjadi penata artistik di beberapa film seperti, "Surat Kecil Untuk Tuhan" (2011), "Jinx" (2010), dan "Melodi" (2010).

Sebagai besutan pertamanya, Agung pun melirik pemain-pemain terhitung baru di dunia perfilman seperti, Dianeersky, Ferly Putra, dan Afdhal Yusman. Pemain senior seperti Wulan Guritno dan Hengky Sulaiman ikut bermain dalam film yang rencananya akan diputar di bioskop pada bulan Februari 2014 ini.

AISHA


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger