Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Musikimia Luncurkan Album Tema Cinta Tanah Air

Written By Unknown on Minggu, 23 Juni 2013 | 10.20

TEMPO.CO , Jakarta:Grup band Musikimia akan meluncurkan album pertama bertema 'Cinta Tanah Air'. "Temanya tentang cinta tanah air," kata Fadly, vokalis Musikimia di Balai Sarbini kepada Tempo, Kamis, 20 Juni 2013.

Grupband yang cukup sukses dengan single pertama Apakah Harus Seperti Ini, tersebut, memilih waktu pertengahan tahun 2013 untuk menelurkan karya terbarunya. "Kami sudah selesai mixing dan mungkin keluarnya pertengahan tahun," kata pemilik nama lengkap Andi Fadly Arifuddin itu. Ia berharap bandnya juga bisa konser pada tahun ini.

Pada album baru itu, grup band yang terdiri dari Rindra, Yoyo, Stephen dan Fadly ini mengaku sedang tergila-gila oleh budaya nusantara. Mereka mengaku akan memainkan musik bernuansa Indonesia, tapi pakai alat musik Barat. "Semua personil Musikimia itu besar dari musik Barat, jadi kami main alat musik barat," kata Fadly. "Tapi melody nusantara. Jadi bukan musik daerah, pakai alat musik daerah."

Fadly mengaku akan banyak kejutan yang akan diberikan Musikimia pada karya-karyanya kali ini. Ada lagu-lagu yang lay down, ada pula yang bertempo keras.

Namun yang unik, lagu-lagu dalam album ini terinspirasi dari berbagai tokoh-tokoh nasional. Sesuai temanya pula, lagu-lagu mereka akan menggambarkan nasionalisme ala Musikimia. "Ada yang terinspirasi dari berita Bung Karno. Ada pula yang dari pernyair Wiji Thukul. Lengkap Indonesia lah," dia melanjutkan.

Walau banyak hal negatif dari Indonesia, namun Fadly selalu yakin Indonesia sebagai negara yang kaya. "Dengan semua masalahnya, kondisinya tetep Indonesia adalah negaranya yang kaya," kata dia.

MITRA TARIGAN

Topik Terhangat
HUT Jakarta | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

Berita Terpopuler
Keributan Warnai Antrean di SPBU Sentul
BBM Naik, Empat Titik Rawan Dipantau
Antri Panjang, SPBU Depok Batasi Isi Rp 100 Ribu


10.20 | 0 komentar | Read More

Sixpence None The Richer: Selamat Ulang Tahun Jakarta!  

TEMPO.CO, Jakarta - Mengadakan konser tepat di hari jadi Kota Jakarta yang ke-486, band asal Amerika Serikat, Sixpence None The Richer tidak lupa mengucapkan selamat untuk warga ibukota.

"Ulang tahun Jakarta, kebetulan sekali kami ada di sini. Ini lagu ulang tahun untuk kalian," kata Leigh Nash sang vokalis saat tampil di IM3 Java Rockin' Land 2013 (JRL).

Begitu mendengar petikan intro gitar yang dimainkan oleh Matt Slocum, penonton pun langsung heboh. Pasalnya, baru memasuki lagu ketiga, Sixpence langsung membawakan lagu mereka yang paling populer, "Kiss Me". Lagu mereka itu pun menjadi persembahan bagi ulang tahun Jakarta.

Penonton Rockin' Land Stage yang kebanyakan hapal di luar kepala lagu itu pun sontak saja bersuara bersama, menyanyikan lagu yang populer tahun 90an akhir itu dari awal hingga selesai.

Suara bening dan khas Nash, terdengar seperti anak-anak, pun tidak berubah saat membawakan lagu itu. Penonton pun terhanyut dibawa bernostalgia ke masa lalu dengan lagu itu. Nash Sabtu (22/6) malam itu tampil dalam balutan atasan hijau dan rok berpotongan tinggi. Ia pun tetap mempertahankan gaya rambut pendeknya, seperti saat di video klip "Kiss Me".

Saat konferensi media beberapa saat sebelum mereka manggung pun, Nash menyatakan musik mereka memang tidak berubah.

Leigh Nash menyanyikan lagu-lagunya dengan manis, hampir semua lagu dibawakan tanpa aransemen yang mengubah total lagu mereka. Tetapi, bila dibandingkan dengan gaya mereka terdahulu, petikan gitar Slocum terdengar cukup berbeda. Petikan gitar elektroniknya malam itu terasa lebih nge-rock.

Sixpence membawakan beberapa lagu yang tidak begitu familiar oleh penonton, namun sangat terasa nuansa khas Sixpence None The Richer, seperti "Melody of You" yang diambil dari album "Divine Discontent" tahun 2002. Sixpence yang tahun lalu mengeluarkan album "Lost in Translation", pun turut mendendangkan lagu dari album terbaru mereka itu, "Radio", "Be Ok", dan "Safety Line".

Penampilan perdana mereka di Jakarta pun mendapat sambutan cukup meriah dari penontonnya, terutama Nash yang kerap melontarkan kata-kata di sela-sela penampilannya.

"Halo Indonesia! Lama sekali ya, sampai kami bisa ada di sini," kata Nash dari atas panggung.

Dengan suaranya yang khas, Nash pun membawakan salah satu lagu favoritnya dari Skeeter Davis, " End of The World".

"Don't they know it's the end of the world," Leigh Nas melantunkan lirik populer itu.

Tak kurang dari 15 lagu dibawakan oleh Sixpence None The Richer. Akhir konser menjadi anti-klimaks karena lagu yang paling ditunggu, "Kiss Me", telaj dibawakan di awal pertunjukan. "There She Goes" yang diprediksi menjadi lagu penutup pun rupanya masih memiliki penerus, "Love".

Sixpence None The Richer pun malam itu tidak membawakan dua lagu terkenal mereka, "Breathe Your Name" dan "Don't Dream It's Over".

ANTARA


10.20 | 0 komentar | Read More

Helena Bonham Carter Jadi Ibu Peri Cinderella

Written By Unknown on Sabtu, 22 Juni 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta--Helena Bonham Carter yang selama ini dikenal lewat perannya yang eksentrik, dikabarkan ikut ambil bagian dalam film Cinderella. Dalam film klasik Disney ini, Carter akan berperan sebagai ibu peri yang menolong Cinderella. Pengumuman mengenai peran ibu peri ini disampaikan oleh Disney, Kamis 20 Juni 2013.

Film Cinderella, yang rencananya akan dirilis 2014 akan dibintangi oleh Lily James, sebagai Cinderella. Sementara bintang serial Game of Thrones, Richard Madden akan berperan sebagai pangeran tampan. Peran ibu tiri Cinderella jatuh ke tangan aktris Cate Blanchett.

Kenneth Branagh dipercaya menjadi sutradara film yang naskahnya dikerjakan oleh Aline Brosh McKenna, penulis The Devil Wears Prada.

Tokoh ibu peri dalam gambaran animasi Cinderella 1950 adalah nenek yang penyayang. Dengan terpilihnya Carter untuk menjadi ibu peri, diduga film Cinderella terbaru ini kemungkinan akan lebih gelap. Mengingat Carter dikenal dalam perannya sebagai tokoh yang unik, gelap seperti peran Bellatrix Lestrange dalam film Harry Potter, Mrs. Lovett dalam Sweeney Todd dan yang terbaru Madame Thenardier dalam Les Miserables.

Bagi Carter, ini bukan kali pertama ia bekerjasama dengan Disney. Sebelumnya ia pernah bermain dalam film Alice in Wonderland. Ia juga tampil dalam film Disney selanjutnya yang dibintangi oleh Johnny Depp, The Lone Ranger.

Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah film ini nantinya akan lebih berwarna seperti Alice in Wonderland. Atau mungkin pendekatannya lebih klasik, tapi yang pasti pihak produser pernah mengatakan kalau mereka ingin film ini lebih modern.

"Kami sudah memikirkan judul dan karakter yang kami belum melihatnya dalam versi modern, aksi yang lebih nyata, dan kami sedikit kaget Cinderella belum pernah seperti itu, sebagai cerita yang tradisional dan lama," ujar sang produser Simon Kinberg kepada Hero Complex.

Kinberg dan McKenna bersama sudah memiliki rencana untuk sebuah aksi terbaru. Mereka berharap, status Cinderella sebagai karakter ikonik akan membantu film ini.

"Ini lucu karena namanya, sedikit seperti Sherlock Holmes atau Star Wars atau nama lain, (Cinderella) ini salah satu dari nama-nama yang orang tahu seluruh dunia dan mengenal ceritanya. Ini mudah diidentifikasi, sangatsangat cerita merakyat," kata Kinberg.

LATIMES | DEWI RETNO

Terhangat:
Evaluasi Jokowi | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

Berita lainnya:
'Leher Angsa', Impian Kecil Bocah Dusun
Konser Gangnam Style Man di Jakarta Diundur
Fadly Padi Belajar Goyang dari Nidji
Nidji Paling Senang Tampil di Depan Nidjiholic


10.20 | 0 komentar | Read More

Geisha Gelar Konser Tanpa Batas

Grup band Geisha tampil pada penutupan PON XVIII 2012 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (20/9). ANTARA/FB Anggoro

TEMPO.CO , Jakarta:Band Geisha Jumat, 21 Juni 2013 malam menggelar konser bertajuk Konser Tanpa Batas Gesiha Musikkamu di Soehanna Hall kawasan Sudirman, Jakarta. Band yang mencuat pamornya lewat lagu Jika Cinta Dia ini mempersembahkan konsep yang berbeda untuk konser kali ini.

"Ini program yang sengaja kami jadwalkan untuk mendekatkan dengan fans. Kami excited karena ini pertama kali main musik dekat dengan fans," kata Momo, vokalis Geisha saat ditemui di Soehanna Hall.

Konsep konser kali ini yakni terdapat 250 penggemar Geisha yang tergabung dalam My Geisha. Mereka terpilih dari 75 ribu penggemar Geisha yang dipilih berdasarkan poin tertinggi di situs penggemar Musikkamu.com. Para penggemar itu menikmati suasana konser tanpa batasan antara Geisha dan mereka, tanpa pengamanan ketat dan lebih intim. Setting panggung pun dibuat rendah untuk mendekatkan dengan penggemar.

Sehingga konser ini bertajuk Konser Tanpa Batas seperti yang pernah diselenggarakan band Noah bersama 300 penggemar beberapa bulan silam. "Kami deket dengan semua My Geisha di seluruh Indonesia. Ada 12 lagu yang akan kita nyanyikan semuanya hits," imbuh Robi sang Gitaris.

Geisha adalah band asal Pekanbaru yang digawangi oleh Momo, Roby, Nardm Dhann dan Aan. Memilih genre pop untuk berkarya di musik, Band yang terbentuk pada 2003 ini berhasil melejitkan karya mereka. Sebut saja beberapa lagu Geisha yang akrab di telinga pecinta musik seperti Jika Cinta Dia, Selalu Salah, Tak Akan Pernah Ada dan Kamu Yang Pertama. Hingga saat ini, Geisha telah berkarya sebanyak lima album dan merilis lagu terbaru berjudul Lumpuhkan Ingatanku.

NURUL MAHMUDAH

Berita Lainnya:
'Leher Angsa', Impian Kecil Bocah Dusun 
Konser Gangnam Style Man di Jakarta Diundur
Fadly Padi Belajar Goyang dari Nidji
Nidji Paling Senang Tampil di Depan Nidjiholic
Ini Dia Film di Festival Film Jerman 2013  


10.20 | 0 komentar | Read More

Konser Gangnam Style Man di Jakarta Diundur

Written By Unknown on Jumat, 21 Juni 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Gangnam Style Man menggoyang Jakarta terpaksa harus diundur sementara waktu. Psy yang tadinya akan menggelar konser di Jakarta pada 6 Juli 2013 mendatang, harus diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan, seperti yang diungkapkan penyelenggara dan promotor lewat akun twitter mereka.

Mahaka Sports & Entertainment, lewat akunnya @MHKentainment, berkicau tentang pengunduran konser pertajuk Harmony Festival tersebut. "Guys, berikut pernyataan resmi dari promotor @vesliveasia mengenai diundurnya konser PSY 6 Juli nanti," kicaunya pada, Selasa, 18 Juni 2013.

Pada kicauan tersebut terlampir sebuah foto dari surat pernyataan pihak promotor. Dalam surat tersebut berisikan permintaan maaf atas pengunduran jadwal dari rencana awal diadakannya konser penyanyi asal Korea ini.

"We regret to inform you that the Harmony Festival to be held on 6th July 2013 at Gelora Bung Karno Stadium will be postponed to a later time," tulisnya dalam surat tersebut. Padahal terhitung sejak 7 Juni 2013 lalu, penjualan tiket telah dibuka untuk para penggemar Psy di ibu kota.

Masih dari akun yang sama, pihak Mahaka Sports & Entertainment juga mengatakan siap untuk me-refund bagi pembeli yang telah membayar harga tiket masuk konser. "Silahkan langsung hubungi kiostix untuk mekanisme refund :),"kicaunya pada pembeli tiket konser Harmoni Festival Psy.
Sampai saat ini belum ada alasan pasti atas diundurnya konser tersebut.

Rencananya konser tersebut diadakan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 6 Juli 2013 dan dimulai pukul 19.00. Penjualan tiket pun telah dimulai dari harga termurah Rp 350 ribu sampai dengan kelas VIP seharga Rp 1,4 juta. Rencananya dalam konser tersebut Psy akan berkolaborasi dengan beberapa artis lokal tanah air dan ber-Gangnam Style bersama.

NANDA HADIYANTI


Terhangat:
HUT Jakarta | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM


Baca juga:

Ganjar Pranowo, Romantika Mahasiswa 'Abadi'
Man Of Steel Berjaya di Box Office dan Twitter
Polercoaster, Roller Coaster Tertinggi di Dunia
Bams Samsons Resmi Mundur


10.20 | 0 komentar | Read More

'Leher Angsa', Impian Kecil Bocah Dusun  

TEMPO.CO, Jakarta - Dunia anak-anak yang sederhana dan penuh canda hadir dalam film Leher Angsa. Adalah Aswin (Bintang Panglima), bocah dusun di pedalaman Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bersahabat dengan ketiga bocah lainnya, yakni Sapar (Yudi Miftahudin), Najib (Fachri Azhari) dan Johan (Agus Prasetyo). Mereka berteman dan berbagi keceriaan bersama menghidupkan suasana Kampung Sembilun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Aswin, si kecil cerdas yang gemar membaca melahap semua buku bacaan di perpustakaan sekolah maupun sobekan koran di selokan sawah. Namun, Pak Tampan (Lukman Sardi), ayah Aswin, yang terkenal pelit tak pernah membelikan Aswin buku yang layak untuk dibaca. Pun demikian dengan harapan kecil Aswin untuk memiliki sepeda guna pergi ke sekolah. Pak Tampan tak pernah menuruti keinginan putranya. Pak Tampan lebih suka menyabung Ayam hingga tak sempat membantu ibu Aswin (Tike Priyatnakusumah) bekerja di ladang.

Suatu hari, ada pesawat jatuh di ladang menimpa ibu Aswin yang sedang bekerja.Sang ibu meninggal hingga Aswin larut dalam kesedihan. Dalam hati bocahnya, Aswin mempersalahkan sang Ayah yang lebih memilih menyabung ayam daripada menggantikan sang ibu bekerja di ladang. Tak lama, keceriaan Aswin kembali kala ayahnya menikah lagi dengan Ibu Baru (Alexandra Gottardo).

Namun lagi-lagi Aswin harus kesal kepada Pak Tampan yang pelit karena tak mau membuatkan kakus leher angsa. Ia kasihan pada ibu Baru yang malu harus berjongkok di sungai untuk buang hajat bersama warga lainnya. Di desa itu, kakus leher angsa adalah kemewahan tersendiri yang hanya dimiliki oleh Pak Kepala Desa (Ringgo Agus Rahman). Sejak saat itu, mimpi Aswin tidak hanya memiliki sepeda baru saat lulus SD, tapi juga mempunyai kakus leher angsa agar Ibu baru betah tinggal bersama keluarganya.

Aswin bersama ketiga sahabatnya, Sapar, Johan dan Najib menghadirkan kekocakan ala bocah yang khas. Pesan moral untuk bocah seusia mereka dihadirkan oleh sutradara Ari Sihasale lewat adegan kala Aswin dan kedua temannya menjenguk Sapar yang sedang sakit bisul.

Cerita yang ditulis oleh Musfar Yasin, penulis skenario asal Lombok itu sarat dengan makna kebersahajaan hidup. Adegan yang cukup menyentuh dipotret utuh oleh sang sutradara kala Sapar dalam kondisi sakit hanya makan ubi rebus dan ikan asin pemberian Aswin. Sedemikian sederhana suasana dan aura pedesaan yang ditampilkan. Rumah-rumah penduduk yang ditampilkan pun kesemuanya berdinding bambu anyaman.

Seperti film-film sebelumnya garapan Ari bersama dengan sang istri, Nia Zulkarnaen, (King, Serdadu Kumbang, Di Timur Matahari), kali ini Leher Angsa juga menyuguhkan pemandangan menawan. Memilih lokasi kampung Sembilun di kaki Gunung Rinjani memang disengaja oleh tim produksi untuk memanjakan mata penonton.

Hampir sepanjang film, pemandangan apik ditunjukkan sebagai latar cerita. Sungai jernih yang mengalir, Gunung Rinjani yang hijau nan asri serta sawah terhampar luas memanjakan mata penonton. "Ceritanya sederhana . Walaupun sederhana tapi gambarnya harus indah, film kan dilihat mata juga," tutur Ari Sihasale.

Para pemain anak-anak, yakni Bintang Panglima, Yudi Miftahudin, Fachri Azhari dan Agus Prasetyo, berperan apik sebagai tokoh cerita utama. Meski terbilang baru di dunia seni peran, keempatnya memerankan karakter fiksi masing-masing dengan alami. Pun kehadiran orang dewasa dalam film anak itu, seperti Lukman Sardi dengan perannya sebagai Pak Tampan, mendukung jalannya cerita dengan pas. Karena memang ini cerita tentang anak, porsi pemeran orang dewasa hanya melengkapai jalannya cerita.

Film ini patut diapresiasi atas usahanya untuk menghadirkan cerita anak. Gaya narasi yang dipilih dimana Aswin sebagai poros cerita bertutur langsung ke penonton, berhasil mendekatkan ide dan pandangan khas anak-anak kepada kita. Pesan moral tentang kebersahajaan hidup, empati, kesederhanaan serta hubungan orang tua dan anak bisa ditemui dalam film ini. Untuk mengisi liburan keluarga, film ini tak ada salahnya ditonton

NURUL MAHMUDAH

LEHER ANGSA
Produksi : Alenia Pictures
Sutradara : Ari Sihasale
Skenario : Musfar Yasin
Pemain : Bintang Panglima, Lukman Sardi, Alexandra Gottardo, Ringgo Agus Rahman, Teuku Rifnu Wikana, Tike Priyatnakusumah, Yadi Miftahudin, Fachri Azhari, Agus Prasetyo.
Durasi : 115 Menit
Waktu Premier: 16 Juni 2013
Waktu tayang di Bioskop: Mulai 20 Juni 2013


10.20 | 0 komentar | Read More

Polercoaster, Roller Coaster Tertinggi di Dunia  

Written By Unknown on Kamis, 20 Juni 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Las Vegas - Las Vegas Strip akan menjadikan dirinya sebagai daya tarik terbesar bagi para wisatawan yang menyukai permainan yang memacu adrenalin. Pasalnya, perusahaan hiburan Rides Thrill AS berencana untuk menghabiskan uang sekitar US$ 100 juta atau sekitar Rp 990 miliar untuk membangun "Polercoaster" dekat Tropicana Hotel di Strip.

Seperti yang dilansir disitus Fox News, Polercoaster adalah roller coaster yang memiliki tinggi sekitar 650 kaki. Permainan ini akan menjadi roller coaster tertinggi di dunia dengan menyajikan pemandangan indah Las Vegas. Pada bulan April, Rides Thrill AS telah mengajukan rencana pembangunan roller coaster ini ke Federal Aviation Administration. Namun, FAA masih menentukan apakah struktur yang direncanakan tersebut berbahaya atau tidak karena letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional McCarran.

Presiden Rides Thrill US, Michael Kitchen, optimistis tentang rencananya untuk menambahkan permainannya ke Las Vegas skyline. "Karena Las Vegas merupakan salah satu tujuan wisata terbaik di dunia," katanya kepada media Las Vegas. Nantinya Polercoaster akan membawa para wisatawan melesat dengan sangat cepat menaiki dan menuruni menara yang menjadi landasan roller coaster tersebut.

FOXNEWS.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI

Tepuk Tangan Itu Menular
Terperangkap Stoples, Rubah Ini Dibantu Pria Rusia 
Benua Eropa dan Amerika Diprediksi Bertabrakan
2100, Populasi Manusia di Bumi 11 Miliar
Ini Penyebab Orang Ekstrovert Suka Berpesta

 


10.20 | 0 komentar | Read More

Man Of Steel Berjaya di Box Office dan Twitter  

TEMPO.CO, Los Angeles - Film anyar Man of Steel meraup sukses besar box office selama akhir pekan pembukaannya. Man of Steel mengantongi US$ 128 juta di Amerika Serikat. Film ini juga menjadi perbincangan utama pengguna situs jejaring sosial Twitter yang memberi apresiasi positif pada film tentang Superman terbaru ini.

Menurut tim di PCS Ltd, mereka memanfaatkan sebuah solusi manajemen media sosial baru yang disebut Social Knowledge untuk menentukan tingkat keterlibatan pengguna Twitter dalam membincang Man of Steel. Menurut analisis mesin ini, film itu meraih 58 ribu komentar positif, 28 ribu komentar netral, dan 16 ribu komentar negatif melalui Twitter selama akhir pekan pembukaannya.

Sebanyak 10,81 persen dari semua komentar mengatakan Man of Steel adalah "mengagumkan" sementara 9,61 persen memberikan penilaian "baik" untuk film ini. Penghitungan dimulai beberapa jam setelah pemutaran perdana film di AS.

Man of Steel yang mengisahkan asal-usul Superman ini menjadi film kedua terbesar dalam pemasukan sepanjang 2013. Film ini dibintangi oleh Henry Cavill sebagai Superman dan Ammy Adams sebagai Lois Lane.

Terdapat 100 produk bermerek yang mendanai dan juga ikut serta dalam film ini. Jumlah tersebut merupakan rekor untuk penampilan produk dalam sebuah film. Beberapa produk yang ikut serta berada di film Man of Steel, yaitu mobil Chrysler, ponsel Nokia, kacamata Warby Parkerm, dan minimarket Walmart.

CNN | TRIP B

Berita Terkini
Tepuk Tangan Itu Menular
Terperangkap Stoples, Rubah Ini Dibantu Pria Rusia 
Benua Eropa dan Amerika Diprediksi Bertabrakan
2100, Populasi Manusia di Bumi 11 Miliar
Ini Penyebab Orang Ekstrovert Suka Berpesta


10.20 | 0 komentar | Read More

Enam Perupa Mengesplorasi Mimpi

Written By Unknown on Selasa, 18 Juni 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Yogyakarta - Ruangan pamer bagian belakang Bentara Budaya Yogyakarta bak ruang makan. Dua meja panjang dirapatkan dengan enam kursi aneka warna di sekelilingnya. Tapi satu kursi dipojok diletakkan di atas meja dalam posisi terbalik, seolah jamuan yang terhidang di atas meja hanya untuk lima orang sesuai jumlah piring yang ada. Atau orang keenam sudah selesai bersantap dan meninggalkan arena perjamuan.

Inilah karya instalasi Vani Hidayatur Rahman, 32 tahun, dalam pameran   kelompok Batu Asah bertajuk "Tafsir Mimpi" di Bentara Budaya Yogyakarta, 14-20 Juni 2013. Judul karya itu tak biasa: "Banyak-banyak makan jangan ada sisa, makan jangan bersuara. Banyak-banyak makan jangan ada sisa, ayo makan bersama".

Adapun santapan di atas meja itu berupa kayu batang pohon yang dipotong mirip irisan roti tawar di atas nampan dalam ukuran yang tak biasa. "Di ruang pamer belakang ada piring, kita disuruh makan apa ini?" kata rohaniawan Sindhunata mewakili Bentara Budaya pada sambutan pembukaan pameran, Jumat malam 14 Juni 2013. Pertanyaan itu dia tujukan ke Hermanu, pengelola Bentara, sebelum pameran dibuka.

Sindhunata mengulang jawaban Hermanu padanya: "Kita diberi kebebasan berimajinasi." Ya, imajinasi tentang makanan yang akan disantap. Makanan apa pun yang terlintas di benak kita. "Termasuk makanan yang dilarang sekalipun," kata dia.

Menurut Sindhunata, mimpi bisa bermakna apa saja. Tak hanya kembang tidur. Dalam pengertian ilmiah, mimpu adalah bagian bawah sadar yang mampu menggerakkan seseorang. "Dan mimpi yang baik adalah mimpi yang progresif, agresif," kata dia. Kenapa? "Agar hidup tak begini-begini saja."

Kelompok Batu Asah terdiri dari enam perupa. Dhidik Danardono, Fajar Susanto alias Kunting, Ismu Ismoyo, Rio Humansyah Ali, Rosi Alam Fidiansyah, dan Vani Hidayatur Rahman. Karya mereka beraneka ragam dengan beragam material. Dhidik misalnya, menampilkan karya berjudul "Dream Catcher" berupa tempat tidur dengan bewarna hitam dengan obyek berbentuk alat perangkap tikus di atasnya dengan latar warna merah.

Atau Ismu yang melukis di atas kertas kardus. Adapun karya Fajar yang didapuk sebagai ketua pameran, memakai medium tutup kaleng untuk karya lukisnya dengan subject matter perempuan telanjang. "Ini kenakalan imajinasi saya saja," kata dia.

ANANG ZAKARIA


10.20 | 0 komentar | Read More

Erwin dan Gita Gutawa Gugup Lihat Di Atas RataRata

TEMPO.CO, Jakarta- Ayah dan anak Erwin dan Gita Gutawa mengaku sangat deg-degan ketika melihat pertunjukan anak-anak asuhnya, Di Atas Rata-Rata. "Selama nonton konser, kami deg degan banget,"kata Erwin setelah acara konsernya, di Balai Sarbini, Jakarta pada Sabtu 15 Januari 2013.

Erwin mengaku semua anak-anak asuhannya ini sudah sangat bertalenta dan hanya perlu memberikan polesan-polesan saja bagi anak-anak ini. Erwin dan Gita pun pastinya sangat berharap agar konser DARR yang dapat berjalan dengan lancar. 

Ketika Erwin dan Gita was-was atas penampilan ketiga belas anak anak besutan mereka, ketiga belas anak anak itu pun mengaku grogi ketika sebelum tampil di panggung. "Ini konser pertama.Jadi senang dan deg-degan sekaligus," kata Dian, penyanyi berumur 11 tahun yang membuka konser malam itu. Dian pun tambah grogi letika melihat penonton yang memenuhi gedung Balai Sarbini itu. "Takut salah," kata Dian.

Anak-anak yang lain pun mengaku sama takutnya berada di atas pangung sebesar itu. Namun setelah tampil mereka pun mengaku dirinya puas. "Alhamdulilah lancar," kata Raffi, anggota DARR yang baru berusia 13 tahun dan ahli ngejazz. 

Gita Gutawa pun mengaku bangga atas pencapaian Di Atas Rata-Rata pada di panggung itu. Menurutnya Konser ini adalah waktu mereka bersinar. "Papa dan aku hanya mendukung mereka aja,"katanya. Menurut gadis yang sedang bersekolah di Inggris ini kesukesan acara konser itu berkat kerja keras anak-anak itu. "Alhamdulilah konser lancar dan sambutannya baik," katanya bahagia walau melihat dari sisi samping panggung. 

Pada konser Di Atas Rata-Rata, Gita dan Erwin Gutawa hanya menjadi pembawa acara. Erwin yang mengenakan setelan jas lengkap, serta Gita yang mengenakan gaun rumbai kuning-biru memperkenalkan satu persatu anak anak asuhan mereka itu.

MITRA TARIGAN


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger