Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ahmad Dhani Dimarahi Meisya Siregar

Written By Unknown on Sabtu, 06 April 2013 | 10.20

Tolong, Kembalikan Trotoar Saya

Musim hujan patut disyukuri, air berlimpah. Udara jadi lebih segar dan mungkin jadi lebih bersih karena butir-butir polutan terbawa air jatuh ke tanah. Tapi, sebagai pejalan kaki, situasinya menjadi tidak mudah bagi saya. Di Bandung, kota tempat saya ting


10.20 | 0 komentar | Read More

Didukung MUI, Ini Tanggapan Fatin Shidqia

Fatin Shidiqia Lubis sudah mulai tampil dengan goyangan saat menyanyi di babak Gala Show Eliminasi X Factor Indonesia di Jakarta, (1/3). SLANK, yang tampil terakhir, mendukung Fatin dan meminta Fatin tidak melepas jilbab dan bergoyang saat menyanyi. ANTARA/Teresia May

Sabtu, 06 April 2013 | 10:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta- Majelis Ulama Indonesia ikut memberikan dukungan pada kontestan X Factor Indonesia, Fatin Shidqia. Dalam satu surat terbuka, MUI mendukung Fatin untuk selalu menjaga hijabnya.

"Sudah sempat dengar, Seneng, seneng banget," kata Fatinseusai acara X Factor Indonesia, di RCTI, Jakarta, Sabtu, 6 April 2013. Fatin menganggap surat dari MUI itu adalah salah satu support positif untuknya.

"Jadinya aku seneng, bersyukur, cuma minta doanya aja sih. Jadi keep support aja," kata Fatin. Majelis Ulama melalui Cholil Ridwan yang membidangi seni dan budaya mengingatkan Fatin agar tidak mudah tergoda untuk membuka jilbabnya.

Menanggapi itu, Fatin mengatakan bahwa jilbab telah menjadi bagian darinya, sehingga tak akan bisa ditinggalkannya.

"Dari awal aku emang pake jilbab, jadi udah jati dirinya aku pake jilbab, jadi itu kayak ga mungkin banget (buka jilbab)," kata siswa SMA 97 Jakarta Selatan itu menutup komentarnya.

Malam tadi Fatin tampil dengan keunikannya seperti biasa.Dia membawakan lagu Duffy berjudul Mercy.

NANDA HADIYANTI

Berita Terpopuler:

Ahmad Dhani Dimarahi Meisya Siregar

Gede Bagus Tersisih Lawan Mika Angelo

Mika Angelo Nyaris Tersisih

Opera Kendedes Dipentaskan di Surabaya  


10.20 | 0 komentar | Read More

Bertengkar, Richie Sambora Batal Ikut Tur Bon Jovi

Written By Unknown on Jumat, 05 April 2013 | 10.20

Jum'at, 05 April 2013 | 05:08 WIB

TEMPO.CO , New York:Kabar tidak menyenangkan datang bagi para penggemar Bon Jovi yang menantikan tur mereka. Gitaris Bon Jovi, Richie Sambora, tidak akan bergabung dalam tur untuk promosi album terbaru mereka, Because We Can. Kabar mengejutkan ini diumumkan di situs mereka, Rabu, 3 April 2013.

"Karena masalah pribadi, Richie Sambora tidak akan tampil dalam tur yang akan datang. Semua pertunjukan akan berjalan sesuai rencana," bunyi pengumuman di laman Bon Jovi.

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai keluarnya Richie secara mendadak dari tur. Ketidakhadiran Richie dalam tur Bon Jovi bukanlah yang pertama. Pada 2011, gitaris berusia 53 tahun ini melewatkan 13 konser bersama Bon Jovi karena masuk klinik rehabilitasi. Richie pernah menjalani perawatan serius akibat ketergantungan terhadap alkohol pada 2007. Ia juga pernah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk pada 2008.

Menurut laporan TMZ, Richie mundur karena bertengkar dengan Jon Bon Jovi, vokalis Bon Jovi. Pada liburan paskah pekan lalu, Richie terlihat menghabiskan waktu bersama putri tunggalnya Ava, 15 tahun, berlibur di Hawaii.

Bon Jovi sendiri dikabarkan akan tampil di 14 kota di Kanada dan Amerika bulan ini. Selanjutnya bulan Mei nanti mereka akan tampil di Afrika Selatan, Eropa, dan kembali ke Amerika.

USMAGAZINE| DEWI RETNO

Berita lain:
Film Cinta tapi Beda Menang di AIFFA 
24 Film Berlaga di Malang Film Festival 
'Finding Srimulat' Diputar Perdana di Layar Tancap 
Penjualan Tiket Palestine Orchestra Masih Seret
Emma Watson Diincar Film `Beauty and The Beast`


10.20 | 0 komentar | Read More

Opera Kendedes Dipentaskan di Surabaya

Jum'at, 05 April 2013 | 05:13 WIB

TEMPO.CO , Surabaya: Pementasan Opera Ken Dedes, Wanita di Balik Tahta, akan digelar di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Sabtu, 6 April 2013 nanti. Kapasitas penonton dalam opera ini sebanyak 600 kursi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis TBJT, Sukatno mengatakan akan menyediakan layar lebar di Pendopo TBJT bagi masyarakat yang ingin menonton pagelaran kolosal ini. "Untuk lakon ini memang baru pertama dipentaskan di Surabaya," kata Sukatno kepada Tempo. "Namun grup ini sudah tiga kali menggelar pertunjukan di Surabaya dengan lakon berbeda-beda."

Sukatno mengaku sudah menjual sekitar 300 tiket. "Pada Sabtu besok, kapasitas kursi yang disediakan kemungkinan akan terjual habis," katanya. Animo masyarakat Jawa Timur untuk menyaksikan pertunjukan ini cukup tinggi.

Pergelaran seni ini melibatkan 150 seniman tradisi yang berasal dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta. Pertunjukan dengan konsep tari dan musikal berlatar Kerajaan Singosari ini digelar oleh Tri Andhika bersama Swargaloka dengan didukung UPT TBJT, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Menurut Sukatno, gagasan dan produksi pergelaran opera ini diawali dari sebuah tantangan untuk mengangkat cerita sejarah. Dan sekaligus memperkenalkan keagungan budaya Indonesia. "Pementasannya berupa pembaharuan gerak tari, musik, teater, rias busana yang dipadukan dengan seni multimedia," katanya.

Sebelum digelar di Surabaya, Sabtu nanti, Opera Ken Dedes digelar dua kali di Jakarta yakni di Gedung Kesenian Jakarta pada 2 Februari 2013 lalu. Dan pertunjukan kedua digelar di Teater Kautaman Gedung Pewayangan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada 17 Februari 2013 lalu.

Dengan perpaduan tersebut, kata Sukatno, diharapkan acara bisa memukau penonton. Pementasan ini diproduseri oleh Eny Sulistyowati dengan sutradaranya adalah Dewi Sulastri yang merupakan seniman serbabisa, mulai dari menari, menyanyi, berakting, dan memimpin ratusan seniman di bawah naungan Swargalola Art and Culture Foundation.

Pergelaran Ken Dedes ini merupakan bagian dari upaya memperkuat karakter masyarakat melalui kesenian. Dalam perspektif sosial, proses kreatif lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan teman-teman ini merupakan pembelajaran internal bagi para seniman yang ikut berproses ataupun masyarakat penonton pertunjukan.

Wanita kelahiran Jepara, 15 Maret 1966, ini sudah mencipta belasan tari dan menggelar puluhan pergelaran seni. Beberapa karyanya, tari Srimpi Retno Utama, tari Merak Mangigel, tari Bondan Suko Asih pada 1989, tari Bedaya Dewi Sri pada 2003, tari Bedoyo Aji Soko pada 2008, tari Bedoyo Tri Sabdo Tunggal Indonesia, Bedoyo Merah Putih, dan opera Sejarah Senopati Pamungkas pada 2009.

DAVID PRIYASIDHARTA

Baca
Film Cinta tapi Beda Menang di AIFFA 
Olok-olok Seniornya, Shah Rukh Khan Digugat 
Raffi Ahmad Laporkan Dokter Lido 

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas


10.20 | 0 komentar | Read More

Nasib Pertunjukan Wayang Semakin Memprihatinkan

Written By Unknown on Rabu, 03 April 2013 | 10.20

Rabu, 03 April 2013 | 05:57 WIB

TEMPO.CO, Depok - Nasib pertunjukan wayang semakin pemprihatikan. Padahal wayang merupakan salah satu budaya asli Nusantara. Memang tidak mudah bagi pertunjukan wayang mempertahankan eksistensinya di kalangan anak muda jika tidak disertai inovasi terbaru. Apalagi saat ini mencari dana sponsor untuk pertunjukkan wayang jauh lebih sulit daripada konser band musik.

"Bahkan untuk iklan-iklan terlarang pun seperti rokok dan minuman keras sudah tidak tertarik untuk menjadi sponsor pertunjukkan wayang," kata Ketua Komunitas Wayang Universitas Indonesia, Sarlito W Sarwono, saat konferensi pers 'Wayang Goes To Campus' di Balai Kirti Kampus UI, Depok, Selasa, 2 Maret 2013.

UI, Komunitas wayang UI, dan Ikatan Alumni Jawa menggelar pertunjukan Wayang Goes to Campus (WGTC) yang akan digelar 4-5 April 2013 di Balairung Kampus UI, Depok. Kegiatan itu sebenarnya direncananakan digelar lima hari. Namun, dipadatkan menjadi dua hari karena alasan tersebut.

Sarlito mengakui pertunjukan band music memang lebih menarik dari sisi komersialnya. Namun, pertunjukan kebudayaan seperti wayang juga harus dipertahankan. Menurut dia, wayang juga perlu didalami oleh generasi muda. "Supaya tidak kebakaran jenggot saat ada negara lain yang mengklaim saja (wayang)," katanya.

Untuk itu diperlukan berbagai terobosan sehingga pertunjukkan wayang bisa menggaet masyarakat umum termasuk anak muda. Meski diakui ada beberapa seniman konvensional yang memegang teguh pakemnya, namun regenerasi tetap perlu diusahakan. "Terobosan di sini tidak boleh lepas dari aturan mainnya. Tapi yang penting bagaimana jiwa wayang itu masuk dulu (ke maindset pemuda), baru nanti bisa memasuki lebih jauh," kata dia.

Terobosan dalam pertunjukan wayang inilah yang ingin diterapkan dalam pertunjukan Wayang Goes to Campus ini. Ketua Panitia WGTC, Dwi Woro Retno mengatakan ada beberapa inovasi yang diterapkan panitia dalam menggelar acara tersebut. Seperti dengan Flash Mob, namun music dan orangnya merupakan gamelan dan wayang. "Sebenarnya dari rangkaian acara itu, yang merupakan pertunjukan wayang klasik hanya satu sesi," katanya.

Dwi mengatakan, wayang telah mendapat penghargaan sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage and Humanity UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 2004. Dalam konteks budaya bangsa, wayang sesungguhnya menempati peran dan fungsi yang sangat penting karena mengandung sistem ideologi yang telah lama dikenal dan dihayati masyarakat Indonesia.

Menurut Dwi, seni wayang merupakan salah satu media komunikasi serta media pembelajaran dan pembentukan karakter. Nilai-nilai seni wayang yang sejalan dengan nilai kepribadian bangsa perlu didukung oleh kegiatan pendidikan yang berfokus pada seni wayang. Diharapkan dengan mendekatkan wayang ke lingkungan kampus, dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya pembinaan budi
pekerti bagi generasi bangsa.

Pembangunan budi pekerti, kata Dwi, tidak akan lepas dari proses meningkatkan kecerdasan. Baik kecerdasan intuisi, perasaan, emosi, nalar maupun naluri. Semua nilai itu sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam wayang. "Membentuk Indonesia menjadi Negara yang mengagungkan nilai moral dan agama, yang mampu membedakan baik dan buruk, menghargai hak asasi manusia serta kecintaan terhadap Negara," kata Dwi.

ILHAM TIRTA

Berita terpopuler lainnya:
'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 
Pati, Kota Seribu Paranormal
6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja
Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR


10.20 | 0 komentar | Read More

Digitalisasi Arsip Film Indonesia Jadul  

Rabu, 03 April 2013 | 09:14 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga arsip film Sinematek memanfaatkan teknologi dengan mengikuti era digital dan telah mengkonversi 29 film nasional dalam bentuk digital, Selasa, 2 April 2013.

Kepala Sinematek Adisurya Abdy berharap, dalam beberapa bulan lagi, koleksi film Sinematek dapat dinikmati dengan perangkat berbasis Internet melalui video streaming. Dia mengaku sedang mempersiapkan rencana ini bersama rekannya yang memahami dunia teknologi informasi.

"Enkripsinya nanti (film) enggak bisa di-download. Orang cuma bisa mengklik dan menonton," kata Adisurya saat jumpa pers di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta, Selasa, 2 April 2013.

Sinematek, lanjutnya, tidak memiliki atau memegang hak cipta atas film yang disimpan di sana sehingga mereka tidak boleh memperjualbelikan film-film tersebut.

Selain dapat dinikmati melalui perangkat berbasis Internet, Adisurya, yang baru dua minggu ini menjabat Kepala Sinematek, berusaha agar pengunjung yang ingin menonton koleksi film lama dan mempelajari sejarah film Indonesia dapat terbantu dengan sistem yang baru.

Ia berencana memasukkan film-film yang telah dikonversi ke dalam bentuk digital pada data server. "Sehingga besok-besok, kalau ada orang yang datang ke Sinematek untuk menonton atau mempelajari film Indonesia, tinggal duduk, klik judul. Apakah ia mau lihat filmnya, posternya, atau mungkin musik ilustrasinya," Adisurya menjelaskan.

Sekarang ini, dia mengaku, Sinematek masih menggunakan cara manual dan tradisional dalam mencari koleksi film maupun memutar film-film itu. Ia berharap, dalam beberapa bulan ke depan, 300 judul film koleksi Sinematek dapat dinikmati pengunjung dengan cara yang baru itu.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti berpendapat, Sinematek idealnya menjadi pusat film Indonesia. "Ada arsip, pusat data dan informasi, pelatihan sinematografi, termasuk museum film yang terintegrasi satu sama lain," tuturnya.

ANT | ALIA

Berita Lain:
Eva Mendez Diganggu, Ryan Gosling Marah
Pengacara Eyang Subur Minta Investigasi ke MUI
Mamiek Prakoso Emoh Bicarakan Eyang Subur
Nicki Minaj Akan Jadi Juri American Idol


10.20 | 0 komentar | Read More

Pemutaran Perdana 'GI Joe: Retaliation' Sukses  

Written By Unknown on Selasa, 02 April 2013 | 10.20

Selasa, 02 April 2013 | 03:43 WIB

TEMPO.CO, Los Angeles - Setelah sembiilan bulan mengalami pengunduran jadwal pemutaran, film "G.I. Joe: Retaliation" tetap mampu menguasai jajaran film terlaris. Film yang baru diputar perdana, Rabu 28 Maret 2013 itu mampu meraup pendapatan domestik US$ 51,7 juta sampai dengan Ahad 31 Maret 2013.

Film aksi yang dibintangi oleh Dwayne "The Rock" Johnson, Bruce Willis dan Channing Tatum meraih US$ 41,2 juta di akhir pekan sendiri. Sedangkan pendapatan secara internasional, film yang bercerita tentang prajurit mainan yang menjadi nyata ini, meraih pendaptan sebesar US$80,3 juta. Penghasilan ini membuat "Retaliation" meraih film dengan pendapatan awal tertinggi tahun ini.

Paramount sengaja memundurkan jadwal pemutaran perdana film ini yang seharusnya Juni tahun lalu dengan alasan untuk mengkonversinya ke bentuk 3 Dimensi. Keputusan untuk menunda pemutaran ini dikarenakan saat itu film Paramount yang lain Battleship gagal di pasaran.

"Itu benar-benar mempengaruhi keputusan penundaan. Sebab kalau dua film itu jadi diluncurkan bersamaan, orang akan selalu mengingat hasil yang terbutuk," ujar Don Harris, kepala distribusi Paramount.

Keberhasilan "Retaliation" menduduki puncak film terlaris sekaligus mendongkel "The Crods". Film keluaran DreamWorks Animation dan 20th Century Fox hanya mampu meraih US$26,5 juta di minggu kedua pemutarannya. Film animasi ini bercerita tentang sebuah keluarga di jaman purbakala yang mencari gua baru sebagai rumah mereka. Pengisi suara film ini adalah Nicolas Cage, Emma Stone dan Catherine Keener

MOVIEFONE | DEWI RETNO

Berita terpopuler lainnya:
Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi 
Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan 
Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta 
Malam Jahanam di Cebongan


10.20 | 0 komentar | Read More

Konser SID dan Five Minutes Dikawal 750 Polisi

Selasa, 02 April 2013 | 05:26 WIB

TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 750 polisi dikerahkan untuk mengamankan konser grup band Superman Is Dead dan Five Minutes di depan Balaikota Malang, Senin malam, 1 April 2013. Polisi diturunkan di jalur utama menunju panggung utama dan mengatur lalu lintas. Lantaran. ribuan warga Malang akan menumpuk di pusat Kota Malang.

"Mereka disebar di sekitar panggung," kata Kepala Kepolisian Resor Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Teddy Minahasa Putra. Polisi juga berjaga untuk mencegah tawuran antar penonton dan tindakan kriminalitas. Seperti pencopetan dan pencurian kendaraan yang marak terjadi saat ada konser musik.

"Warga juga harus menjaga sendiri keamanan kendaraannya," katanya. Polisi juga akan mengawasi dan memeriksa seluruh penonton. Tujuannya untuk mencegah peredaran minuman keras dan senjata tajam. Untuk mencegah tawuran antar penonton.

Konser dua band ibu kota ini merupakan puncak peringatan ulang tahun Kota Malang ke 99. Sebuah panggung besar akan berdiri di depan Balaikota Malang. "Masing-masing akan menyanyikan 12 sampai 15 lagu," kata promotor acara Ade Herawanto.

Selama pagelaran musik anak muda ini, seluruh jalur di bundaran Jalan Tugu Balaikota Malang ditutup total. Kedua band dipilih berdasarkan polling terhadap anak muda Malang. Seluruh acara ditanggung pihak sponsor.

"Pemerintah Kota Malang tak mengeluarkan anggaran sama sekali," katanya. Sementara, kedua band ini juga memiliki banyak penggemar di Malang. Konsepnya, aksi SID dan Five Minutes akan menjadi pesta rakyat. Tak ketinggalan band lokal anak muda di Malang turut serta menjadi band pembuka. Seperti Knight Furry dan d'Kross. Serta ditutup dengan pesta kembang api.

Juga disuguhkan aneka kesenian tradisi asli Malang. Seperti tari topeng, dan kesenian tradisi lainnya. Sejumlah seniman turut terlibat dan mendukung kegiatan peringatan ulang tahun Kota Malang yang tepat jatuh 1 April. Tujuannya, untuk melestarikan kesenian tradisional.

EKO WIDIANTO

Berita terpopuler lainnya:
Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi 
Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan 
Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta


10.20 | 0 komentar | Read More

Band Gigi Rayakan Ultah di Bandung  

Written By Unknown on Senin, 01 April 2013 | 10.20

Kelompok musik Gigi menghadiri peluncuran album kompilasi mereka berjudul " Aku dan Aku" di Gedung Pertunjukan Bulungan, Jakarta, (31/7). Album yang berisikan 7 lagu ini merupakan album kompilasi yang akan di distribusikan bersama Rumah Yatim dan dari hasil penjualan cd album ini akan disumbangkan untuk membantu anak Yatim Piatu. ANTARA/Teresia May

Minggu, 31 Maret 2013 | 15:13 WIB

TEMPO.CO, Bandung - Band asal Bandung, Gigi, akan merayakan hari jadi ke-19 malam ini, Ahad, 31 Maret 2013, di Trans Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Bandung, sekitar pukul 18.00 WIB.

Band yang digawangi Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy ini akan memberikan kejutan kepada penggemarnya dengan konser bertajuk "GIGI - 19th Anniversary Concert". Konser tersebut merupakan perayaan ulang tahun Gigi yang jatuh pada 22 Maret 2013 lalu.

Dalam konser yang berdurasi sekitar 100 menit itu, Gigi menyiapkan sekitar 20 lagu dengan aransemen baru untuk menghibur para Gigi Kita, sebutan fan Gigi.

"Atmosfer penonton di Bandung itu bagus, musikalitasnya tinggi. Jadi kami akan menampilkan best of the best dari Gigi," kata Armand Maulana, vokalis Gigi, di Bandung, Ahad, 31 Maret 2013.

Armand mengaku, untuk konser peringatan HUT Gigi ke-19 ini, mereka bekerja keras untuk membawakan lagu yang belum pernah dinyanyikan oleh Gigi. "Selama 19 tahun, Gigi belum pernah membawakan lagu ini. Dan apa lagunya? Ini kejutan untuk para Gigi Kita," ujarnya.

Cipta Harsa, sebagai event organizer, menyiapkan konsep panggung berbeda dalam konser ini. Sesi Nabila Saraswati, Talent Manager Gigi 19th Anniversary Concert, mengatakan, pihaknya menyiapkan dua panggung dengan ukuran besar dan kecil. "Kami siapkan lighting, LED, visual effect, dan dua screen untuk memudahkan penonton menikmati konser," ujarnya.

RISANTI

Berita terpopuler lainnya:
Akhirnya, Bapak dan Anak Pimpin Partai Demokrat
Abraham Bungkam Soal Usaha Pendongkelan Dirinya
Polah Adi Bing Slamet versi Eyang Subur
Suasana Mistis Rumah Eyang Subur


10.20 | 0 komentar | Read More

Mariam Tamari Puji Kebaya Anne Avantie  

Minggu, 31 Maret 2013 | 19:48 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Sopran pada Palestine National Orchestra, Mariam Tamari terlihat sangat anggun mengenakan kebaya saat menyanyikan lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Sud. Kebaya yang dipakainya ini merupakan kebaya rancangan Anne Avantie.
"Cantik sekali, senang dan bangga sekali bisa memakainya," ujar Tamari kepada Tempo di sela-sela latihan jelang konser di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2013.

Dia mengenakan kebaya berwarna agak kehijauan dengan rambut disanggul dan dihias beberapa mawar merah. Penampilannya membuat sempurna lagu yang dibawakannya. Sebelum tampil dengan kebaya, dia mengenakan gaun warna merah menyala untuk menyanyikan lagu-lagu klasik.

Perempuan blasteran Palestina- Jepang ini mengaku senang bisa berkunjung ke Indonesia dan tampil bersama orkestra Palestina. Menurutnya orkestra ini penting untuk menunjukkan identitas budaya bangsa Palestina. "Ini orkestra pertama di Palestina," ujar perempuan yang kini tinggal di Paris Prancis ini. Dia juga menjadi solois di Jepang, Amerika Serikat dan Timur Tengah.

Tamari bergabung dengan orkestra ini pertama kalinya pada 31 Desember 2010 atas panggilan dari pengurus orkestra ini. Dia pun bergabung bersama keturunan Palestina lainnya. Kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang berasal dari Palestina pun sangat bangga ketika dia bergabung di dalamnya.

Hadir pada konser musik klasik ini Duta Besar Palestina Fariz N Mehdawi, Ketua Umum Pengurus Pusat  Muhammadiyah Din Syamsuddin, pemusik Dwiki Dharmawan.

DIAN YULIASTUTI

EDISI KHUSUS Tempo: Guru Spiritual Seleb

Baca juga:
Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Segera Disebar 
Komisi I: Penyerangan Cebongan Hampir Sempurna 
SBY Jadi Ketua Umum, Loyalis Anas Melemah

Topik Terhangat:  Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger