Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Maryam Supraba Calon Aktris Terbaik Film Indie

Written By Unknown on Rabu, 05 Desember 2012 | 10.20

Selasa, 04 Desember 2012 | 08:57 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Maryam Supraba, putri mendiang dramawan WS Rendra, masuk daftar nomine aktris terbaik pada Fiesta Film Independen Bandung 2012 melalui filmnya produksi Storylab berjudul Rasa Rindu. Penganugerahan sineas dan film Indie terbaik itu akan diberikan Selasa, 4 Desember 2012, malam di gedung New Majestic, Jalan Braga Bandung.

Di daftar calon aktor film indie terbaik, terdapat nama Edwyn Perkasa dari film berjudul Doku, Nur Amin Syaputra (film Penghulu), dan Dimas (film Bandos Ladam). Adapun di jajaran aktris film Indie terbaik, ada Maryam Supraba (Rasa Rindu), Irene Theresia (Santi), serta D. Catra R (Penghulu).

Ide cerita terbaik menempatkan Nuraziz Widayanto (film Demi Malam), Nuraziz Widayanto (2500 Puisi) dan Aisyah Amirah (Penghulu). Adapun kandidat sutradara terbaik menempatkan Jaka Wiradinata (Solitary), Nur Aziz Widayanto (Rasa Rindu), dan Edwyn C Ritra (Conversation).

Sebagai calon film terbaik, Rasa Rindu bersaing dengan film Conversation, dan Selamat Hari Lahir.

Fiesta Film Independen Bandung 2012 digagas dan digarap oleh segelintir peminat film dan seniman Bandung. Ketua Dewan Panitia Sophan Adjie mengatakan, ajang perdana ini mendapat kiriman 30 film indie. Semuanya berdurasi maksimal 30 menit. Pengirim antara lain berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Singkawang, Kalimantan Barat.

Panitia mengajak penggiat komunitas film Tobing. Jr, Awal Uzahra (sutradara lulusan dari Institut VGIK Rusia jurusan Sinematografi), serta seniman Setiwan Sabana sebagai juri festival yang akan digelar rutin dua tahun sekali. Film terbaik diproyeksikan ikut ajang film indie internasional di Eropa. "Sebab di sana jenis kamera yang dipakai boleh bebas," kata Sophan.

Sebelum penganugerahan, panitia menggelar diakusi tentang film-film indie pendek dari pelosok daerah. Pembicaranya antara lain Arya Kusuma Dewa (sutradara film independen) serta Ariani Darmawan (penggiat film independen).

ANWAR SISWADI

Berita Terkait
Bandung Gelar Fiesta Film Independen 2012
Menikmati Musik Tradisi di Kota Tambang 
Menikmati Musik Tradisi di Kota Tambang
Sikap dan Tata Cara Orang Korea Selatan
Ini Dia Tipe K-Poppers  


10.20 | 0 komentar | Read More

Nadine Chandrawinata Tertantang Jadi Anak Bungsu

Rabu, 05 Desember 2012 | 06:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Aktris Nadine Chandrawinata merasa tertantang menjadi anak bungsu dalam film terbarunya. Maklum saja di kehidupan asilnya, Nadine adalah anak sulung.

"Peran jadi anak bungsu ini bertolak belakang sekali dengan diri aku," katannya pada acara konferensi pers film Bidadari-Bidadari Surga di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2012.

Kakak si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata merasa sedikit kesulitan ketika harus bersikap manja dan tengil seperti perannya sebagai Yashinta. Ia tidak terbiasa dengan keadaan itu.

Ia pun merasa berbeda ketika harus selalu mengadu ke sang kakak ketika diisengin saudara-saudaranya yang lain. "Yang biasanya aku kasih nasihat ke adik-adik aku, sekarang aku yang harus pecicilan," katanya.

Pada film terbarunya, Bidadari-Bidadari Surga, Nadine berperan sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Dua kakak laki-lakinya ada yang selalu iseng kepadanya. Ia sempat mengadu atau berlindung kepada kakaknya yang lain.

Bidadari-Bidadari Surga menceritakan tentang kisah kasih dalam keluarga khususnya kasih antar kakak dan adik. Laisa, yang diperankan Nirina Zubir, sebagai kakak tertua dari lima bersaudara harus merawat ibu dan keempat adiknya. Ia cukup banyak berkorban sampai-sampai rela dilangkahi adik-adiknya untuk urusan menikah.

MITRA TARIGAN

Berita Terpopuler
Gerak Tari Menduplikasi Aksara Jawa
Maryam Supraba Calon Aktris Terbaik Film Indie
Sikap dan Tata Cara Orang Korea Selatan
Menikmati Musik Tradisi di Kota Tambang
Ini Dia Tipe K-Poppers  


10.20 | 0 komentar | Read More

Bandung Gelar Fiesta Film Independen 2012

Written By Unknown on Selasa, 04 Desember 2012 | 10.20

Garin Nugroho di LA Lights Indie Movie Goes To Cinema di Taman Budaya Dago Tea House, Bandung, Jawa Barat, (9/6). Ratusan peserta dari beberapa kota di Jawa Barat akan menggali pengalaman membuat film indie untuk format layar lebar. TEMPO/Prima Mulia

Selasa, 04 Desember 2012 | 05:01 WIB

TEMPO.CO , Bandung: Fiesta Film Independent Bandung (FFIB) 2012 menyemarakkan dunia film independen atau indie di Indonesia. Ajang perdana itu akan memberikan penghargaan buat insan dan film indie yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Perhelatannya akan berlangsung di Gedung New Majestic, Jalan Braga, Bandung, pada hari ini, Selasa, 4 Desember 2012.

Ketua Dewan Panitia, Sophan Adjie, mengatakan total ada 30 film indie kiriman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan juga Singkawang, Kalimantan Barat. Tahapan seleksi dilakukan untuk mendapatkan 5 film nominasi yang akan meraih penghargaan film indie terbaik. Panitia juga akan memberikan anugerah bagi sutradara dan aktor serta aktris terbaik.

Pembuat film indie itu, menurut Sophan, kalangan usia pelajar SMP hingga mahasiswa. Pesertanya sengaja disyaratkan yang masih amatir. Tujuannya agar potensi pembuat film di Indonesia semakin berkembang. "Kami juga bebaskan kamera yang dipakai untuk jenis amatir, pakai kamera handphone juga bisa," kata penggagas acara tersebut.

Menurut Sophan, tema Festival Film Indie ini berjudul Inspirasi dari yang Kecil. Alasannya, panitia ingin mengajak semua peminat dan pembuat film indie di Indonesia yang masih baru. Tema cerita filmnya juga sederhana, tentang keseharian di daerah masing-masing. "Ada yang bikin film tentang cinta, dunia kampus, dan sebagainya," ujar Sophan.

Walau masih baru, karya film indie buatan peserta itu seluruhnya digarap serius. Beberapa film hidup oleh kekuatan aktor dan aktris serta pengambilan sudut gambar yang beragam seperti film-film Hollywood. Festival ini, dia menambahkan, akan dilanjutkan tiap dua tahun sekali. Tema dan standarnya akan diubah karena film terbaik rencananya akan mereka kirimkan ke berbagai ajang Festival Film Indie di Eropa.

ANWAR SISWADI

Berita Lainnya:
Chiquita Meidy, Penyanyi Cilik Yang Kini Pengarang Lagu Anak
Kasus Bupati Garut Aceng, T2: Malu Banget 
Syahrini Duet dengan Anak Tunawicara 
Apa Kata Smash Soal Operasi Plastik Ala K-Pop  


10.20 | 0 komentar | Read More

Gerak Tari Menduplikasi Aksara Jawa

Selasa, 04 Desember 2012 | 08:27 WIB

TEMPO.CO, Surakarta - Bagaimana tubuh membuat bentuk visual aksara? Inilah yang dilakukan enam penari kelompok Independent Expression di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, Senin malam, 3 Desember 2012. Dalam pentas tari bertajuk Aksara Tubuh, penari mengeksplorasi kelenturan tubuh mereka dengan meliukkan tangan, bahu, pinggang, leher, bahkan menggulingkan tubuh mereka untuk menduplikasi lengkungan huruf Jawa yang disebut Hanacaraka itu.

Gerak tubuh meliuk dan melengkung dilakukan dengan ekstrem dan mendominasi pementasan berdurasi 60 menit itu. Keenam penari menggunakan berbagai sudut ruang untuk bergerak. Tidak hanya di panggung, mereka juga melakukan eksplorasi gerak di kursi tribun penonton yang sengaja dikosongkan.

"Aksara Tubuh mencoba mendaur ulang gerakan tari tradisional Jawa menjadi sebuah gerak kontemporer," ujar koreografer tari ini, Bobby Ari Setiawan.

Sentuhan penggunaan peralatan multimedia membuat pertunjukan itu lebih berwarna. Animasi huruf ciptaan Aji Saka itu disorotkan ke dinding ruangan. Terkadang, penari sengaja membiarkan sorot proyektor menerpa tubuh mereka.

Pentas tari ini diiringi berbagai musik dengan pergantian yang ekstrem. Iringan musik tekno tiba-tiba berubah menjadi suara gamelan, bahkan menjadi lagu Rayuan Pulau Kelapa, yang masih sering diperdengarkan pada siaran Radio Republik Indonesia. "Bicara tentang bahasa Jawa, kami harus riset dengan sering mendengarkan siaran Radio Republik Indonesia," kata Bobby. Dia masih ingin mencoba menafsirkan makna filosofis tiap huruf Hanacaraka, dengan tetap menjadikan tubuh sebagai medium.

Sejak berdiri 10 tahun lalu, Independent Expression mencoba fokus pada tari kontemporer berbasis tradisi. Penari merupakan mahasiswa dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, yang mendalami tari tradisional, khususnya tarian Jawa.

Seniman gerak, Suprapto Suryodarmo, menilai Aksara Tubuh merupakan hasil keliaran dalam penggalian kreativitas. "Ide yang liar ini menghasilkan pertunjukan yang segar dan berbeda," kata pengasuh Padepokan Lemah Putih ini.

AHMAD RAFIQ

Berita populer
Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fany
Fany Oktora Laporkan Bupati Garut ke Mabes Polri
Pramono Anung: Bupati Garut Harus Ditegur
Janda Bupati Garut Alami Kekerasan Psikis
Janda Bupati Garut Sebenarnya ''Ogah'' Lapor ke Polisi
Heboh Video Ahok, PRJ Belum Mau Berkomentar


10.20 | 0 komentar | Read More

Gangnam Style Punya Pesaing Baru, Carrier Style  

Written By Unknown on Senin, 03 Desember 2012 | 10.20

Minggu, 02 Desember 2012 | 14:33 WIB

TEMPO.CO, Beijing – Gangnam Style saat ini mungkin masih menjadi gerakan paling populer di muka bumi saat ini. Namun, di Cina muncul saingan baru Gangnam Style, yakni Carrier Style.

Dilansir Daily Mail, Carrier Style merupakan parodi gerakan yang diambil dari kru kapal induk Liaoning, beberapa waktu lalu. Gerakannya sendiri merupakan semacam aba-aba bagi pilot pesawat temput J15 untuk lepas landas dan mendarat kembali dalam uji coba penerbangan di pesawat induk pertama Cina tersebut.

Selepas keberhasilan itu, pengguna internet di Cina iseng mengirim foto dirinya sambil bergaya ala kru pesawat induk tadi ke situs weibo.com. Dengan gaya setengah berlutut sambil menjentikkan jari telunjuk, mereka lantas memamerkan fotonya ke situs tersebut.

Tak disangka, foto itu langsung menjadi populer. Bahkan banyak pengguna internet yang ikut-ikutan mem-posting fotonya dengan gaya serupa.

Popularitas Carrier Style sendiri merupakan salah satu bentuk kebanggaan masyarakat Cina terhadap keberhasilan uji coba penerbangan pesawat tempur dari kapal induk pertamanya. Masyarakat juga memuji keberanian pemerintah Cina untuk melakukan percobaan yang berbahaya tersebut.

Para pengguna internet di Cina menyebut Carrier Style sebagai suatu gerakan yang "Keren, kuat, percaya diri, serta lucu, dan menggelikan". Sebutan itu muncul lantaran para netizens alias warga internet mem-posting Carrier Style dengan caranya masing-masing.

Namun, variasi dari berbagai "aliran" Carrier Style itu justru berdampak pada popularitas gaya tersebut. Dalam satu hari, laman internet yang terkait dengan Carrier Style sudah diklik hingga delapan juta orang. Hal itu membuat gaya yang juga disebut sebagai Top Gun Style itu sebagai topik terhangat di Negeri Panda tersebut.

"Meski gerakannya sering muncul di TV, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saat melihat para kru penerbangan melakukannya di atas kapal induk pertama Cina," kata Han Lu, pemimpin situs internet tersebut.

Saat ini, Carrier Style juga telah diunggah ke situs berbagi video milik Cina, Youku, dan disertai dengan irama musik Gangnam Style milik PSY.

DAILY MAIL | CHINA DAILY | GLOBALPOST | DIMAS SIREGAR

Berita Lain:
Para Lelaki Ini Penggila K-Pop
Para Penggila K-Pop
Kisah Buruk 8 Selebritas K-pop dengan Penggemar
Resep Psy Sukses Ajak Dunia Naik Kuda
Big Bang di Video Gangnam Style Psy


10.20 | 0 komentar | Read More

Indonesia Jadi Tuan Rumah Miss Universe  

Miss Mexico Jimena Navarrete dikelilingi oleh para perserta pemilihan Miss Universe 2010setelah penyematan mahkota Miss Universe di Mandalay Bay Events Center, Las Vegas, Nevada (24/8). REUTERS/Steve Marcus

Minggu, 02 Desember 2012 | 14:46 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Bisa menjadi tuan rumah untuk ajang Miss Universe bukan hal yang mudah. Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Putri K. Wardani, mengungkapkan keinginannya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah pergelaran bergensi itu.

Menurut Puteri, YPI sudah mendapat tawaran langsung dari Miss Universe Organization pada Oktober 2012 kemarin. Tapi, kata dia, banyak pertimbangan dari YPI untuk segera memutuskannya.

"Tapi tentunya enggak bisa secepat Miss World. Miss Universe ini luar biasa. Mereka harus mengirimkan 300 orang kru sebulan sebelum acara," katanya, di Jakarta, Kamis, 29 November 2012.

Persiapan dari segi produksi juga harus dilakukan satu bulan sebelum acara digelar. Menurut Puteri, tuan rumah hanya sebagai fasilitator, bukan eksekutor.

"Mereka punya standar sendiri dan enggak mau ada risiko gagal. Makanya mereka semua yang mengerjakan. Kita hanya memfasilitasi," ujarnya.

Faktor biaya juga menjadi pertimbangan yang tak kalah penting bagi YPI. Untuk itu, selain pemerintah, Putri berharap pihak swasta ikut mendukung. "Intinya kami sedang persiapkan diri dan masih menjajaki," katanya

YAZIR FAROUK

Berita Lainnya:
Sikap dan Tata Cara Orang Korea Selatan
Beckham Akhiri Karir di LA Galaxy dengan Indah
Rain, ''Meledak'' di Full House
Buslane Tangerang Kini Sampai Taman Anggrek
Di Indonesia, Boyband dan Girlband Minim Kualitas


10.20 | 0 komentar | Read More

Hanung Bramantyo Siapkan Film tentang Bung Karno

Written By Unknown on Minggu, 02 Desember 2012 | 10.20

Minggu, 02 Desember 2012 | 08:53 WIB

TEMPO.CO, Blitar  - Sutradara muda Hanung Bramantyo melakukan riset dengan mengunjungi lokasi makam dan rumah masa kecil, tempat tinggal mantan presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu 1 Desember 2012.

Hanung mengatakan kunjungannya kali ini ingin menelusuri langsung tentang sejarah tentang Bung Karno. Ia ingin membuat film perjuangannya, sehingga memang harus datang langsung.

"Bung Karno dari masa muda hingga akhir hayat berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Perjuangan Bung Karno patut dijadikan contoh generasi muda sekarang," katanya mengungkapkan.

Pihaknya berencana memberikan nama film tentang Bung Karno --pahlawan proklamator Indonesia bersama Mohammad Hatta-- itu dengan nama "Indonesia Merdeka". Di film ini akan memberikan pandangan tentang nasionalisme kepada generasi muda.

Menurut dia, hal itu penting. Selama ini, Bung Karno dikenal sebagai simbol. Padahal, Bung Karno mulai masa muda sampai akhir hayatnya penuh dengan perjuangan.

Perjuangannya, lanjut dia, patut dijadikan contoh pada generasi muda. Mereka bisa mengetahui langsung tentang pribadi Bung Karno termasuk mengetahui tentang perjuangannya.

Hanung datang ke Blitar dengan sejumlah keluarga Bung Karno, di antaranya Rahmawati Soekarnoputri. Mereka datang ke lokasi makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Mereka khusyuk berdoa di tempat itu, dipimpin penjaga makam. Setelah itu selesai, mereka menaburkan bunga.

Setelah dari lokasi dan sempat melihat lokasi makam, mereka melanjutkan perjalanan ke lokasi rumah masa kecil Bung Karno di Istana Gebang. Mereka juga melihat koleksi di rumah yang saat ini sudah berpindah aset itu dari milik keluarga ke Pemkot Blitar tersebut. Di rumah itu banyak benda bersejarah, sehingga bisa menambah referensi tentang pribadi Bung Karno.

Rencananya, film itu akan dibuat awal tahun 2013. Pengambilan gambar akan dilakukan pada Januari 2013 dan rencananya akan diputar bertepatan pada ulang tahun Bung Karno pada Juni 2013. Film itu rencananya juga akan dibagi menjadi dua yaitu tentang "Indonesia Merdeka" dan "Hari-Hari Terakhir".

ANT | ALIA

Berita Lain:
Rahasia Betis Langsing K-pop Idol 
Pesan Rahasia K-pop Idol untuk Pacarnya 
Pacaran Diam-diam ala K-Pop Idol
Ini Dia Pacarnya Shindong Suju
Jaebum Eks 2 PM: Korea is a Gay


10.20 | 0 komentar | Read More

Rain, Jagonya K-Pop dan Bisa Tembus Hollywood

Minggu, 02 Desember 2012 | 10:04 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Bicara tentang K-Pop, tak afdol rasanya kalau tidak menyinggung nama Rain. Pasalnya, penyanyi, penari, aktor, model, dan desainer ini namanya sudah lebih dulu mendunia dibanding penyanyi-penyanyi atau bintang-bintang Korea lainnya.

Bakat penyanyi yang bernama asli Jung Ji-Hoon, 30 tahun, seperti dikutip dari buku Korea Fever terbitan PT Wahyu Media, 2011, sebenarnya mulai terlihat ketika ia tampil menari di acara unjuk bakat yang diadakan di sekolahnya. Karena terlalu senang menari, nilainya di sekolah tidak terlalu bagus. Akhirnya, ia pun memilih untuk fokus menari saja.

Dia pun memilih untuk masuk ke Anyang High School of Art. Ji-Hoon memulai karir profesionalnya sejak berusia 17 tahun. Pada 1998, ia menjadi salah satu anggota Boy Group Fan Club yang sempat merilis single In Search of Dream dan A Dream of Midsummer Night. Ia memulai debut nyanyinya itu bersama Shinhwa dan Pinkle. Sayang, grup ini bubar.

Lepas dari grup ini, ia memulai solo karirnya pada 2002 lewat albumnya Bad Guy. Ia kemudian diperkenalkan ke media dengan nama panggung Rain. Rupanya pundi-pundi Rain memang datang saat ia memilih jalur bersolo karir ini.

Sejak muncul ke publik, karir Rain seolah tak terbendung lagi. Ia mulai dikenal sebagai salah satu penyanyi pembawa budaya Korea (K-Pop) ke luar Korea. Apalagi, sejak album pertamanya, pada 2003 ia terjun ke drama sinetron di televisi KBS. Debut pertamanya di drama televisi lewat Sang Doo! Let's Go to School.

Seperti diketahui, Korea juga menularkan budaya negeri ginseng itu lewat drama-drama sinetronnya di televisi.

Bahkan pada 2004, seperti dikutip dari Wikipedia, ia berhasil mendapat penghargaan KBS Excellence di bidang Acting untuk perannya sebagai Lee Young-jae di drama televisi Full House. Ia memerankan tokoh sebagai aktor terkenal yang disukai para gadis.

Melanjutkan keberhasilannya sebagai penyanyi dan aktor, Rain meluncurkan album keduanya, How to Avoid The Sun. Setelah itu, Rain memang meluncur bak meteor. Dari drama televisi, ia melompat lagi ke film layar lebar. Film layar lebarnya yang pertama adalah I'm a Cyborg, But That's OK (Korea, 2006). Film ini berhasil memenangkan Alfred Bauer Prize di Berlin International Film Festival.

Namanya makin terkenal hingga ke seluruh dunia ketika ia bisa menembus Hollywood lewat film-filmnya Speed Racer (2008) dan Ninja Assassin (2009).

Sedangkan di jalur musik, ia telah mencetak lima album dan empat single. Rain juga menjadi penyanyi Korea pertama yang berhasil memenangkan penghargaan di MTV Award.

KOREA FEVER | WIKIPEDIA | GRACE S GANDHI

Berita Terkini:
Para Lelaki Ini Penggila K-Pop
Para Penggila K-Pop
Kisah Buruk 8 Selebritas K-pop dengan Penggemar
Resep Psy Sukses Ajak Dunia Naik Kuda


10.20 | 0 komentar | Read More

Menyusuri Jejak Benih K-pop

Written By Unknown on Sabtu, 01 Desember 2012 | 10.20

Sabtu, 01 Desember 2012 | 09:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah ketenaran serial drama televisi dan film-filmnya, Korea Selatan mulai menginvasi dunia lewat lagu-lagu. Lagu-lagu pop Korea Selatan berevolusi nyaris seabad sebelum demam K-pop.

"Trot (dari foxtrot yang meninggalkan jejak ritme sederhana) adalah bentuk tertua dari musik pop Korea," tulis buku Passport to Korean Culture yang terbit 1999. Trot merupakan campuran musik Korea dengan musik Gospel yang diperkenalkan kaum Evangelist pada 1870-an.

Trot berkembang beberapa tahun sebelum dan saat penjajahan Jepang (1910-1945). Musik ini menjadi aktualisasi warga Korea Selatan yang dijajah Jepang.

Musik-musik Barat mulai masuk ke Korea setelah Perang Korea pada 1950-1953. Musik ini dibawa pasukan Amerika Serikat yang berada di Korea Selatan.

Pada 1970-an, Korea diterjang gelombang lagu-lagu folk yang dinyanyikan biduan bergitar dan mengenakan jins. Baru pada 1980 dan 1990-an berbagai jenis musik seperti rock, ballad, hip-hop digemari warga Korea.

"Di awal milenium, lagu-lagu pop Korea mulai digemari di Asia dan dunia," tulis Passport to Korean Culture. Sejak itu, demam K-pop semakin merajalela di dunia.

Contohnya, penyanyi Korea BoA sukses merilis single pertama di Jepang pada 2001. BoA menjual lebih dari 10 juta keping album di Jepang. Lainnya, band Girls's Generation merajai tangga lagu Thailand selama empat pekan berkat album kedua Tell Me Your Wish.

KODRAT

Berita terpopuler lainnya:
Sensasi Gangnam Mengentak Dunia
Gangnam Style Raih Posisi Teratas di Berbagai Negara
Mengapa Wabah Demam Korea Mendunia?
Demam Korea Bertahan Hingga 10 Tahun ke Depan
K-Pop Sebagai Pintu Masuk Kebudayaan Asli Korea


10.20 | 0 komentar | Read More

Jennifer Lopez Pukau Jakarta

Sabtu, 01 Desember 2012 | 09:49 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Layar di atas panggung yang bertuliskan logo JLO dengan warna mengkilat sebagai ciri khasnya terbuka di hadapan. Terlihat Jennifer Lopez dan 16 penari menghentak dengan lagu Get Right. "Jakartaaaaa" teriak JLO yang disambut teriakan penonton di Mata Elang International Stadium, Ancol Jumat malam 30 November 2012.

Mengenakan jumpsuit hitam mengkilat, JLO terlihat energik. Rambutnya digerai ikal serta high heel hitam tak menghalanginya untuk terus bergerak lincah di usianya yang sudah 43 tahun. "Jakartaaaa, saya ingin mendengar kalian bernyanyi," teriak JLo sambil turun ke panggung yang justru memicu teriakan penonton yang menggema.

Jlo tertawa dan menerima beberapa bunga dari penonton yang berada di depan. "Thank you so much. I love you too," kata JLo. "Kalian ingin bernyanyi bersamaku? Menari bersamaku?" teriak JLo yang disambut gempita penonton. Lagu Love Don''t Cost a Thing terdengar dan penonton ikutan bergoyang juga mengikuti gerakan JLO yang atraktif.

Tampil selama 1,5 jam, JLO memberikan tema di setiap segmen. Panggung gelap, JLO menghilang sebentar dan terlihat di atas panggung terlihat dibuat seperti ring tinju. Lalu empat penari muncul dengan gaya slow motion seakan sedang bertinju, tiba-tiba JLO muncul mengenakan jubah ala petinju dengan warna silver mengkilat.

JLO pun melantunkan lagu All I Have, I''m Real, Aint Funny. Tak lupa duetnya dengan Pittbull dan Red One ditawarkan dengan bantuan layar klip di tengah panggung. Nuansa electro beat dan rap khas suara JlO menjadi ramuan berbeda dari lagu-lagu yang biasanya ditawarkan mantan istri penyanyi Marc Anthony.

JLO juga memberikan nuansa kota kecil di pinggiran New York,Bronc lewat lagu Jenny from the Block. "Kalian tahukan asalku dari mana?"Kata JLO sambil tertawa. Tema perlahan berubah menjadi sendu. Seorang pemetik gitar akustik menyambut kedatangan JLO yang mengenakan gaun biru tosca yang seksi dan transparan rancangan desainer Libanon Zuhair Murad.

"Lagu apa yang kalian inginkan?" kata JLO tertawa. Melantun lagu If You Had My Love meluncur dari bibirnya yang diikuti penonton. Layar di tengah memperlihatkan foto-foto JLO bersama kedua anak kembarnya. JLo terlihat agak sendu lalu memberikan ciuman jauh dan menghilang.

Tema demi tema diberikan JLO dengan kemasan menarik, mulai kabaret yang didukung dengan kipas besar bulu-bulu pink hingga bodysuit berbahan lace dikenakan JLO yang disambut teriakan penonton. Suasana semakin memanas dengan tampilan JLO yang seksi, dan lekukan tubuhnnya serta bokongnya yang terkenal itu sukses disambut kegembiraan penonton.  JLO tertawa.

Penyanyi dan bintang film ini terlihat komunikatif dengan penonton. Lagu-lagu Papi, On the Floor dan Dance Again menutup penampilan JLO malam itu di Jakarta. "Ini pertama kali saya ke Indonesia, ini pertama kali saya ke Jakarta. I love you..," teriak JLO.

ALIA FATHIYAH

Berita terpopuler lainnya:
Jennifer Lopez Boyong Anak dan Pacar ke Jakarta
Jennifer Lopez Pesan Busana Panjang di Jakarta
6 Gaya Rambut Jennifer Lopez
Konser, Jennifer Lopez Minta Air Khusus dan Payung
Jennifer Lopez Lebih Murah dari Lady Gaga


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger