Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Manhwa, Sejarah Korea dalam Bergambar  

Written By Unknown on Sabtu, 13 Oktober 2012 | 10.20

Sabtu, 13 Oktober 2012 | 09:47 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Jejeran buku bergambar berderet di salah satu sudut lantai tiga toko buku terbesar di daerah Jakarta Timur. Pengunjung awam tak akan melihat ada perbedaan dari jenis buku yang selama ini dikenal sebagai komik itu. "Saya enggak tahu manhwa," kata, Chairul, 19 tahun, yang ditemui pada Rabu, 19 September 2012 lalu.

Padahal, sebuah spanduk besar di atas salah satu rak menuliskan, "Korean Manhwa, Komik Luar Negeri, dan Komik Dalam Negeri". Popularitas manhwa memang masih kalah dari manga, komik asal Jepang. Padahal, Manhwa sudah ada lebih dari seratus tahun lalu.

Tapi, kini nama manhwa mulai mendapat tempat bagi penggemar komik, khususnya sejak demam Hallyu menjangkiti seluruh dunia. Hallyu atau demam Korea mulai menyebarkan virusnya dari drama, lalu film, dan kini semua budaya Korea pun jadi ikut meluas. " Aku kenalnya dari drama dan film Korea," ujar Wilujeng Trisyani Dewi, 27 tahun.

Pengaruh tersebut diakui Deputy General Manager Korean Manhwa Museum, Byung Jin-Jeon. "Bahkan kini mulai muncul komik dari sejumlah boyband dan girlband seperti Beast dan Girl generation," ujar dia, yang ditemui pada 17 Agustus 2012 dalam Bucheon International Comics Festival. Ia tak menafikan dampak positif Hallyu adalah memudahkan distribusi manhwa ke luar negeri. "Apalagi K-pop sudah terlebih dahulu populer," ujar pria berkacamata ini.

Buntut kepopuleran Hallyu adalah buah dari perjuangan mengenalkan manhwa selama lebih dari seabad. Sejarah modern kartun di semenanjung Korea ini dimulai dari halaman surat kabar Daehan Minbo pada 2 Juni 1909.

Manhwa karya Lee-Do Young yang berisi kritik sosial terhadap upaya Jepang menaklukkan Korea itu disebut sebagai kartun Korea pertama. Sebenarnya goresan gambar bercerita sudah muncul sejak Dinasti Goryeo (abad ke-10) dan Dinasti Joseon (abad ke-14). Kesamaan dengan manhwa sekarang adalah satu cerita yang muncul dalam empat adegan.

Seiring pergantian kepemimpinan di Korea, sejumlah aliran pun muncul. Termasuk kartun tentang politik yang marak di era kemerdekaan Korea dari Jepang pada 15 Agustus 1945. Penyebaran manhwa sempat tersendat ketika perang Korea pecah pada 25 Juni 1950. Tapi, menurut catatan perjalanan manhwa yang dimuat di Korean Manhwa Museum, manhwa tetap terbit dalam bentuk yang lebih tipis. Komik ini hanya dipublikasikan di Daegu dan Busan, daerah yang banyak dihuni pelarian politik akibat perang saudara.

Manhwa juga menjadi saluran politik dan protes. Pada 1950, kartunis Kim Sung-Hwan membuat karakter bernama Go Ba-Woo yang miskin dan papa. Go Ba-Woo menjadi perwakilan masyarakat yang hidup tertekan di bawah era kediktatoran. Tokoh ini dicintai masyarakat karena sindiran satirnya. Manhwa sempat berjaya di era 1960 yang ditandai munculnya "Manhwabang" atau kamar manhwa, tempat membaca seri terbaru Manhwa dengan gratis.

Kemudian, di era 1970-an, manhwa memasuki masa suram. "Manhwa saat itu banyak dibakar karena dianggap menganggu pendidikan," kata Byung-Jin. Korea yang sedang getol membangun usai kemerdekaan, menilai manhwa dapat merusak etos anak-anak. "Setelah perang kami sangat miskin, sehingga harus berjuang lebih kuat" ujar Byung-Jin.

Masa gelap ini tak lama, karena era diktator Park Chung-Hee yang menelurkan gagasan pengetatan manhwa juga berakhir pada 1980. Pada periode inilah ketenaran komik bersinar. Manhwa mulai berwarna-warni dan terbit di sejumlah majalah yang diawali dari majalah kartun anak-anak Bomulseoum (1982).

Kepopuleran manhwa tak hanya terjadi di negeri sendiri, Hallyu membawanya mendunia. Malah di dalam negeri, manhwa sebagai buku sekarang agak ditinggalkan, semenjak munculnya webtoon, atau kartun di internet. "Webtoon memang sangat populer sekarang," ujar Choi Mir, kartunis Manhwa. Di dunia maya, satu seri webtoon bisa muncul tiap pekan. Adapun manhwa, kemunculan seri terbarunya tergantung penulis dan penerbit.

DIANING SARI


10.20 | 0 komentar | Read More

Pilih Manhwa atau Manga?  

Sabtu, 13 Oktober 2012 | 10:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Komik manhwa dan manga memiliki tempat tersendiri bagi masing-masing penggemarnya. "Kalau saya lebih suka manga ketimbang manhwa," ujar Wilujeng Trisyani Dewi yang ditemui di toko buku terbesar di Jakarta Timur, Rabu, 19 September 2012. Mengenal komik asal Korea Selatan baru awal tahun, gadis 27 tahun ini mengaku cintanya kepada manga atau komik Jepang tetap tak tergoyahkan.

Apalagi dia mengenal manga sejak kelas V sekolah dasar. "Manga itu gambarnya lebih detail ketimbang manhwa," ucap karyawan swasta ini. Sebagai perempuan, Ajeng, sapaan akrabnya, mengaku tertarik pada manga karena penggambaran karakter dan aksesorinya. "Jadi kalau membaca manga itu kayak buka majalah mode, tapi ada ceritanya," ujar dia. Baju, perhiasan, hingga potongan rambut di komik asal negeri sakura itu sangat apik dipandang.

Definisi manhwa bagi Wahyu Satryo beda lagi. "Manga itu komik dari Jepang, kalau yang dari Hong Kong, Korea, dan Taiwan disebut manhwa," ujar pria 29 tahun ini. Catatan itulah yang ia temui saat menyambangi situs-situs manga di dunia maya. Bagi Tyo, ia biasa disapa, mengenai perbedaan dua jenis komik tersebut, karakter di manga biasanya lebih imajinatif.

Contohnya, kalau ada sosok pejuang di manga, biasanya berawal dari tokoh yang tak punya kekuatan apa pun kemudian menjadi pahlawan dengan tenaga dan keahlian super. "Tapi kalau selain manga, karakter utamanya kebanyakan udah jago dari sana," ujar karyawan swasta ini.

Menurut Deputy General Manager Korean Manhwa Museum, Jeon Byung-Jin, sulit untuk membandingkan manhwa dan manga. "Karena manga banyak mempengaruhi perkembangan manhwa," ujar dia, saat ditemui pada 17 Agustus 2012 dalam Bucheon International Comics Festival. Apalagi Korea sempat dijajah Jepang, jadi diakuinya, ada beberapa budaya yang ikut terbawa, termasuk kartun dan animasi.

Secara kasatmata, penampilan manga dan manhwa serupa. Tapi cara bacanya beda, manhwa dari sisi kiri ke kanan, manga dari kanan ke kiri. Byung-Jin menuturkan, perbedaan utama Manga dan Manhwa ada di sisi nilai cerita. "Manhwa ceritanya lebih realistis, kalau manga sekarang banyak mengarah yang ke science-fiction," tutur dia.

DIANING SARI

Berita Lain:
Setengah Polos, Model Tabrak 7 Orang
Saat Diperiksa, Model Penabrak 7 Orang Malah Joget
Alamat Model yang Tabrak Tujuh Korban Ternyata Palsu
Tabrak 7 Orang, Model Berbikini Dengar Bisikan Gaib
Astronom Temukan Planet Berlapis Berlian


10.20 | 0 komentar | Read More

Cannibal Corpse Ogah Pakai Band Pembuka di Jakarta

Written By Unknown on Jumat, 12 Oktober 2012 | 10.20

Jum''at, 12 Oktober 2012 | 06:56 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Band death metal Amerika Serikat, Cannibal Corpse, bakal tampil di Parkir Timur Senayan, Jakarta, tanpa band pembuka, hari ini, 12 Oktober 2012. Alasannya, kuintet asal Buffalo, New York, ini ingin memuaskan para penggemarnya.

"Enggak ada band opening. Karena saking spesialnya kita harus bikin exclusive show. Siap-siap saja denger musik mereka selama hampir dua jam," kata Ardie dari promotor Revision Entertainment kepada Tempo, Kamis, 11 Oktober 2012.

Rencana itu muncul lantaran Cannibal Corpse sadar Indonesia merupakan basis penggemar terbesar mereka setelah di negara asalnya. Ditambah lagi, konser yang akan berlangsung di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, 12 Oktober 201,2 ini adalah penampilan perdana George Coprsegrinder Fisher dkk di Indonesia. "Iya sangat spesial karena memang ini pertama kali buat mereka di Indonesia," ujar Ardie.

Promotor berjanji konser tersebut benar-benar memuaskan para metalhead (sebutan pecinta musik metal). Puluhan ribu watt sudah disiapkan untuk kebutuhan sound system serta lighting di atas panggung.

Cannibal Corpse mulai aktif pada 1988. Band yang diperkuat oleh Paul Mazurkiewicz (drum), Alex Webster (bas), George Corpsegrinder Fisher (vokal), Patrick O''Brien (gitar), dan Rob Barrett (gitar) ini sudah memiliki lebih dari 10 album.

Perjalanan karier mereka sempat menuai kontroversi seperti gambar di sampul album Tomb of Mutilated yang dianggap terlalu sadis. Akibatnya, beberapa negara ada yang menyensor bahkan melarang penjualan album itu.

YAZIR FAROUK

Berita lain:
Yang Spesial di Konser Cannibal Corpse
Mudahnya Memboyong Cannibal Corpse dan Soulfly
Band Metal Cannibal Corpse Banyak Kontroversi
Tiket Cannibal Corpse Terjual Separuh


10.20 | 0 komentar | Read More

Konser Cannibal Corpse Targetkan 2.000 Penonton

Jum''at, 12 Oktober 2012 | 07:35 WIB

TEMPO.CO , Jakarta - Promotor Revision Entertaiment menargetkan konser band metal asal Amerika Serikat Cannibal Corpse didatangi 2000 penonton. Hingga saat ini, karcis masuk sudah terjual lebih dari separuhnya.

"Sejauh ini tiket sudah terjual lebih dari 1200. Kita targetnya 2000 lembar," kata Humas promotor Revision Entertaiment, Ardie, kepada Tempo, Kamis, 11 Oktober 2012.

Penyelenggara juga masih menerima calon penonton yang ingin membeli tiket pada saat konser berlangsung di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, besok, Jumat, 12 Oktober 2012. "Jadi jumlah penjualan pasti bertambah," ujarnya.

Pada konser ini, tak ada pembagian harga tiket dari kelas-kelas yang disediakan. Promotor yang pernah sukses menggelar ajang Hammersonic Metal Fest 2012 itu mematok harga normal tiketnya 250 ribu rupiah. Sementara pada dua sesi presale lalu, harga tiket dibanderol 150 ribu dan 200 ribu rupiah.

Cannibal Corpse mulai aktif pada tahun 1988. Band yang diperkuat oleh Paul Mazurkiewicz (drum), Alex Webster (bas), George ''Corpsegrinder'' Fisher (vocal), Patrick O''Brien (gitar), dan Rob Barrett (gitar) ini sudah memiliki lebih dari 10 album.

Perjalanan karir mereka sempat menuai kontroversi seperti gambar di sampul album Tomb of Mutilated yang dianggap terlalu sadis. Akibatnya, beberapa negara ada yang menyensor bahkan melarang penjualan album itu.

YAZIR FAROUK

Berita terpopuler lainnya:
Bjork Akan Rilis Album Remix 
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Seniman dan Budayawan Bergerak Bela KPK 
Kisruh Lagu Iwak Peyek, Trio Macan Dituntut
Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika
2 Tipe Lelaki Idaman Kim Kardashian
Konser Akhir Pekan, Tiket Bigbang Masih Ada  


10.20 | 0 komentar | Read More

The Act of Killing Diputar di Bioskop Denmark  

Written By Unknown on Kamis, 11 Oktober 2012 | 10.20

Rabu, 10 Oktober 2012 | 15:54 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Film berjudul The Act of Killing besutan Sutradara Joshua Oppenheimer bakal menyapa pecinta film di Denmark. Pemutaran film ini bakal berlangsung mulai 7 November mendatang. 

Seperti dituliskan di akun jejaring sosial Facebook, film ini bakal diputar di 60 bioskop besar di Denmark. Film ini terselenggara bekerja sama dengan DOXBIO dan CPH:DOX. Selain tampil di puluhan bioskop, film ini juga bakal diputar di festival film CPH:DOX yang akan berlangsung 1-11 November.

Pengelola akun The Act of Killing menegaskan pemutaran film dilakukan di Denmark dan beberapa negara di Eropa, seperti di Inggris. "Kami akan ke London, tentu setelah pemutaran perdana di Festival Film Eropa," tulis mereka. 

Setelah pemutaran di bioskop dan festival film ini, mereka bakal melanjutkan pemutaran di semua jaringan sinema DOXBIO di Grand Theater di Kopenhagen, Aalborg, Cafe Theatre Cinema di Odense dan East of Eden di Aarhus. Situs DOXBIO memuat seluruh daftar bioskop dan jadwal pemutaran film tersebut. 

Banyak pembaca dan pecinta film di beberapa negara, seperti di Belanda dan Inggris, menunggu pemutaran film tersebut. Demikian pula masyarakat di di Indonesia. Mereka menunggu kapan film itu akan masuk dan diputar. Manajemen The Act of Killing mengatakan film itu bisa diputar gratis dan bebas untuk orang Indonesia.

DOXBIO/DIAN YULIASTUTI


10.20 | 0 komentar | Read More

Bedaya Mangkunegaran Ikut Festival di Meksiko  

Pementasan Sendratari "Matah Ati" di Pamedan, Istana Mangkunegaran, Solo, Sabtu (8/9) malam. Pagelaran ini mengisahkan perjuangan Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyowo), yang kemudian menjadi raja pertama Istana Mangkunegaran. TEMPO/Andry Prasetyo

Rabu, 10 Oktober 2012 | 17:24 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sukses mendukung pentas "Matah Ati", 20 seniman Global 3L bakal tampil di Festival Internasional Cervantico, Meksiko. Acara ini bakal berlangsung mulai 12-25 Oktober mendatang.

"Mereka akan membawakan tarian The Royal Court Dance of Mangkunegaran, semacam tari Bedaya Mangkunegaran," ujar Moza Pramita, publisis dari PT Global 3L yang menaungi para seniman ini.

Ke-20 seniman ini terdiri dari para penari, koreografer, dan pemain musik. Mereka akan tampil dalam ajang festival seni dan budaya internasional di Mexico. Selain di festival itu, mereka juga akan tampil di empat kota lain, yakni Guanajuato, Toluca, San Miguel de Allende, dan Villahermosa.

Menurut Moza, untuk kategori festival seni dan budaya internasional, Festival Internacional Cervantino adalah satu dari empat event terbesar di dunia.

Para seniman telah menyiapkan diri untuk pentas tari di Amerika Latin ini selama satu bulan terakhir. Selain menarikan tarian tersebut, mereka juga akan memperkenalkan pergelaran "Matah Ati" yang sukses dipentaskan di Singapura, Jakarta, dan Solo tersebut.

DIAN YULIASTUTI


10.20 | 0 komentar | Read More

Bjork Akan Rilis Album Remix  

Written By Unknown on Rabu, 10 Oktober 2012 | 10.20

Rabu, 10 Oktober 2012 | 09:29 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Bjork akan merilis album koleksi remix dari album Biophilia. Album yang diberi judul Bastards ini akan menjadi kumpulan 13 lagu favoritnya yang diaransemen ulang oleh Matthew Herbert, Death Grips, Hudson Mohawke, dan Omar Souleyman.

Semua lagu, kecuali dua di antaranya, sudah pernah dirilis secara digital dalam bentuk CD maupun vinyl edisi terbatas. Nantinya dua lagu baru di dalamnya akan dirilis sebelum album Bastard keluar 19 November.

Dalam pernyataannya, Bjork merasa sangat penting menggabung semua album ini dan ditujukan, "bagi mereka yang tidak terlalu senang mengunduh atau tidak punya waktu dan energi untuk mencari dan mengumpulkannya lewat Internet".

Ke-13 lagu ini sebenarnya bukan merupakan lagu terbaik Biophilia, tapi, "salah satu yang membuat semuanya menjadi lebih kuat".

Menurut Bjork yang selalu tampil eksentrik dalam berbusana itu, "inti dari pencampuran ini membawa Biophilia ke suatu tempat tapi tetap dengan karakternya dan seperti yang sering mereka lakukan dalam kondisi terbaiknya. Remiks dilakukan dengan memberikan tembahan irama dalam lagu-lagunya dan membuat kaki-kaki ingin segera menari!"

Album Biophilia dirilis hampir setahun lalu sebagai album kedelapan Bjork dan album yang memiliki aplikasi untuk pertama kalinya di dunia. Album ini berisi serangkaian permainan digital dan lainnya, menjelajahi prinsip-prinsip dalam bermusik dan ilmu pengetahuan. Album ini menduduki peringkat 21 di dataran Inggris Raya.

GUARDIAN | DEWI RETNO

Berita Terpopuler
Shah Rukh Khan Pernah Anti Film Romantis
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia
Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika
Maher Zein Kembali Konser di Bandung


10.20 | 0 komentar | Read More

Nicki Minaj dan Rihanna Bersaing di American Music

Rabu, 10 Oktober 2012 | 09:32 WIB

TEMPO.CO, Los Angeles - Dua penyanyi muda, Nicki Minaj dan Rihanna, mendominasi nominasi American Music Awards (AMAs) 2012. Keduanya dinominasikan untuk empat penghargaan, menyusul Drake, Justin Bieber, Maroon 5, One Direction, dan Usher yang mendapatkan tiga nominasi.

Untuk nominasi Artist of the Year, Rihanna bersaing ketat dengan Justin, Maroon 5, Drake dan Katy Perry. Sedangkan untuk nominasi New Artist of The Year ada J.Cole, fun.,Gotye, Carly Rae Jepsen, dan One Direction.

Minaj dinominasikan untuk empat kategori yakni Favorite Female Artist-Pop/Rock, Favorite Artist-Rap/Hip Hop, Favorite Album-Pop/Rock dan Favorite Album-Rap/Hip Hop untuk album Pink Friday: Roman Reloaded.

Selain dinominasikan untuk Artist of the Year, Rihanna masuk nominasi Favorite Artist-Electronic Dance Music (EDM) bersaing dengan David Guetta, Calvin Harris dan Skrillex.

Penyanyi Christina Aguilera mengumumkan nominasi ini di Los Angeles, Selasa, 9 Oktober 2012. Acara penganugerahan sendiri akan dilakukan pada 18 November mendatang di Nokia Kodak theatre Los Angeles.

FEMALE FIRST | ALIA FATHIYAH

Berita Lain:
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia
Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika
Maher Zein Kembali Konser di Bandung


10.20 | 0 komentar | Read More

Marak Pembajakan, Boyband 1D Ogah ke Indonesia

Written By Unknown on Selasa, 09 Oktober 2012 | 10.20

One Direction, 18-19 tahun, adalah boyband asal Inggris yang terkenal lewat lagunya "You Make Me Beautiful." Mereka menjadi band Inggris pertama yang album debutnya berada di posisi puncak tangga lagu Amerika Serikat. REUTERS/Danny Moloshok

Selasa, 09 Oktober 2012 | 06:07 WIB

TEMPO.CO , Jakarta - Boyband asal Inggris-Irlandia One Direction atau yang biasa disingkat 1D tak memasukkan Indonesia sebagai jadwal tur mereka pada tahun 2012 sampai tahun depan. Penyebabnya disebut-sebut karena masih tingginya angka pembajakan CD di Tanah Air. Apakah betul?

Toto Widjojo dari Sony Music Indonesia mewakili sebagai pihak label, tak menampik adanya dugaan tersebut. Ia sadar angka pembajakan CD di Indonesia memang sudah sangat memperihatinkan.

"Ini cerminan jumlah penjualan CD (original) 1D di Indonesia masih kalah sama Australia misalnya. Karena angka pembajakan yang masih tinggi di sini," katanya ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin 8 Oktober 2012.

Menurut Toto, hal itu sangat disayangkan mengingat Indonesia tercatat sebagai negara ke empat dengan jumlah directioners (sebutan penggemar 1D) terbanyak di dunia. Mirisnya lagi, 1D sempat bertandang di negara-negara tetangga seperti Australia dan Selandia Baru pada tahun ini.

Sementara untuk tahun depan, mereka sudah menjadwalkan manggung di beberapa kota di Inggris dan Amerika Serikat.

1D terbentuk dari ajang pencarian bakat The X Factor U.K pada 2010 lalu. Boyband ini digawangi oleh Nial Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Haryy Styles, dan Louis Tomlinson. Satu lagu mereka yang berjudul "What Makes You Beautiful" sempat diparodikan sebagai lagu kampanye Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012.

YAZIR FAROUK

Berita terpopuler lainnya:
Adrie Subono Puas Datangkan Maroon 5 
Konser Akhir Pekan, Tiket Bigbang Masih Ada 
Komunitas Sastra Gelar Lomba Cerpen Remaja
Maher Zein Kembali Konser di Bandung
Adam Levine Pakai Kaos ''Damn! I Love Indonesia'' 
Mudahnya Memboyong Cannibal Corpse dan Soulfly


10.20 | 0 komentar | Read More

Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia

Selasa, 09 Oktober 2012 | 08:17 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Boyband asal Inggris-Irlandia, One Direction, tidak bisa datang ke Indonesia karena maraknya praktik pembajakan hak cipta yang terjadi di negara ini. Hal tersebut disampaikan oleh Managing Director Sony Music Indonesia, Toto Widjojo, saat jumpa wartawan di Jakarta, Senin, 8 Oktober 2012.

"One Direction tidak bisa datang karena banyaknya praktik CD bajakan serta unduh (download) ilegal," katanya.

Padahal, Directioners, sebutan untuk para penggemar One Direction, di Indonesia sangat banyak. Namun, karena praktik tidak resmi, seperti penjualan CD bajakan dan unduh lagu ilegal, antusiasme para penggemar tidak terlihat. "Penjualan album 1D di Indonesia tidak sebanyak di Australia," katanya.

One Direction sendiri hingga akhir 2013 akan menggelar tur di tiga benua, yakni Amerika, Australia, serta Eropa. Menurutnya, kalau bajakan serta tindakan unduhan ilegal bisa diberantas, hal ini bisa memperlihatkan besarnya cinta para Directioners terhadap idolanya tersebut.

"Dan saya yakin, mereka mau datang ke Indonesia," katanya.

Dia mencontohkan boyband pendahulu mereka, Westlife yang mampu menjual hingga 1 juta kopi album di Indonesia.

"Makanya mereka beberapa kali datang ke Indonesia," katanya. Dia pun berharap para penggemar One Direction tidak membeli CD bajakan maupun mengunduh lagu secara ilegal.

"Saya harap kalau memang die hard fan membeli CD asli," katanya.

Sementara itu, Sony Music Indonesia membuka kompetisi Go1Den Ticket, yakni kesempatan penggemar One Direction untuk bisa menonton konser pertama One Direction di Madison Square, serta menghabiskan waktu satu hari bersama idolanya.

ANT | ALIA

Berita Lain:
Film Korea Utara Tampil di Festival Busan
Sekuel Sadako 3D Tayang Musim Panas 2013
''Cita-Cita Setinggi Tanah'' dan Penderita Kanker
Film Life of Pi Membuka Festival Film New York
Laman Situs The Act of Killing Kembali Normal


10.20 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger